Ini berita baik bagi pendidikan kita. Diknas menaikkan anggaran beasiswa bagi siswa miskin. diambil dari roll.co.id.

Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) berencana menaikkan beasiswa miskin sebanyak lima kali lipat di tahun 2009 dibanding tahun sebelumnya dengan tujuan mengurangi pelajar putus sekolah sebagai dampak krisis global.

Jakarta,13/3 (Regional.Roll) – Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) berencana menaikkan beasiswa miskin sebanyak lima kali lipat di tahun 2009 dibanding tahun sebelumnya dengan tujuan mengurangi pelajar putus sekolah sebagai dampak krisis global.

Sekjen Depdiknas Dodi Nandika di sela-sela acara Jambore Paskibra (pasukan pengibar bendera) “Atraksi (Ajang interaksi siswa) Merah Putih” di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta, Jum`at mengatakan beasiswa miskin tersebut diberikan kepada pelajar SD, SMP dan SMA serta mahasiswa di seluruh Indonesia.

“Dengan pemberian beasiswa ini, diharapkan tidak ada lagi siswa miskin yang putus sekolah. Juga meringankan beban orangtua di masa sulit seperti ini,” kata Dodi.

Dia mengatakan pemberian beasiswa miskin ini sudah dilakukan oleh Depdiknas sejak 2008, akan tetapi melihat dampak krisis yang akan dialami pada 2009, maka tahun ini jumlah dan besaran beasiswa ditambah.

Dodi mengatakan total anggaran beasiswa yang sebelumnya Rp646,848 miliar, dinaikkan menjadi Rp1 trilun hanya untuk 2009. Ia tidak merinci lebih lanjut berapa jumlah sekolah dan jumlah siswa yang akan diberikan beasiswa tersebut. “Kita akan berikan secepatnya pada semester ini,” katanya.

Untuk beasiswa miskin siswa TK dan SD yang berjumlah 600.000 siswa pada 2009, dinaikkan jumlahnya menjadi 1,7 juta siswa pada 2009.

Sedangkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SD dinaikkan dari Rp254.000 per siswa per tahun menjadi rata-rata per kabupaten Rp397.000 per siswa per tahun pada 2009.

Dodi mengatakan besaran dana BOS untuk masing-masing daerah berbeda tergantung karakteristik daerahnya.

“Bahkan, ada yang naik sampai 1,5 kali lipat,” katanya.

Depdiknas juga memberikan bantuan pendidikan bagi siswa SD anak pegawai negeri sipil (PNS) golongan I dan II dan Tamtama TNI/Polri yang besarannya Rp250.000 per siswa per tahun.

Dodi melanjutkan sesuai dengan surat Mendiknas Bambang Sudibyo nomor 186/MPN/KU/2008 tertanggal 2 Desember 2009 tentang BOS tahun anggaran 2009 yang ditujukan kepada para gubernur, bupati/wali kota seluruh Indonesia disebutkan, Depdiknas telah menetapkan BOS untuk anggaran 2009 dinaikkan rata-rata 50 persen dari tahun anggaran 2008.

Sehingga dana BOS SD/MI Negeri dan swasta pada tahun 2009 di Kabupaten ditetapkan sebesar Rp397.000 per siswa per tahun dan untuk SD/MI di Kota sebesar Rp400.000 per siswa per tahun.

Sebelumnya pada 2008, BOS untuk SD/MI hanya sebesar Rp254.000,- per siswa per tahun.

Sedangkan dana BOS SMP/MTs negeri dan swasta pada tahun 2009 ditetapkan untuk di kabupaten Rp570.000 per siswa per tahun dan untuk di Kota sebesar Rp575.000 per siswa per tahun.

Sebelumnya dana BOS 2008 untuk SMP/MTs negeri dan swasta hanya Rp 354.000, per siswa per tahun.

“Dengan kenaikan kesejahteraan guru PNS dan kenaikan BOS sejak Januari 2009, semua SD dan SMP negeri harus membebaskan siswa dari biaya operasional sekolah kecuali sekolah pada kategori Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI),” lanjut Dodi.

Untuk tingkat SMA/SMK dengan menggunakan dana bantuan manajemen mutu (BOMM) yang besarannya mendapat Rp90 ribu sampai Rp120 ribu per siswa per tahun.

sumber : roll.co.id