Aku tuh kok paling males berurusan dengan birokrasi di Indonesia.. berlipet, njlimet, basa-basi, dan duit… Kalo ngga kepaksa banget, suka males banget… termasuk waktu ngurus perpanjangan SIM di kota Bandung.

Ketika usia SIM hampir kolaps ( 5 hari lagi) dengan terpaksa aku mempersiapkan diri untuk berurusan birokrasi. Apalgi rencana mengganti alamat di SIM, yang dulunya alamat kosan (masih kuliah) yakni di BKM (belakang Kandang Macan) di daerah seputaran bonbin (kebon binatang), pindah ke daerah pasirimpun,masih sama kota madya sih, meski alamat baru digunung. Biasa langkah pertama searching di google, gimana caranya kalo ganti alamat,termasuk di mana aja bisa ngurus… dulu di poltabes, dan siapa tau ada yang lebih deket dari rumah.

Hasil searching di mbah google, aku dapetin 2 alamat, yang pertama sim keliling di gedung sate gasibu, yang kedua di BTC (Bandung Trade Center). Dan dengan berbagai pertimbangan jadinya ke BTC. Asumsi SIM keliling pasti bukanya ngga lama, trus tempat tidak begitu ok.

BErangkat dari rumah jam 9, sampai BTC jam 09.30, dan langsung ngantri di oulet pengurusan SIM. Sangat gampang deket parkiran, dan banyak banget kerumunan. Sistem ngantrinya agak aneh, kita nulis nama di kertas yang ditempelin di deket pintu, dan nanti dipanggil.. Dan alhasil jam segitu aku dapet nomor 83. Cukup besar mengingat dalam benakku ngurus SIM lama, dan apalagi aku memperpanjang SIM A dan SIM C sekaligus…

Ada yang menggembirakan buat aku…biayanya ngga mahal, dan tidak ada calo di situ.. BEda di POLTABES Bandung, baru masuk pintu gerbang yang nyalo ya polisi sendiri.. di Outlet BTC harga sudah terpampang di tembok:

Untuk ngurus SIM A:

  • Biaya = Rp. 80.000,-
  • Kesehatan = Rp.25.000,-
  • Asuransi = Rp. 30.000,-
  • Sumbangan PMI = Rp 10.000,-

Untuk ngurus SIM C:

  • Biaya = 75.000,-
  • Kesehatan = Rp. 25.000,-
  • Asuransi =Rp. 30.000,-
  • Sumbangan PMI = Rp.10.000,- (Seikhlasnya..)

Ngurusnya sangat simpel. Meskipun ada biaya kesehatan, disitu juga tidak di periksa sama sekali. Cuman ada papan huruf yang biasanya tuktes mata, cuman tidak dipake juga. Bahkan saya liat sendiri, orang tua yang pendengarannya sangat sulitpun juga lolos dalam proses perpanjangan SIM (kok bisa ya… kalo di bel orang di jalan gimana..). Setelah ngisi formulir trus setor tunggu panggilan, sidik jari dan foto 10 menit kemudian kedua SIM pun jadi… Wah layanan super cepat.. dan total dengan antri sekitar 1,5 jam.. dan ngantripun rileks,.. karena di depan outlet ada kafe2 yang akusempet minum Milo dan piakacang merah.. etung2 sarapan.. Pengalaman yang cukup menggembirakan daripada harus berhadapan dengan biro atau calo yang kita harus mengeluarkan biaya lebih besar..

Syarat pengurusan perpanjangan SIM:

  • foto copy KTP
  • SIM yang akan diperpanjang (SIM A/SIM C)

Data yang perlu dipersiapkan dalam pengisian formulir (yang penting):

  • data diri kita (nama, alamat, pekerjaan, golongan darah, BB, tinggi badan,
  • alamat yang bisa dihubungi..

Ini pengalaman yang menurutku bagus untuk disharingkan, siapa tau ada teman-teman yang mau ngurus perpanjangan sim dan masih ragu-ragu…