Rasanya baru kemaren, potret nostalgia kehidupan itu. Wajah yang selalu memancarkan kegembiraan.. Menebarkan pesona bahagia pada semua, seperti tidak pernah ada kepedihan, kesengsaraan hidup, dan sejuta masalah yang dihadapi setiap manusia..Rasanya baru kemaren, mengajarkan pada kita bahwa hidup harus dihadapi dengan senyuman, menghadapi setiap masalah dengan keceriaan, Dan semuanya telah menutup pada kenyataan bahwa sebenarnya engkau telah lelah bahwa diabetes telah meluluhlantakan raga, meskipun semua juga tau bahwa mata itu selalu memancarkan binar kebahagiaan.

Rasanya baru kemaren, sapaan itu hadir ditelinga kita.. Ketika dengan penuh kasih sayang, menuliskan kata demi kata di papan. Mengajarkan semua yang engkau miliki, berbagi kebenaran pada semua. Dan engkau berusaha memahami yang lain, hanya untuk tidak membuatnya berang dan tersinggung.

Dihari ini, Selasa 1 Desember 2009, mendadak dunia menjadi sunyi. Rekaman nostalgia itu memantulkan gambarnya ditembok depan kita. Tembok yang harusnya putih bersih itu, terdapat guratan bercak noda yang telah membuat gambar terlihat sedikit buram, tidak seperti aslinya..

Seketika engkau jadi jujur. Jujur karena tak ada jalan tuk berdusta. Meski dusta itu untuk memberi. Tidak ada lagi gelak tawa, tiada lagi senyuman, tiada lagi optimisme, tiada lagi tanda tanya, dan tiada lagi kepalsuan. Ya..pada akhirnya engkau menyerah pada sang takdir.. Nafas begitu mahal hingga tak terbeli..

Selamat Jalan Sahabatku.. Hari ini engkau lebih dahulu merasakan alam itu.. Begitu juga kami, yang selalu engkau sayangi akan melintasinya. Tidak lama lagi.. Karena memang tidak ada kata lama disini. Didunia yang serasa baru kemaren engkau hirup oksigennya dan sekarang harus rela oksigen itu enggan menyapa paru-parumu. Di dunia yang sering merayu kita dengan wajah manisnya dan merayu kita bahwa kita akan selalu bersamanya.

โ€œTiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu belaka.โ€(Ali Imran 185)

Selamat Jalan Ibu Endah Yuniar..