Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, SNMPTN 2009 menggunakan sistem penilaian persentil per bidang studi sebelum dijumlahkan. Penilaian detilnya panitia SNMPTN tidak pernah terbuka, tetapi dari press release yang dilakukan panitia SNMPTN 2009, dapat di tafsirkan sebagai berikut:

Mata pelajaran yang diujikan SNMPTN 2009 terdiri atas: TPA (tes potensi akademik) dan Tes Bidang Studi Prediktif (TBSP) yang meliputi: matematika dasar, bahasa indonesia, bahasa inggris, matematika ipa, biologi, kimia, fisika. Setiap bidang studi ini nanti di nilai berdasarkan aturan betul kali 4 dan salah dikali -1. Setelah skor didapat, maka dilakukan pembobotan dimana TPA dikali 0,3 (atau sama dengan 30% sedang TBSP masing-masing dikali 0,1 (total 70%, karena ada 7 bidang studi).  Inilah yang saya sebut sebagai nilai mentah. Dari skor ini peserta mendapatkan rangking per bidangstudi di program studi yang dipilihnya.

Nilai mentah ini yang kemudian dipersentilkan menggunakan rumus 100 (1-rangking/jumlah peserta). Rangking dan jumlah peserta disini adalah rangking dan jumlah peserta yang memilih jurusan tertentu. Karena menggunakan persentil, maka hati-hati bagi yang nilainya minus atau nol. Dari nilai persentil perbidang studi ini dijumlahkan dan didapatkan nilai tertentu. Nilai tertentu yang didapatkan perbidang studi inilah nanti dijumlahkan dan dirangking kemudian dipotong sesuai daya tampung jurusan tersebut.

Jadi sesuai uraian diatas, maka setiap siswa nantinya akan mendapatkan rangking jurusan yang dipilihnya. Artinya jika siswa X memilih 2 jurusan/program studi, maka akan mendapatkan 2 rangking. Kelihatannya rumit ya, tapi komputerisasi ya ngga masalah. Yang jelas, sistem penilaian apapun yang digunakan tetap saja menggunakan 2 hal, yakni:
– Rangking
– Daya tampung
Kesimpulannya: Jadi yang terbaik merupakan modal utama dalam sistem penilaian apapun..