Sekedar Curhat, Informasi, dan Sharing
6 Aug
Judul ini saya yakin tidak asing ditelinga Anda.. Ya, kata-kata yang seringkali diucapkan oleh the legend, Mbah SURIP. Simple, tapi penuh arti.. I love You Full, Saya Mencintai Anda sepenuh hati.. Inilah yang diajarkan mbah Surip dalam menghadapi hidup.. Meski singkat, kata-kata ini juga berarti konsistensi, termasuk konsistensi terhadap pekerjaan yang ditekuni oleh mbah Surip.
Mbah Surip memang legendaris, unik dan low profile (rendah hati). Meski lagunya yang berjudul “tak gendong” sukses di RBT dan menghujani dirinya dengan pundi-pundi hingga 4,5 M, mbah surip tetap bersahaja. Tawanya yang lepas mengisyaratkan bahwa sesulit apapun hidup yang dilewati disikapi dengan rasa syukur. Kata-kata yang keluar dari mulut alumni Magister filsafat ini teramat sederhana bahkan, sehingga mudah dicerna segala lapisan, dari anak TK hingga orang tua. Atau mungkin kita terlalu sederhana menerjemahkan setiap sairnya, padahal didalamnya penuh sekali makna, dan hanya dia yang tau..
Pada akhirnya, kisah mbah Surip yang monumental itu mengajarkan banyak hal, termasuk didalamnya mau berbagi, kesederhanaan, rendah hati dan konsistensi. Dan siapapun yang mau menjadikan tauladan akan sukses seperti dirinya. Selamat Jalan Mbah.. Anda sudah mengajarkan bangsa ini..
21 Jul
Mungkin sama dengan Anda, sayapun memiliki rasa tidak suka dan seringpula jengkel dibuatnya:
1. Melihat orang di mobil yang buang sampah dijalan.
Swear, ngga tau napa, kalo liat mobil trus ada penumpangnya buang sampah dari jendela ke jalan. Terkadang di bell kenceng dan lama. terlebih kalo yang buang sampah mobil mewah, tambah sebel saja.
2. Mobil yang ngga mau Antri
Ini sering banget saya temui terutama mobil berleter “B”. Sering kali Saya juga ngga mau kalah dan bahkan pernah mukul kapnya. Abisnya mobil kok maen slonong dan ngga punya sopan santun. Maunya menang sendiri.
3. Sepeda Motor yang knalpotnya sengaja dipotong dan menghadap ke muka.
Ini bener-bener keterlaluan. Kok ngga ngerasa ya ato paling tidak takut disumpahin orang2 yang dibelakang die. Emang buat dia untungnya apa ya, kok egois banget. Dan anehnya banyak banget motor yg knalpotnya ke muka, coba deh naik motor, pasti geram..
4. Sepeda Motor yang jalannya sering menyilang.
Saya sering berteriak keras sekali ketika ada motor yang jalan menyilang. Mungkin punya nyawa rangkap kali. Ntar kalo ditabrak yang disalahin orang yang nabrak.. Ngga sadar motor kendaraan terlemah dijalan. Dan anehnya, meski di bell keras juga tetap we kayak ngga ada aja, cuek bebek.
5. Ngobrol dijalan berdampingan sambil naek sepeda motor.
Ini juga, napa orang kok seaneh ini. Di jalan kok ngobrol. Bahkan pernah yang aku lihat polisi yang melakukan itu. Kayak dibelakangnya ngga ada kendaraan lain.
6. Polisi tidur.
Saya heran, ada orang kok hobinya buat polisi tidur meskipun itu jalan umum. Bukan 1, malah sering langsung 5 buah dan berderet. Apa mungkin ya, ada lomba buat polisi tidur pada perayaan agustusan.
7. Motor nyalip dari kiri.
Aturan lalu lintas ya kalo nyalip kendaraan dari kanan. Bahkan tidak tau jalan sempit, nyalip dari kiri. Apa yang sering terjadi? Spion sering luka karena kesrempet.. dan ujung2nya kabur…
8. Mr cepek yang ogah-ogahan nyebrangin tapi minta imbalan.
Sering juga khan lihat Mr cepek, yang nyebrangin kendaraan hanya niup peluit doang tapi tidak berusaha nyebrangin. Ujung2nya tetap minta duit.. orang kok males..
9. Kera yang disuruh cari duit.
Keterlaluan ya, kera kok disuruh ngamen. tuh dibawah jalan layang sering banget nemuin kera yang ngamen. Bukan napa, kasihan banget ma keranya, kalo capek ditarik2 khan sakit tau..
Ada yang mo nambahin?
21 Jul
Seringkali dalam waktu luang saya mikir, apa yang selalu ada dalam benak Nordin M Top, kalo benar orang ini teroris. Jika benar apa yang diyakininya sehingga bisa menghalalkan cara hanya untuk memprotes tindakan Amerika, termasuk meledakkan sejumlah tempat dan membunuh banyak orang. Tidak pernah sekalipun saya memahami jalan pikirannya meskipun alasan ideologi.
Tetapi, terlepas dari apa yang dia lakukan berkali-kali di Indonesia, jika crita polisi dan banyak orang benar, saya salah satu orang yang salut dengan kepiawaiannya. Gimana bisa dengan waktu yang relatif singkat bisa meyakinkan seseorang untuk melakukan bom bunuh diri. Gimana bisa dia dapat meyakinkan seseorang mati sahid dengan cara membunuh orang lain, yang mungkin seagama dengan dirinya. Gimana pula si Nor dapat dengan mudah mengelabuhi polisi berkali-kali sehingga selalu lepas dari bidikan. Gimana juga caranya dia mencari dana, untuk biaya operasi yang dia lakukan. Saya tak habis berpikir dalam proses persembunyiannya yang mungkin sekali rawan terhadap nyawanya, mampu melalukan rekruitmen, mencari dana, memberikan doktrin ideologi, melakukan perencanaan, membuat bom dan kontroling terhadap kerja yang dia lakukan. Benar-benar luar biasa.
Saya jadi berpikir, seandainya saya Nordin M Top, apa yang saya lakukan? Mungkin saya akan berpikir lebih realistis:
1. Saya akan bantu rakyat palestina untuk merdeka, dengan merekrut, mendoktrin, dan memberikan pelatihan sebanyak mungkin orang dan mengirimkannya ke sana.
2. Dengan pengetahuan dan ketrampilan yang Saya miliki, Saya akan bantu rakyat dari negara-negara tertindas karena invasi AS atau sekutunya.
Tapi faktanya Nordin bukan Saya, dan Saya bukan Nordin. Kalo memang benar Nordin pelaku pengeboman itu, dan keyakinan Nordin tidak berubah, maka ancaman Bom di Indonesia tetap akan ada. Toh pada akhirnya Nordin tertangkap, tetap aja ada Nordin-Nordin lain.
Masalahnya dimana?
Sederhana, jika kemiskinan di Indonesia masih banyak, dan tingkat kesejahteraan dan tingkat pendidikan tidak juga meningkat, dalam kondisi ekonomi yang papa, kayaknya terlalu mudah mengiming-imingi seseorang dengan kebahagiaan di akhirat dengan mati sahid, meski cara yang ditempuh (menurut saya) tidak benar. Berarti yang salah pemerintah dong? Ya iyalah.. karena orang2 dipemerintahan yang membuat kebijakan pro rakyat ato pro rakyat kaya..
8 Jun
Banyaknya pertanyaan tentang Beasiswa Mengikuti Ujian (BMU) terjawab sudah. Bagi adik dan sivitas sekolah yang menginginkan pengumumannya bisa di snmptn.ac.id atau klik disini. Semoga bagi yang mengajukan sukses diterima.
5 Jun
Siapa tau teman2 masih penasaran dengan kasus menghebohkan Prita muliasari. Inilah surat Ibu Prita yang mengantarkannya ke dakwaan melanggar UU ITE yang di ancam hukuman 6 tahun penjara.
Menurutku, surat ini sangat wajar. Coba saja dibaca. diambil dari detik.com.
RS Omni Dapatkan Pasien dari Hasil Lab Fiktif
Prita Mulyasari – suaraPembaca
/ist. Jakarta – Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.
Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.
Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.
dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.
Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.
Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.
Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.
Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.
Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.
Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.
Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.
Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.
dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.
Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.
Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.
Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.
Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.
Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.
Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.
Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.
Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.
Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.
Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.
Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.
Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.
Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.
Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.
Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.
Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.
Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.
Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.
Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.
Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.
Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.
Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.
Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.
Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@yahoo.com
081513100600
30 May
Saya tidak tahu jika seharian kemarin www.begotsantoso.com down. Ini tak lepas dari kesibukan minggu-minggu ini ngurusin bootcamp dan superintensif SSC. Ketika dibuka web ini tidak ada nada-nada kehidupan. Setelah buka email ternyata baru tahu bahwa web ini bandwithnya limit.
Disatu sisi, adanya bandwith limit menyebabkan web down, tapi disisi lain menunjukkan trafiknya meningkat. Setelah chat dengan admin hosting, baru tau web bisa terbuka kembali setelah tanggal 1 juni. Wah lama juga ya.. tapi ada alternatif lain yakni dengan meningkatkan bandwith. Ya terpaksa deh merogoh kocek lagi tuk meningkatkan bandwith. Setelah urus sana sini by chat dan transfer biaya via mobile banking, udah deh langsung jreng, dan web terbuka lagi setelah bandwith naik.
Untungnya meski domain dan hosting berbiaya murah, tapi pelayanannya sangat bagus dan responsif. Setiap ada keluhan, by chat langsung direspon cepat. Meski berbasis di Indonesia, tidak kalah servicenya dengan yang dari luar.
Permintaan maap secara khusus perlu saya sampaikan ke pengunjung setiap web ini atas ketidaknyamanan kemaren ketika mengakses begotsantoso.com. Semoga tidak kapok untuk berkunjung ke web ini, dan bisa terpenuhi kebutuhan akan informasi di dunia pendidikan.
28 May
Hore akhirnya Bandung bebas kendaraan bermotor. Ini tak lepas dari rencana pemerintah Kota Bandung akan memberlakukan Car Free Day (Hari Bebas Mobil) di Jln. Ir. H. Djuanda pada Sabtu (30/5) mendatang. Penutupan dilakukan pada pukul 07.00 WIB hingga 11.00 WIB. Lumayan lah, mengurangi gas buangan CO2 di wilayah itu. Adapun ruas jalan yang akan dibebaskan dari kendaraan bermotor adalah sejak perempatan Cikapayang hingga simpang Dago sepanjang sekitar 800 meter. Bahkan, rencananya penutupan akan dilakukan seterusnya setiap hari Sabtu. Moga aja bukan hanya wilayah dago aja, tapi lainnya juga, misalnya lembang yang tiap hari sabtu bikin gemes aja dijalan.
Rencanya, “Untuk hari itu, Jln. Dago akan bersih dari asap kendaraan bermotor dan jalan pun jadi milik pejalan kaki,” kata Wali Kota Bandung Dada Rosada. Beliau menjelaskan, dengan adanya penutupan tersebut, rencananya jalan itu hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan menjadi tempat pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan, seperti penanaman pohon dan pelepasan burung. Selain itu, kawasan tersebut juga akan dijadikan tempat rekreasi dan tempat berolahraga, seperti futsal, bulutangkis, atau sekedar berjalan kaki. “Apapun kegiatan yang dilakukan nanti, merupakan kegiatan yang bersih dari polusi, baik itu polusi udara, maupun sampah yang dibuang ke jalanan. Seluruh kegiatan ramah lingkungan,” ujarnya.
Dada mengungkapkan penutupan itu terkait dengan peringatan Hari Lingkungan pada 5 Juni mendatang. Untuk memperingati hari tersebut, berdasarkan hasil rapat koordinasi peluncuran kampanye lingkungan “Balad Kuring” dengan Menteri Lingkungan Hidup di Gedung Sate beberapa waktu lalu, disepakati akan dilakukan kampanye lingkungan di seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Barat, termasuk Kota Bandung.
Ya, apapun reaksi pro dan kontra tentang kegiatan ini dimana di daerah yang bersangkutan banyak terdapat FO, perusahaan, rumah sakit, kampus, restoran, bank, dll, setidaknya kegiatan ini bisa dijadikan shock therapy betapa pentingnya lingkungan yang bersih dan benar-benar bebas dari polusi (terutama) kendaraan bermotor. Bahwa kita sangat membutuhkan udara segar yang makin sulit didapatkan. Mudah-mudahan saja kegiatan ini tidak menambah masalah baru yang bisa timbul akibat dari penutupan ruas jalan utama yang kita semua tahu bahwa hari Sabtu itu banyak pelancong yang datang ke Kota Bandung. Berarti perlu dipikirkan alternative kendaraan yang nyaman untuk tujuan Bandung tanpa harus membawa kendaraan sendiri. Misalnya kereta monorel, kayak di LN.
Let’s act beyond green! Mari kita BERAKSI (jangan hanya diam dan menunggu keajaiban) untuk menciptakan lingkungan yang segar dan hijau.
NB: Mobil mengeluarkan 21% dari emisi CO di Inggris (salah satu penyebab terjadinya efek global warming), akibatnya satu dari tujuh anak-anak di Inggris mempunyai penyakit asma yang diakibatkan oleh polusi kendaraan bermotor. Satu dari empat perjalanan mobil memang bike-friendly (menghormati para pesepeda dan pedestrian) tetapi hanya mereka yang menempuh perjalanan 2 mil (3,2 km) atau kurang.Diambil dari berbagai sumber
9 May
Nama Rani memang monumental. Sejak tersandung kasus Nasrudin vs Antasari, beritanya diburu oleh jutaan rakyat Indonesia. Bukan hanya media televisi dan Koran, di dunia mayapun luar biasa tenarnya. Lihat saja pagerank blog Rani, yang menunjukkan angka 147ribuan, dan bahkan diblog lainnya Rani zone’s di angka 331 ribuan (semakin kecil angka semakin bagus, artinya bertraffiq tinggi). Tanpa harus adword atau pasang iklan di biro-biro maya, blog Rani laris manis.. Bahkan beberapa media TV seperti TV one, RCTI, SCTV, TRANS-TV dan lain-lain sering menayangkannya.
Ketika saya coba untuk menuliskan keyword di search engine milik mbah google dengan kata Rani Juliani mendapatkan hasil telusur yang lumayan, yakni 196.000 sedangkan jika keyword saya tambahkan dengan kata antasari menjadi antasari rani, terlihat 161.000 hasil telusur. Padahal jika keywordnya saya ganti begot santoso (iseng banget ya), hanya mendapatkan hasil telusur di angka 2.090. Itu artinya kata Rani Juliani 100 kali lebih poluler daripada begot santoso he..he..he..
Asal tau saja, blog Rani sebenarnya kosong melompong. Blog yang bergambar kupu-kupu itu sudah tidak aktif sekitar akhir tahun 2008. Blog inipun hanya terdapat 2 tulisan itupun tentang tempat kuliahnya. Bagian blog ini yang menarik malah profilnya, yang memang bertraffik tinggi. Pagerank di alexa menunjukkan angka 8, mendekati yahoo atau google. Jadi kalo Anda mempunyai web atau blog dan ingin meningkatkan traffic, belajarlah pada sosok Rani sang Caddy cantik dan marketing Golf di Tangerang itu, he..he.. Coba Rani mau ber internet marketing, sudah bisa daftar adsense di kliksaya yang mensyaratkan pageview 10.000 per bulan.. ada-ada saja..
9 May
Tidak terbayangkan Saya harus mudik bersama minibus Isuzu Phanter Hi-Sporty. Body mobil ini superjangkung, jika dikemudikan mirip mengemudikan bus dengan posisi sopir diatas sehingga tampak pandangan lebih lepas. Saya yang keseharian menggunakan mobil mini baleno, dengan minibus ini menempuh perjalanan ekstra jauh berjarak 1100 km. Jan Edan…
Perjalanan terasa mengasikkan bersama teman pengganti sopir kala lelah bernama Didi melalui jalur pantura (baca pantai utara). Dari Bandung Cirebon kemudian kanci, tidak ada masalah berarti. Sepanjang perjalanan dilalui sambil mendengarkan alunan musik pop yang diputar melalui pemutar DVD dengan audio bawaan. Cd yang Saya bawa ini adalah satu-satunya CD yang menemani perjalanan.
Phanter Hi-Sporty ini merupakan mobil pesanan omku di Banyuwangi. Saya ngga tau kenapa omku yang memang penyuka mobil model jeep ini nitip membelikan mobil di Bandung. Padahal di Banyuwangi atau paling tidak di Jawa Timur banyak juga mobil sejenis yang diperjual belikan. Ya mungkin percaya, atau sengaja ngerjain ya, pada akhirnya memutuskan beli mobil di Bandung. Ngga pa2 sekalian bantu sodara. Setelah dapat mobil yang menurut Saya istimewa ditahunnya, mobil langsung di cabut berkas dan sebelum berkas turun, mobil dipulangkan ke Banyuwangi.
Kembali ke perjalanan, memilih jalur pantura, karena pengalaman ke Magelang, jalur selatan jalannya rusak parah dan bahkan sulit untuk dilewati. Harapan melalui jalur pantura, jalan lurus, lebar, sehingga bisa memacu kecepatan dan lekas sampai tujuan. Tetapi apa yang saya bayangkan tidak sesuai dengan kenyataan. Setelah melewati Kanci di jalur Pantura, jalannya mulai rusak parah. Setiap jalur diperbaiki setengahnya, dan jalan diiris sehingga menimbulkan lubang yang dalam. Dan bahkan didaerah tertentu (lupa namanya) sempat terjebak macet satu jaman. Mengerikannya, Saya musti melewati jalan yang terjal, dan untungnya bawa Phanter dengan body tinggi, coba bawa baleno bisa2 merontokkan blok mesinnya. Memang keterlaluan banget pemerintah Indonesia. Melayani masyarakat dengan membuat jalan yang layak saja ngga bisa-bisa, apalagi punya rencana lain seperti pendidikan gratis, kesehatan gratis, pelihara anak terlantar, dan lain-lain. Yang ada cuman berebut kekuasaan, dan lupa akan fungsi sebenarnya melayani dan mensejahterakan rakyat.
Memasuki Semarang, mobil diarahkan pintu tol arah Solo. Disinilah masalah terjadi, karena timbul keraguan apakah melewati Demak atau melewati solo. Sampai pada akhirnya bolak balik antara pintu tol kearah Solo(Tembelang) dan pintu tol kearah Surabaya. Akhirnya diputuskan keluar pintu tol tembelang dan ke arah Solo. Pada peejalanan ini sempat berhenti di rumah makan Pring Sewu. Meski makanan yang disajikan tidak selejat iklannya di sepanjang jalan, tapi cukup untuk mengganjal perut. Pada akhirnya sampai dikota Solo. Sambil tes drive mobil ini, ke Surabaya dengan memilih jalur Tawang Mangu. Jalanan berkelok-kelok melewati pegunungan dan indahnya lereng gunung Lawu tempat dimana Asmaraman Kho Ping Ho berada. Sempat beristirahat di tepian telaga Sarangan, pada akhirnya sampai dikota Magetan. Beristirahat di rumah Didi, yang menemani dari Bandung, dan perjalanan dilanjutkan ke kota Surabaya sampai pada akhirnya tiba di Banyuwangi. Sepanjang perjalanan di Jawa timur merupakan perjalanan mengasikkan, meski jalanan agak sempit tetapi jalanannya aspal supermulus, sehingga memperlancar perjalanan.
Akhirnya sampai juga di Banyuwangi. Asal tau saja, mobil berjenis minibus ini mengkonsumsi solar untuk jarak Bandung – Banyuwangi (1100 km) senilai Rp 350.000,- Angka fantastis.. seperti iklannya Cring-cring-cring…
26 Apr
Di blog ini terpasang plugin statpresss yang dapat mendeteksi sebenarnya apa yang dicari seseorang sehingga mampir di blog ini. Anehnya, sering juga mampir karena mengetikkan keyword PIG PTN. Apa yang salah dengan pertanyaan ini?
Bukan salah memang, tapi peran bimbingan belajar (bimbel) yang menjamur ikut andil besar member pemahaman keliru tentang PIG. Sejatinya, namanya PIG tidak ada dalam seleksi PTN apapun. Ini mudah dipahami, karena alas an pertama, daya tamping PTN terbatas, sehingga menerapkan PIG sangat tidak mungkin. Kedua, resiko bagaimana jika yang mencapai PIG dijurusan tertentu terlalu sedikit bahkan mungkin tidak ada, atau yang mencapai PIG yang ditetapkan jurusan melebihi daya tamping yang ada. Dengan 2 alasan ini, sangatlah sederhana disimpulkan bahwa seleksi PTN tidak ada PIG. Toh jika ada PIG, maka PIG munculnya setelah seleksi PTN selesai. Dan tentunya PIG ini berflutuatif tergantung:
1. Kualitas siswa pemilih dijurusan tersebut. Jika pemilih jurusan tertentu pintar-pintar, maka PIG akan naik, begitu sebaliknya.
2. Kualitas soal. Jika soalnya sulit, dan banyak siswa yang tidak bisa mengerjakan soal maka PIG akan turun, begitu sebaliknya.
3.Jumlah siswa. Semakin banyak siswa, maka PIG naik, tetapi jika sebaliknya PIG aakan turun.
4. PTN. Pada umumnya PIG program studi di itb lebih tinggi dibandingkan dengan PIG dari PTN lain
Malah mungkin tanpa disadari, UN lah yang menggunakan PIG dalam proses kelulusan. Tahun 2009 ini misalnya, siswa SMA dapat disimpulkan lulus jika mempunyai nilai rata-rata UN untuk 6 bidang studi minimal 5,5. Nilai 5,5 inilah yang dimaksud dengan PIG.
Mengapa bimbingan belajar menggunakan PIG? Misalnya SSC, dimana saya ada didalamnya. PIG yang diterbitkan SSC berdasarkan nilai rata-rata peserta try out di SSC yang pada kelulusan setelah di trace lulus di program studi tertentu. Jadi, contohnya gini: siswa SSC yang milih FKU UNPAD ada 700 siswa. Dari 700 ini yang keterima 90 siswa. Dari 90 siswa inilah nanti nilainya dirata-ratakan kemudian nilai rata-rata terkecil digunakan sebagai PIG. Biasanya nilai siswa yang diratakan tersebut harus valid, misalnya siswa tersebut minimal mengikuti 5 kali TO, sedangkan data-data pencilan (menyimpang) dibuang. Nilai PIG bagi SSC digunakan sebagai alat evaluasi kemajuan kognitif siswa selama mengikuti program di SSC. Itu artinya nilai PIG SSC hanya dapat digunakan oleh siswa SSC.
Komentar Anda