Beberapa hari yang lalu, Saya melihat disalah satu stasiun TV yang menceritakan bagaimana seorang Gita Gutawa bisa menjadi wanita monumental (atau anak-anak kali) yang di sekolahnya selalu “the best” serta menjelma menjadi sosok penuh bakat, dari memainkan alat music piano dan menyanyikan berbagai jenis lagu. Dalam ceritanya di acara yang mempunyai host serba bisa Farhan tersebut, diceritakan banyak hal, diantaranya perjalanan karir Gita Gutawa yang telah melanglang dibelahan eropa. Bahkan, atas prestasinya tersebut Gita gutawa mempunyai prestasi dan piala yang hampir menyamai ayahnya yang juga seorang maestro music, Ervin Gutawa. Tak lupa seorang Farhan pun mempertanyakan apa rahasianya mempunyai anak seperti Gita Gutawa? Dengan lugas jawabannya: “dari masih dalam kandungan selalu diperdengarkan musik”

Apa hubungan musik dengan kecerdasan? Berdasarkan pengamatan pada sejumlah anak, para peneliti dari Universitas California menyimpulkan bahwa belajar musik pada usia dini dapat meningkatkan kecerdasan seperti kemampuan bernalar dan berpikir dalam jangka panjang. Hasil penelitian ini begitu menarik perhatian sehingga buku The Mozart Effect karangan Don Campbell (1997), begitu monumental .

Menurut Ahli saraf dari Harvard University, Mark Tramo, M.D., getaran musik yang masuk melalui telinga dapat mempengaruhi kejiwaan, Ini terjadi karena didalam otak manusia, terdapat jutaan neuron dari sirkuit secara unik menjadi aktif ketika kita mendengar musik. Neuron-neuron ini menyebar ke berbagai daerah di otak, termasuk pusat auditori di belahan kiri dan belahan kanan. Mulai dari sinilah kaitan antara musik dan kecerdasan terjadi. Makanya tidak salah pada abad 19 seorang penulis di Inggris pernah berkata “Musik itu adalah nyanyian para malaikat”.

Penelitian bagaimana pengaruh musik terhadap kecerdasan juga dilakukan oleh psikolog Fran Rauscher dan Gordon Shaw dari University of California-Irvine, Amerika Serikat pada tahun 1994. Hasil penelitian yang dilakukan membuktikan bahwa erat kaitan antara kemahiran bermusik dengan penguasaan level matematika yang tinggi, dan keterampilan-keterampilan sains. Setelah delapan bulan, penelitian kedua pakar ini menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan program pendidikan musik, meningkat inteligensi spasialnya (kecerdasan ruang) sebesar 46% dibandingkan dengan anak-anak yang tidak diekspos oleh musik.

Bukan hanya sekedar kecerdasan spasial, musik juga meningkatkan kemampuan bahasa dan kosa kata anak serta logika yang pada akhirnya si anak mampu mengorganisasi ide dan mampu memecahkan masalah. Menurut ahli neuroscience dan penulis buku Early Childhood Connections: The Journal of Music and Movement-Based Learning, Dr. Dee Joy Coulter mengatakan, melalui kegiatan bermain dan mendengar musik, anak dapat memperoleh manfaatnya yang optimal.

Berbagai tulisan dan penelitian tentang bagaimana pengaruh musik terhadap kecerdasan tidak terbantahkan. Adalah sebuah kewajiban bagi komunitas pendidikan yang konsen terhadap perkembangan otak anak mengintegrasikan dalam proses pembelajaran dengan mendengarkan musik. (disadur dari berbagai sumber)