Sekedar Curhat, Informasi, dan Sharing
28 Mar
Anak adalah buah hati kita. Memberikan sesuatu yang terbaik sepantasnya kita lakukan terhadap buah hati tersebut, termasuk dalam masalah pendidikan. Tidak ada satu orang tuapun yang berharap anaknya berkelakuan buruk dan kurang berprestasi di sekolah. Untuk itu orang tua selalu berusaha semaksimal mungkin memberi dukungan dan lingkungan terbaik untuk pertumbuhan anak mereka. Harapannya, agar anak bisa tumbuh secara normal mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.
Masa anak adalah masa yang kritis. Karena di masa itulah semua potensi dikembangkan, baik fisik, emosional, kecerdasan, dan lain lain. Memberikan perlakuan yang salah pada mereka sama saja dengan membunuh masa depannya. Tetapi tidak jarang para orang tua tidak sadar dengan apa yang dilakukan terhadap anaknya, sehingga menimbulkan hal yang tidak baik dalam perkembangan anak. Untuk menghindari perlakuan-perlakuan yang tidak menguntungkan bagi perkembangan anak, maka sudah sepatutnya kita mengetahui perlakuan salah terhadap anak sehingga bisa jadi dapat membunuh masa depannya.
Dalam sebuah situs Indonesia Interactive ,yang konsen terhadap permasalahan anak, mendeskripsikan perlakuan salah terhadap anak adalah sebagai berikut:
Dengan mengetahui beberapa deskripsi di atas, maka kita sebagai orang tua tentunya bisa menggunakan sebagai cerminan terhadap apa yang kita lakukan terhadap anak yang kita cintai. Jangan apa yang kita anggap benar dalam memperlakukan anak selama ini malah memperburuk keadaan dan dapat membunuh masa depan mereka.
24 Mar
Kenapa ya banyak orang ngejar menjadi anggota DPR? Alasannya sederhana, karena gaji DPR luar biasa..
Penerimaan anggota DPR terbagi menjadi tiga kategori, yaitu
rutin perbulan, rutin non perbulan dan sesekali. Rutin perbulan meliputi :
Gaji pokok : Rp 15.510.000
Tunjangan listrik : Rp 5. 496.000
Tunjangan Aspirasi : Rp 7.200.000
Tunjangan kehormatan : Rp 3.150.000
Tunjangan Komunikasi : Rp 12.000.000
Tunjangan Pengawasan : Rp 2.100.000
Total : Rp 46.100.000/bulan
Total Pertahun : Rp 554.000.000
Masing-masing anggota DPR mendapatkan gaji yang sama. Sedangkan penerimaan nonbulanan atau nonrutin. Dimulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap bulan Juni.
Gaji ke-13 :Rp 16.400.000
Dana penyerapan ( reses) :Rp 31.500.000
Dalam satu tahun sidang ada empat kali reses jika di total selama pertahun totalnya sekitar Rp 118.000.000. Sementara penghasilan yang bersifat sewaktu-waktu yaitu:
Dana intensif pembahasan rencangan undang-undang dan honor melalui uji kelayakan dan kepatutan sebesar Rp 5.000.000/kegiatan
Dana kebijakan intensif legislative sebesar Rp 1.000.000/RUU
Jika dihitung jumlah keseluruhan yang diterima anggota DPR dalam setahun mencapai hampir 1 milyar rupiah. Data tahun 2006 jumlah pertahun dana yang diterima anggota DPR mencapai Rp 761.000.000, dan tahun 2007 mencapai Rp 787.100.000. Woww.. pantas jika mereka mengejar kursi DPR, belum lagi dana pensiunan yang mereka dapatkan ketika tidak lagi menjabat.

Ini salah satu bagian dari kerja DPR.. Ngorok di ruang sidang juga dibayar..
Sumber:
www.kabarinews.com
http://warnadunia.com/rahasia-kenapa…i-anggota-dpr/
23 Mar
Lain ladang, lain ikannya. Lain anak, lain pula gaya belajarnya. Pepatah di atas memang pas untuk menjelaskan fenomena bahwa tak semua anak punya gaya belajar yang sama. Meskipun mereka bersekolah di sekolah atau bahkan duduk di kelas yang sama.
Kemampuan setiap anak dalam memahami dan menyerap pelajaran sudah pasti berbeda tingkatnya. Ada yang cepat, sedang dan ada pula yang sangat lambat. Karenanya, mereka seringkali harus menempuh cara berbeda untuk bisa memahami sebuah informasi atau pelajaran yang sama.
Sebagian siswa lebih suka jika belajar dengan cara membaca dari hasil tulisan guru di papan tulis. Tapi, sebagian siswa lain lebih suka menerima materi pelajaran dengan cara guru menyampaikannya secara lisan dan mereka mendengarkan untuk bisa memahaminya. Sementara itu, tidak sedikit siswa yang mempunyai model belajar dengan menempatkan guru tak ubahnya seorang penceramah. Guru diharapkan bercerita panjang lebar tentang beragam teori dengan segudang ilustrasinya, sementara para siswa mendengarkan sambil menggambarkan isi ceramah itu dalam bentuk yang hanya mereka pahami sendiri.
Apa pun cara yang dipilih, gaya belajar menunjukkan mekanisme setiap individu menyerap sebuah informasi dari luar dirinya. Karenanya, jika kita bisa memahami perbedaan gaya belajar setiap anak dan memberikan materi pelajaran yang sesuai dengan gaya belajarnya akan memberikan hasil yang optimal bagi dirinya.
Dalam buku Quantum teaching, ada beberapa tipe gaya belajar. Pertama, Gaya Belajar Visual. Gaya belajar seperti ini bercirikan harus melihat dulu buktinya baru bisa mempercayainya.
Karakteristik yang khas gaya belajar visual: pertama adalah kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual, kedua teratur, memperhatikan segala sesuatu dan menjaga penampilan, ketiga mudah mengingat jika dengan gambar, dan lebih suka membaca daripada dibacakan.
Pendekatan yang bisa digunakan agar anak bisa menerima informasi / materi pelajaran secara optimal: pertama adalah menggunakan beragam bentuk grafis untuk menyampaikan informasi atau materi pelajaran. Perangkat grafis itu bisa berupa film, slide, gambar ilustrasi, coretan-coretan, kartu bergambar, catatan dan kartu-kartu gambar berseri yang bisa digunakan untuk menjelaskan suatu informasi secara berurutan.
Gaya belajar kedua disebut gaya belajar auditorial atau gaya belajar yang mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, anak harus mendengar, baru kemudian bisa mengingat dan memahami informasi yang diterimanya. Karakter yang lain bagi anak bertipe ini: perhatiannya mudah terpecah, dan jika belajar dengan cara menggerakkan bibir/bersuara saat membaca.
Pendekatan yang bisa dilakukan bila anak memiliki kesulitan belajar seperti di atas: pertama, menggunakan tape perekam sebagai alat bantu. Alat ini digunakan merekam bacaan atau catatan yang dibacakan atau ceramah pengajar di depan kelas untuk kemudian didengarkan kembali. Dan yang kedua adalah dengan wawancara atau terlibat dalam kelompok diskusi. Sedang pendekatan ketiga yaitu dengan mencoba membaca informasi, kemudian diringkas dalam bentuk lisan dan direkam untuk kemudian didengarkan dan dipahami. Langkah terakhir adalah dengan melakukan review secara verbal dengan teman atau pengajar.
Gaya belajar lain yang juga unik adalah yang disebut gaya belajar kinestetik yakni harus menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar bisa mengingatnya. Tentu saja, ada beberapa karekteristik gaya belajar seperti ini yang tak semua anak bisa melakukannya. Pertama adalah menerima informasi/pelajaran dengan cara menyentuh, berdiri berdekatan dan banyak bergerak. Sedang kedua, saat membaca sambil menunjuk tulisan. Karakter ketiga adalah anak tidak bisa/tahan duduk terlalu lama untuk mendengarkan pelajaran. Keempat, anak merasa bisa belajar lebih baik bila berjalan.
Untuk anak yang memiliki karakteristik seperti di atas, pendekatan belajar yang mungkin bisa dilakukan adalah belajar berdasarkan atau melalui pengalaman dengan menggunakan berbagai model atau peraga, bekerja di laboratorium atau bermain sambil belajar. Cara lain yang juga bisa digunakan adalah secara tetap membuat jeda di tengah waktu belajar. Tak jarang, orang yang cenderung memiliki karakter Kinestetik juga akan lebih mudah menyerap dan memahami informasi dengan cara menjiplak gambar atau kata untuk belajar mengucapkannya atau memahami fakta.
Penggunaan komputer bagi anak yang memiliki karakter kinestetik akan sangat membantu. Karena, dengan komputer ia bisa terlibat aktif dalam melakukan touch, sekaligus menyerap informasi dalam bentuk gambar dan tulisan. Selain itu, agar belajar menjadi efektif dan berarti, anak dengan karakter di atas disarankan untuk menguji memori ingatan dengan cara melihat langsung fakta di lapangan.
(Disarikan dari: Tempo Interaktif & Quantum teaching)
Komentar Anda