Ini informasi yang penting bagi Anda yang mau ikut SNMPTN 2009.dilaporkan oleh: Ratih Anbarini (di ambil dari websitenya Unpad).

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) tahun ini mengalami sejumlah perbedaan. Perbedaan tersebut di antaranya terjadi pada cara penilaian ujian, pelaksanaan ujian keterampilan, jenis ujian yang diujikan, dan syarat peserta paket C.

Demikian disampaikan Penjamin Kualitas SNMPTN, Ir. Adang Surahman, M.Sc., Ph.D. dalam Jumpa Pers Sosialisasi SNMPTN 2009 yang diselenggarakan di Ruang Rapim B Gedung Rektorat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jln. Taman Sari 34 Bandung, Senin (1/06). Perbedaan tersebut dilakukan dengan pertimbangan khusus untuk memperoleh calon mahasiswa yang diinginkan.

Untuk perubahan cara penilaian ujian misalnya, Ir. Adang mengatakan bahwa hasilnya akan dilakukan dengan pemeringkatan dari skala 0 hingga 100. “Bila tahun-tahun sebelumnya penilaiannya dilakukan dengan menjumlahkan semua soal, untuk tahun ini penilaian akan dilakukan pada setiap mata pelajaran yang diujikan,” papar Ir. Adang.

Dengan demikian, lanjut Ir. Adang, peserta ujian tidak dapat hanya mengandalkan satu mata pelajaran dan mengabaikan yang lain. Peserta harus mengerjakan soal-soal pada mata pelajaran lain dengan sebaik mungkin. “Kami memilih calon mahasiswa yang bagus di setiap mata pelajaran, meski tidak luar biasa. Dengan cara ini, kami yakin dapat merekrut calon mahasiswa dengan kemampuan dasar yang komprehensif,” lanjut Ir. Adang.

Perbedaan lainnya terletak pada pelaksanaan ujian keterampilan. “Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang hanya diselenggarakan di UPI, ujian keterampilan tahun ini dapat dilakukan di PTN penyelenggara uji keterampilan terdekat yang memiliki (prodi) yang sama dengan prodi di PTN yang jadi pilihannya,” jelas Adang.

Wakil Rektor Senior bidang Akademik ITB ini juga mengungkapkan bahwa ujian tulis tahun ini akan ditambah dengan Tes Potensi Akademik (TPA). Menurut Ir. Adang, tes ini menjadi alat ukur yang tepat dalam menjaring mahasiswa dengan kemampuan alamiah. TPA ini akan mengukur tiga hal, yaitu kemampuan berkomunikasi, menganalisis, dan menghitung. “Hal ini berbeda dengan ujian kognitif yang hanya mengukur tingkat pengetahuan calon mahasiswa yang mungkin saja telah terkontaminasi dengan bimbingan belajar,” kata Ir. Adang.

Selain itu, kata Adang, materi yang diujikan juga mengalami pengurangan. Bila sebelumnya kelompok IPA dan IPS menyertakan materi IPA dan IPS terpadu, maka untuk tahun ini materi tersebut ditiadakan. Tes bidang studi IPA terdiri atas mata ujian Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika, sementara tes bidang studi IPS terdiri atas mata ujian Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi. Untuk mata ujian bidang studi dasar masih tetap sama, yaitu Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Dalam kesempatan itu pula, Ir. Adang menekankan syarat bagi peserta paket C yang harus menyertakan fotokopi rapor tiga tahun terakhir. Ini dilakukan untuk mencegah peserta SNMPTN yang melebihi batas usia untuk mengikuti ujian ini. Ir. Adang juga mengingatkan bahwa calon peserta yang memiliki hak untuk memilih dua program studi dapat hanya mencantumkan satu pilihannya. Panitia tidak memaksakan calon peserta untuk mengisi dua pilihan tersebut.

Calon peserta yang memilih satu program studi boleh memilih program studi (prodi) dari PTN wilayah mana saja (lintas wilayah). Sementara calon peserta yang memilih dua prodi atau lebih, salah satu prodi tersebut harus merupakan prodi dari PTN yang berada dalam satu wilayah dengan tempat calon peserta mengikuti ujian. Pilihan lain dapat merupakan prodi dari PTN di luar wilayahnya (lintas wilayah). Untuk keterangan mengenai wilayah-wilayah tersebut, silakan kunjungi situs www.snmptn.ac.id. (eh)*