Kemaren, sekitar jam 6 pagi Saya udah ngantri di Bank Indonesia (BI) Bandung, setelah perjuangan melawan dinginnya kota lembang dalam perjalanan menuju Bandung. Berharap dengan jam sepagi itu mendapatkan nomor antrian awal, sehingga bisa pulang lebih cepat. Perjuangan yang Saya lakukan ini tak lepas dari keluarnya uang recehan terbaru Rp 2000,- . Selain itu memang, pas lebaran dikampung namanya uang recehan dari Rp 1000 sd Rp 10.000 hilang dari pasaran. Baru setelah lebaran, uang itu muncul lagi. Pasalnya memang budaya “bagi-bagi duit” hingga saat ini masih dilakukan. sehingga dari pertengahan puasa tiap orang udah siap-siap dengan menahan uang recehan. Maklumlah orang kampung.

Tapi ternyata dugaanku meleset. Sampai di BI, mengira mendapat antrian terdepan, ternyata di situ sudah ada antrian berkelok-kelok seperti ular. Dan setelah menunggu cukup lama (kurang lebih) 3 jam, antrian bergerak untuk mendapat nomor antrian penukaran. Tahu nggak, aku dapat nomor 568. Jumlah nomor atrian yang dibagikan 1000. Gila, yang nomor satu dapat antri jam berapa? dari obrolan ternyata antri jam 3. Wah emang sahur dan sholat di BI..

Tapi pelayanan penukaran sebenarnya cukup cepat. Dibuka 5 loket dan sekitar jam 10.30, aku menukar uang recehan tsb, dengan rincian: Recehan 1000 = 1oo.000, recehan 2000 = Rp 400,000 (2 bendel), recehan 5000 = Rp 1.500.000,-, sisanya recehan 10rb. BI membatasi penukaran hingga 5jt.

Berarti orang Indonesia banyak uang ya, karena penukaran di BI laris manis. Cuman sayang sistem penukaran kok ngga rapi, sehingga harus antri sejak jam 3 pagi.. Adakah sistem penukaran lain yang bisa menfasilitasi shingga tidak harus antri sepagi itu? Lebaran ya lebaran.. acara hambur-hambur uang itu tetap saja di tunggu dari tahun ke tahun.. Selamat berjuang bagi Anda yang berminat mau menukarkan uang ke BI. Semakin mendekat lebaran pasti antrian akan berkali-kali lipat, palagi kalo THR sudah dibagikan.. Hiii..seram..