Anak adalah buah hati kita. Memberikan sesuatu yang terbaik sepantasnya kita lakukan terhadap buah hati tersebut, termasuk dalam masalah pendidikan. Tidak ada satu orang tuapun yang berharap anaknya berkelakuan buruk dan kurang berprestasi di sekolah. Untuk itu orang tua selalu berusaha semaksimal mungkin memberi dukungan dan lingkungan terbaik untuk pertumbuhan anak mereka. Harapannya, agar anak bisa tumbuh secara normal mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. 

Masa anak adalah masa yang kritis. Karena di masa itulah semua potensi dikembangkan, baik fisik, emosional, kecerdasan, dan lain lain. Memberikan perlakuan yang salah pada mereka sama saja dengan membunuh masa depannya. Tetapi tidak jarang para orang tua tidak sadar dengan apa yang dilakukan terhadap anaknya, sehingga menimbulkan hal yang tidak baik dalam perkembangan anak. Untuk menghindari perlakuan-perlakuan yang tidak menguntungkan bagi perkembangan anak, maka sudah sepatutnya kita mengetahui perlakuan salah terhadap anak sehingga bisa jadi dapat membunuh masa depannya. 

Dalam sebuah situs Indonesia Interactive ,yang konsen terhadap permasalahan anak, mendeskripsikan perlakuan salah terhadap anak adalah sebagai berikut:

  • Menunjukkan ketidakpedulian kepada anak, jarang memberi tanggapan terhadap permintaan sekolah aau lembaga pendidikan anak tentang informasi, pertemuan-pertemuan atau kunjungan rumah.
  • Menolak keberadaan dan atau menyalahkan anak untuk masalah-masalah di sekolah atau di rumah.
  • Meminta guru untuk menggunakan disiplin fisik yang keras jika anak melakukan hal-hal yang menyimpang.
  • Memandang anak sebagai sesuatu yang benar-benar buruk, tidak berharga atau menjadi beban.
  • Menuntut kesempurnaan dari penampilan fisik atau akademis, yang tidak dapat dipenuhi anak.
  • Memenuhi kebutuhan emosional anak, seperti pengasuhan, perhatian dan kepuasan anak secara berlebihan.
  • Menunjukkan adanya konflik, ragu-ragu atau tidak mau memberikan penjelasan terhadap luka anak pada sekolah atau lembaga pendidikan tempat anak belajar.
  • Menggambarkan anak sebagai binatang, setan atau hal-hal negatif lainnya.
  • Menggunakan disiplin fisik yang kasar terhadap anak.
  • Tidak peduli terhadap anak.
  • Apatis atau depresi yang dapat mempengaruhi anak.
  • Bertingkah laku irasional atau aneh terhadap keinginannya yang menyebabkan anak menjadi korban.
  • Secara terus menerus menyalahkan, mengecilkan arti atau menyamaratakan anak.
  • Tidak memperhatikan anak dan menolak tawaran untuk dibantu menyelesaikan permasalahan anaknya di sekolah.
  • Secara nyata menolak anak.

 Dengan mengetahui beberapa deskripsi di atas, maka kita sebagai orang tua tentunya bisa menggunakan sebagai cerminan terhadap apa yang kita lakukan terhadap anak yang kita cintai. Jangan apa yang kita anggap benar  dalam memperlakukan anak selama ini malah memperburuk keadaan dan dapat membunuh masa depan mereka.