Di blog ini terpasang plugin statpresss yang dapat mendeteksi sebenarnya apa yang dicari seseorang sehingga mampir di blog ini. Anehnya, sering juga mampir karena mengetikkan keyword PIG PTN. Apa yang salah dengan pertanyaan ini?

Bukan salah memang, tapi peran bimbingan belajar (bimbel) yang menjamur ikut andil besar member pemahaman keliru tentang PIG. Sejatinya, namanya PIG tidak ada dalam seleksi PTN apapun. Ini mudah dipahami, karena alas an pertama, daya tamping PTN terbatas, sehingga menerapkan PIG sangat tidak mungkin. Kedua, resiko bagaimana jika yang mencapai PIG dijurusan tertentu terlalu sedikit bahkan mungkin tidak ada, atau yang mencapai PIG yang ditetapkan jurusan melebihi daya tamping yang ada. Dengan 2 alasan ini, sangatlah sederhana disimpulkan bahwa seleksi PTN tidak ada PIG. Toh jika ada PIG, maka PIG munculnya setelah seleksi PTN selesai. Dan tentunya PIG ini berflutuatif tergantung:

1. Kualitas siswa pemilih dijurusan tersebut. Jika pemilih jurusan tertentu pintar-pintar, maka PIG akan naik, begitu sebaliknya.
2. Kualitas soal. Jika soalnya sulit, dan banyak siswa yang tidak bisa mengerjakan soal maka PIG akan turun, begitu sebaliknya.
3.Jumlah siswa. Semakin banyak siswa, maka PIG naik, tetapi jika sebaliknya PIG aakan turun.
4. PTN. Pada umumnya PIG program studi di itb lebih tinggi dibandingkan dengan PIG dari PTN lain

Malah mungkin tanpa disadari, UN lah yang menggunakan PIG dalam proses kelulusan. Tahun 2009 ini misalnya, siswa SMA dapat disimpulkan lulus jika mempunyai nilai rata-rata UN untuk 6 bidang studi minimal 5,5. Nilai 5,5 inilah yang dimaksud dengan PIG.

Mengapa bimbingan belajar menggunakan PIG? Misalnya SSC, dimana saya ada didalamnya. PIG yang diterbitkan SSC berdasarkan nilai rata-rata peserta try out di SSC yang pada kelulusan setelah di trace lulus di program studi tertentu. Jadi, contohnya gini: siswa  SSC yang milih FKU UNPAD ada 700 siswa. Dari 700 ini yang keterima 90 siswa. Dari 90 siswa inilah nanti nilainya dirata-ratakan kemudian nilai rata-rata terkecil digunakan sebagai PIG. Biasanya nilai siswa yang diratakan tersebut harus valid, misalnya siswa tersebut minimal mengikuti 5 kali TO, sedangkan data-data pencilan (menyimpang) dibuang. Nilai PIG bagi SSC digunakan sebagai alat evaluasi kemajuan kognitif siswa selama mengikuti program di SSC. Itu artinya nilai PIG SSC hanya dapat digunakan oleh siswa SSC.