contrengKemarin tanggal 8 April 2009, pa RT dimana Saya tinggal datang ke rumah mengantarkan surat untuk acara “nyontreng” besuk harinya. Tadi, jam 11.00 WIB Saya berangkat ke TPS kurang lebih 20 meter dari rumah. Sebenarnya Saya sendiri tidak terlalu berminat dengan acara pesta demokrasi seperti ini. Menurutku, acara semacam ini lebih pada menghabiskan dana milyaran rupiah, sedangkan hasilnya tidak terlalu menggembirakan. Kenapa? Anggota legislatif yang kita pilih tetap saja banyak yang korup meskipun sudah mendapatkan gaji yang besar. Ini salah siapa?

Pada acara “hura-hura” politik sebelumnya, meskipun selalu memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), sudah dewasa, dan memenuhi syarat untuk memilih, saya tidak pernah menggunakan hak Saya. Karena Saya beranggapan, satu suara Saya tidak mengubah apapun termasuk mental para pemimpin dinegeri ini. Bukan pesimis, tetapi melimpahnya berita di TV kasus korupsi oleh anggota dewan membuat “males” pergi ke TPS. Keikutsertaan Saya untuk memilih tahun ini karena “sungkan” dengan pa RT yang rumahnya persis disebelah.

Akhirnya, acara men “contreng” telah tiba. Saya dihadapkan dengan beberapa kertas superbesar melebihi lebarnya meja untuk mencontreng. Saya milih siapa? Bingung. Partainya terlalu banyak. Calon anggota dewan terlalu banyak. Kalo saya ingin memilih yang terbaik, saya harus tahu masing-masing calon anggota dewan, sehingga saya bisa membandingkannya. Saya musti punya referensi yang cukup. Atau mungkin perlu bawa laptop terkoneksi internet, bawa textbook, bawa Koran, bawa brosur-brosur partai dan sejenisnya. Bisa-bisa berada dibilik suara 5 jam lamanya.

Ketidakpedulian Saya terhadap iklan, baliho, dan lain-lain terhadap calon / anggota dewan, membuat Saya bingung sendiri. Trus, pada akhirnya ide itu datang. Saya harus memilih yang tercantik atau yang tertampan. Karena paling tidak Saya bisa menjawab jika ada pertanyaan kenapa kok milih itu. Saya bisa menjelaskan alasannya. Tapi masalahnya,  yang ditampilkan foto hanya DPD. Pusing-pusing. Ya udah, Saya mencontreng gambar partai saja. Gimana caranya? Ya memilih gambar yang saya sukai he..he.. Bersyukurlah partai politik, yang ketika mendesain logo melibatkan ahli. Pasti Saya contreng. Kenapa keputusan ini Saya ambil? Alasan sederhana : tidak tau calon dan waktu mencontreng terbatas. Tapi kenapa JK (Jusuf Kalla) hanya 5 menit di bilik? Jangan-jangan sudah dicontreng dari rumah, he..he.. (intermezzo).

Kelemahan pesta demokrasi kita:
1.  Jumlah partai terlalu banyak
2.  Platfon partai tidak jelas
3.  Program kerja hampir semua partai sama
4.  Calon kurang merakyat
5. Datang ke kampanye terbuka bukan karena calon, tapi karena dangdut