begotsantoso.com

Untuk Pendidikan Yang Lebih Baik..

Archive for the ‘Dunia Pendidikan’ Category

UN 2009, Ujian Kejujuran

Tepat seminggu lagi  dari hari ini, tepatnya tanggal 20 April 2009 bagi Anda yang sekarang duduk dikelas 3 SMA menghadapi babak terakhir yakni Ujian Nasional (UN). Dibanding tahun sebelumnya UN kali ini ada yang berbeda. Pertama, pass in grade (PIG) kelulusan naik, dari rata-rata seluruh bidang studi 5,25 menjadi 5,5. Yang kedua, melibatkan dosen dari beberapa PTN untuk mengawasi jalannya UN.

Sebenarnya jika ditelaah lebih lanjut, persyaratan kelulusan rata-rata 5,5 untuk semua bidang studi masih kecil. Dengan masa studi SMA selama 3 tahun harusnya jika siswa dididik secara maksimal bias mendapatkan angka jauh diatas itu. Tapi permasalahannya, pendidikan di Indonesia tidaklah merata. Kualitas guru, fasilitas pendidikan, bahan ajar seperti buku2, dan lain-lain tidak sama antara sekolah yang satu dengan yang lain. Jangankan di puncak jayawijaya yang nota bene jauh dari pusat kekuasaan, di pinggiran Jakarta saja masih ditemukan sekolah yang roboh dengan sendirinya. Memilukan..

Apa peranan dosen dalam UN? Mengapa UN harus diawasi?.

Kita tahu, UN di Indonesia menjadi momok bagi sebagian besar siswa. UN ibarat kartu mati yang harus dijauhi. Siswa umumnya hanya berharap lulus tanpa melakukan hal-hal yang wajar. Hukum alam seperti kerja keras akan mendapatkan hasil, belajar pangkal pandai, dan kata-kata motivasi lainnya tidak berarti. Kondisi ini diperparah dengan usaha kolektivitas guru, kepala sekolah bahkan pimpinan didaerah tersebut membentuk tim sukses untuk kelulusan UN. Ini benar-benar mencoreng wajah pendidikan kita. Guru, kepala sekolah dan orang-orang yang terlibat dalam proses pendidikan yang selama ini mengagungkan kejujuran di langgar sendiri. Yang ada hanya melakukan cara-cara instan, mengabaikan etika demi mengejar target kelulusan dan hanya untuk kepuasan semu.

Peranan dosen PTN inilah yang kita harap dapat meluruskan hal-hal negatip tentang UN. Dosen pulalah harapan kejujuran itu tercipta. Dengan pengalamannya menggelar perhelatan seleksi masuk PTN, dosen setidaknya bisa menjadi PANWASU (panitia pengawas ujian). Persoalannya seberapa banyak dosen yang dilibatkan dalam UN kali ini? Bagaimana dengan pelaksanaan UN yang jauh dari PTN?

UN, sebagai sarana evaluasi harusnya kita junjung tinggi. Di perhelatan inilah kualitas pendidikan Indonesia dipertaruhkan. Meningkatnya standar kelulusan jangan disikapi dengan reaktif. Dengan UN harusnya menjadi evaluasi bagi guru-guru disekolah dan semua yang terlibat dalam proses pendidikan, sejauh mana yang sudah diberikan ke siswa untuk mengubah pengetahuannya. Bukan malah mengotori dengan bentuk-bentuk kecurangan. Pada akhirnya, UN merupakan ujian kejujuran bagi semua komponen yang  terlibat dalam dunia pendidikan.

SNMPTN 2009

Berikut info SNMPTN 2009:

I. PERSYARATAN

A. Seleksi :

  1. Lulus Ujian Nasional SMA/MA/SMK/MAK atau yang setara tahun 2007, 2008 dan 2009.
  2. Bagi calon peserta lulusan paket C harus menyerahkan fotokopi rapor tiga tahun terakhir.
  3. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses belajar mengajar di Perguruan Tinggi.
  4. Tidak buta warna bagi program studi tertentu.

B. Penerimaan :
Lulus Ujian Nasional, lulus SNMPTN 2009, dan sehat.

II. TEMPAT PENDAFTARAN DI SETIAP PANITIA LOKAL DI MASING-MASING WILAYAH

A. WILAYAH I:

  1. Panitia Lokal – Banda Aceh meliputi :
  2. Panitia Lokal – UNIMED Medan
  3. Panitia Lokal – USU Medan
  4. Panitia Lokal – Padang meliputi
  5. Panitia Lokal – Pekanbaru meliputi :
  6. Panitia Lokal – Jambi
  7. Panitia Lokal – Palembang
  8. Panitia Lokal – Bengkulu
  9. Panitia Lokal – Tanjungkarang
  10. Panitia Lokal – Jakarta meliputi :
  11. Panitia Lokal – Bogor
  12. Panitia Lokal – Bandung meliputi :
  13. Panitia Lokal – Banten
  14. Panitia Lokal – Pontianak
  15. Panitia Lokal Khusus Luar Negeri
    • KBRI Kuala Lumpur

B. WILAYAH II:

  1. Panitia Lokal – Purwokerto
  2. Panitia Lokal – Semarang meliputi :
  3. Panitia Lokal – Surakarta
  4. Panitia Lokal – Yogyakarta meliputi :

C. WILAYAH III:

  1. Panitia Lokal – Surabaya meliputi :
  2. Panitia Lokal – Malang meliputi :
  3. Panitia Lokal – Jember
  4. Panitia Lokal – Denpasar
  5. Panitia Lokal – Singaraja
  6. Panitia Lokal – Mataram
  7. Panitia Lokal – Kupang
    • Universitas Nusa Cendana (UNDANA)
  8. Panitia Lokal – Palangka Raya
  9. Panitia Lokal – Banjarmasin
  10. Panitia Lokal – Samarinda

D. WILAYAH IV:

  1. Panitia Lokal – UNM Makassar meliputi :
  2. Panitia Lokal – UNHAS Makassar
  3. Panitia Lokal – Palu
  4. Panitia Lokal – Kendari
  5. Panitia Lokal – Gorontalo
  6. Panitia Lokal – Tondano
  7. Panitia Lokal – Manado
  8. Panitia Lokal – Ambon
  9. Panitia Lokal – Jayapura
  10. Panitia Lokal – Ternate
    • Universitas Khairun (UNKHAIR)
  11. Panitia Lokal – Manokwari
    • Universitas Negeri Papua (UNIPA)

III. LINTAS WILAYAH

Peserta ujian dapat memilih Program Studi di setiap PTN di luar wilayah tempat peserta melakukan pendaftaran (lintas wilayah). Tempat ujian tidak merupakan kriteria penerimaan, sehingga peserta ujian tidak perlu mengikuti ujian di tempat Program Studi atau Universitas yang menjadi pilihannya. Peserta dapat memilih tempat ujian yang terdekat.

IV. JENIS TES

  1. Tes Potensi Akademik (TPA).
  2. Tes Bidang Studi Prediktif (TBSP) :
    • Tes Bidang Studi Dasar terdiri atas mata ujian Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
    • Tes Bidang Studi IPA terdiri atas mata ujian Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.
    • Tes Bidang Studi IPS terdiri atas mata ujian Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.
  3. Uji Keterampilan untuk beberapa program studi.

V. PENYELENGGARAAN UJI KETERAMPILAN

Peserta ujian yang memilih program studi Keolahragaan dan/atau Kesenian diwajibkan mengikuti Uji Keterampilan. Peserta Uji Keterampilan dapat mengikuti ujian di Perguruan Tinggi Negeri penyelenggara Uji Keterampilan terdekat yang memiliki Program Studi yang sama dengan Program Studi di Perguruan Tinggi Negeri yang menjadi pilihannya.

VI. JADUAL UJIAN

  1. Ujian Tulis
    • Rabu, 1 Juli 2009:
      • Tes Potensi Akademik
      • Tes Bidang Studi Dasar
    • Kamis, 2 Juli 2009:
      • Tes Bidang Studi IPA
      • Tes Bidang Studi IPS
  2. Uji Keterampilan
    • Pendaftaran Uji Keterampilan dilaksanakan pada tanggal 4 Juli 2009 dan pelaksanaan Uji Keterampilan pada tanggal 8 Juli 2009.

VII. PEMBOBOTAN HASIL UJIAN

  1. Program Studi yang tidak mengadakan uji keterampilan, proporsi bobotnya adalah sebagai berikut :
    • Tes Potensi Akademik (TPA) : 30%
    • Tes Bidang Studi Prediktif (TBSP) : 70%
  2. Program Studi yang mengadakan uji keterampilan, proporsi bobotnya adalah sebagai berikut:
    • TPA & TBSP : 60%
    • Uji Keterampilan : 40%

VIII. PENILAIAN HASIL UJIAN

  1. Penilaian hasil ujian menggunakan ketentuan sebagai berikut :
    • Jawaban BENAR : + 4
    • Jawaban SALAH : – 1
    • Tidak Menjawab : 0
  2. Setiap mata ujian akan dinilai berdasarkan peringkat dengan skala nol sampai seratus sebelum nilai tersebut dijumlahkan. Oleh karena itu, setiap mata ujian harus dikerjakan sebaik mungkin dan tidak ada yang diabaikan.

IX. KELOMPOK UJIAN

Peserta SNMPTN terbagi menjadi 3 kelompok :
1. Kelompok Ujian IPA.
2. Kelompok Ujian IPS.
3. Kelompok Ujian IPC (campuran IPA dan IPS).
Setiap peserta dapat mengikuti kelompok Ujian IPA, IPS atau IPC tidak harus sesuai dengan jurusan SMA/MA/SMK/MAK yang bersangkutan.

X. KELOMPOK PROGRAM STUDI DAN JUMLAH PILIHAN

  1. Program Studi yang ada di Perguruan Tinggi Negeri dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Program Studi kelompok IPA dan IPS.
  2. Setiap peserta ujian kelompok IPA/IPS dapat memilih maksimal dua program studi sesuai dengan kelompok ujian yang diikuti.
  3. Setiap peserta ujian kelompok IPC dapat memilih maksimal tiga program studi dengan catatan minimal satu program studi kelompok IPA dan satu program studi kelompok IPS.
  4. Urutan pilihan Program Studi merupakan prioritas pilihan.
  5. Peserta ujian yang memilih satu program studi boleh memilih program studi dari PTN di wilayah mana saja (lintas wilayah).
  6. Peserta ujian yang memilih dua program studi atau lebih, salah satu program studi tersebut harus merupakan program studi dari PTN yang berada satu wilayah dengan tempat peserta mengikuti ujian. Pilihan yang lain dapat merupakan program studi dari PTN di luar wilayahnya (lintas wilayah).
  7. Daftar program studi, daya tampung dan jumlah peminat tahun 2008 akan dicantumkan dalam Buku Panduan Peserta.

XI. BIAYA UJIAN

  1. Rp150.000,00 ( Seratus lima puluh ribu rupiah) per peserta untuk kelompok IPA atau Kelompok IPS.
  2. Rp175.000,00 (Seratus tujuh puluh lima ribu rupiah) per peserta untuk kelompok IPC ( IPA + IPS).
  3. Biaya tersebut disetor ke Bank Mandiri. Biaya yang sudah disetor tersebut tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun.

XII. CARA MEMPEROLEH FORMULIR PENDAFTARAN

  1. Membayar biaya ujian di Bank Mandiri melalui :
    • Kantor cabang Bank Mandiri di seluruh Indonesia.
    • ATM Mandiri.
    • Mandiri Internet.
    • Loket Bank Mandiri yang berada di tempat pendaftaran.
  2. Saat melakukan pembayaran, calon peserta memasukkan informasi :
    • Lokasi ujian.
    • Nomor ID calon peserta (KTP/SIM/Tgl Lahir Lengkap).
    • Kelompok Ujian (IPA/IPS/IPC).
  3. Pembayaran dapat dilakukan secara kolektif di seluruh cabang Bank Mandiri dengan melengkapi daftar calon peserta seperti butir (2).
  4. Pembayaran dapat dilakukan mulai tanggal 1 Juni 2009 (dapat diwakilkan).
  5. Penukaran bukti pembayaran (slip setoran/struk ATM/print out Internet Banking asli dari bank) dengan Formulir Pendaftaran SNMPTN 2009 di Panitia Lokal setempat dapat dilakukan tanggal 15 – 26 Juni 2009 (dapat diwakilkan).
  6. Alur Pendaftaran dapat dilihat pada halaman 22.

XIII. CARA PENGEMBALIAN FORMULIR PENDAFTARAN

  1. Pengembalian Formulir Pendaftaran dilaksanakan di Panitia Lokal pada tanggal 15 – 27 Juni 2009.
  2. Pengembalian Formulir Pendaftaran harus dilakukan sendiri (tidak boleh diwakilkan).
  3. Pada saat mengembalikan Formulir Pendaftaran, peserta harus membawa :
    • Formulir Pendaftaran SNMPTN yang sudah diisi lengkap dan benar serta tiga lembar pasfoto berwarna terbaru ukuran_4_x_6_cm, yang sudah ditempelkan pada bukti hadir dan tanda peserta SNMPTN (kecuali tanda tangan dan cap jempol).
    • Fotokopi Ijazah dan STL serta menunjukkan aslinya.
    • Fotokopi Identitas Diri (KTP/Paspor/Kartu Pelajar) dan menunjukkan aslinya.

XIV. BEASISWA MENGIKUTI UJIAN (BMU)

Panitia Pelaksana SNMPTN menyediakan Beasiswa Mengikuti Ujian (BMU) dalam jumlah yang terbatas untuk lulusan SMA/MA/SMK/MAK Negeri maupun Swasta dari keluarga yang secara finansial kurang mampu yang memenuhi persyaratan. Beasiswa tersebut berupa :
1. Biaya untuk pembelian Formulir Pendaftaran IPA/IPS dan;
2. Uang saku sebesar Rp250.000,00 untuk mengikuti ujian SNMPTN.
Persyaratan dan tata cara untuk memperoleh BMU dapat diperoleh di sini.

XV. PENGUMUMAN HASIL UJIAN

Hasil ujian diumumkan melalui situs web http://www.snmptn.ac.id yang dapat diakses mulai pukul 00.00 tanggal 1 Agustus 2009.

XVI. DAFTAR PROGRAM STUDI

Daftar Program Studi yang ditawarkan oleh PTN disajikan pada klik sini

XVII. SITUS RESMI DAN ALAMAT PANITIA PELAKSANA SNMPTN

  1. Situs resmi SNMPTN 2009 atau bisa juga klik disini. Segala informasi mengenai SNMPTN dapat diakses melalui situs web tersebut.
  2. Alamat Panitia Pelaksana SNMPTN 2009 Gedung D Lantai 2, Depdiknas Jl. Jend. Soedirman, Pintu I Senayan Jakarta

XVIII. LAIN – LAIN

Panitia Pelaksana SNMPTN berhak mengubah informasi ini tanpa pemberitahuan terlebih dulu.

Menyembuhkan Game Syndrom

Dunia anak adalah dunia permainan. Mereka begitu suka bermain, mengambil peran dari tokoh-tokoh tertentu, seperti pahlawan, orang tua, dokter, suster atau sekedar pembantu rumah tangga. Bahkan karena asiknya bermain mereka lupa akan kebutuhan primernya, seperti makan, minum, mandi atau belajar. Tetapi bukan berarti melihat perilaku mereka terus kita orang tua menyimpulkan bahwa cara itu tidak ada manfaatnya. Malahan dengan permainan itulah mereka bisa bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman-temannya. Permainan itu pula menjadi sarana efektif untuk mengembangkan imajinasi dan mengekspresikan diri.Bentuk permainan yang dimaksud di atas adalah jenis permainan tradisionil, yang melibatkan beberapa anak. Bukan bentuk permainan virtual seperti game-game di komputer, nintendo atau playstation. Game-game virtual sedapat mungkin di hindarkan dari dunia anak, karena pada game-game ini membuat anak menjadi egois, individualis, dan seringkali mengajarkan anak pada dunia kekerasan. Pada gilirannya anak menjadi brutal dan tak terkendali dan anak malahan menjadi korban dari permainan itu. Hal ini terjadi karena anak menjadi “kecanduan” dan lupa akan kebutuhannya sendiri yang sebenarnya lebih penting.

 Apapun bentuk permainannya (baca permainan tradisional), dalam batas waktu yang wajar masih tidak menimbulkan masalah, tetapi jika permainan sudah melampui batas waktu pada gilirannya akan menimbulkan masalah dalam proses belajar mereka. Karena anak menjadi capek dan tidak ada waktu lagi untuk membuka buku pelajarannya, yang pada gilirannya si anak menjadi kurang berprestasi di sekolah. Sebenarnya inilah masalah klasik di dunia anak. Olehnya peranan kita sebagai orang tua sangat menentukan terutama mengubah sikap anak dalam menghadapi kecanduan terhadap permainan menjadi anak yang bisa memanage waktu antara permainan dan kebutuhan belajarnya. Sehingga, kita akan menciptakan anak yang tidak kehilangan “masa” bermainnya tanpa mengabaikan kebutuhan primernya, belajar.

 Proses belajar sendiri tidak boleh dipaksakan, terlebih pada dunia anak. Belajar harus dilakukan secara sukarela dan tanpa tekanan. Belajar yang dipaksakan akan membuat anak frustasi dan hasilnya sangat sedikit. Belajar harus memang melibatkan emosi mereka. Belajar akan efektif jika dalam keadaan senang, fun. Tetapi permasalahannya tidak jarang menemukan anak yang kurang tertarik terhadap suatu materi pelajaran. Disinilah peranan orang tua yang dapat menjadi teman bagi mereka untuk mengubah sikapnya. Beberapa langkah yang mungkin bisa dilakukan:

 Bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka.
Filosofi ini di ambil dari konsep quantum teaching, bahwa untuk bisa mempengaruhi anak kita, langkah pertama yang musti dilakukan adalah memasuki dunia mereka  dan kita bawa dunia mereka ke dunia kita.  Ini tidak mudah, karena pendekatan yang dilakukan menggunakan berbagai aspek seperti pikiran, perasaan dan bahasa tubuh, yang ujung-ujungnya membutuhkan sebagian waktu kita sebagai orang tua. Tentunya kita sependapat bahwa untuk anak yang kita cinta, apapun akan kita lakukan terutama untuk hal-hal kebaikan.

 Melalui pendekatan ini anak tanpa sadar dan sukarela diajak dan dipengaruhi tentang segala bentuk kegiatannya. Intinya bahwa menanamkan kepercayaan, terutama kepercayaan anak terhadap orang tuanya. Adalah sifat alamiah manusia, bahwa kepercayaan sangat penting artinya dalam proses menstransfer pengetahuan dan sikap. Dengan anak percaya kepada kita, maka akan mudah bagi kita untuk mengubah sikap dan mempengaruhinya menuju hal yang kita inginkan. Sehingga, anak nanti akan belajar dengan sukarela dan tanpa paksaan.

 Akui segala bentuk usaha dan prestasinya
Mengubah sikap anak untuk mencintai semua mata pelajarannya memang sulit, tetapi dengan usaha sungguh bisa dilakukan. Langkah yang mungkin dilakukan adalah dengan menunjukkan penting dan kegunaan mata pelajaran tersebut, termasuk dalam “dunia” permainan, yang menarik baginya. Sehingga, anak akan tumbuh kesadaran bahwa pelajaran itu penting baginya dan mendorong mereka untuk belajar secara sadar dan senang.

Ketika anak sudah mencapai tahap memahami pentingnya pelajaran, tetapi tidak jarang dalam perjalanannya menemui kesulitan dalam belajar dan mulai “mogok” belajar, maka janganlah kita berputus asa dengan cara membentaknya atau merelakan dan membiarkan mereka tidak belajar. Cara terbaik adalah dengan mendengar keluhannya dan berempati sembari menanamkan pengertian bahwa ” Dibalik kesulitan pasti terdapat kemudahan”.

Apapun usaha yang dilakukan anak, kita harus mengakuinya, termasuk juga prestasinya. Anak kita bukan robot yang bisa diprogram seperti halnya robot-robot di dalam film. Anak kita riil, yang dalam mendidiknya butuh sentuhan emosi dan perasaan. Olehnya apapun usaha dan prestasinya harus selalu kita dukung dan berusaha untuk meningkatkannya.

 Berikan kisah sukses yang dicapai seseorang
Tidak ada salahnya kita membeli buku-buku biografi tentang kisah sukses seseorang. Banyak buku-buku tentang kisah sukses ilmuwan dibidang matematika, biologi, fisika, dan lain-lain yang diperjualbelikan. Kita bisa memilihnya sesuai dengan kebutuhan. Jika anak tidak suka membacanya, tidak ada salahnya kita menceritakannya di waktu senggang.

Hal yang diharapkan dari cerita sukses ilmuwan adalah timbulnya proses identifikasi anak terhadap tokoh yang diminati. Jika ini terjadi, anak akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan hal-hal yang juga dilakukan oleh tokoh idolanya, tentunya termasuk juga belajar. Jika ini sudah terjadi maka akan timbul kegairahan belajar tiada henti tanpa kita mesti sulit memberikan motivasi.

 Rayakan setiap bentuk prestasi yang dicapai.
Belajar harus mempunyai target. Belajar juga harus punya tujuan. Dengan menggunakan target dan tujuan, maka kita akan dapat menentukan tingkat keberhasilan anak apakah sudah tercapai tujuan dan target yang akan dicapai. Dalam istilah kerennya “mengacu pada tujuan akhir”.  Di dunia sekolah mungkin target yang realistis adalah mencapai prestasi / mendapatkan rangking terbaik. Jika hal ini bisa dicapai tidak ada salahnya merayakan pencapaian ini, misalnya dalam bentuk pemberian hadiah ke anak dan atau mungkin cukup berupa pujian saja yang sifatnya motivatif. Hadiahnya hendaknya dipilih yang positif dan mendidik.

Merayakan keberhasilan dalam konsep quantum teaching penting artinya, karena dapat berfungsi sebagai umpan balik bagi kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar.

(Disarikan dari Quantum Teaching dan Melejitkan IQ, IE, & IS)

Cara Mudah Membunuh Masa Depan Anak

Anak adalah buah hati kita. Memberikan sesuatu yang terbaik sepantasnya kita lakukan terhadap buah hati tersebut, termasuk dalam masalah pendidikan. Tidak ada satu orang tuapun yang berharap anaknya berkelakuan buruk dan kurang berprestasi di sekolah. Untuk itu orang tua selalu berusaha semaksimal mungkin memberi dukungan dan lingkungan terbaik untuk pertumbuhan anak mereka. Harapannya, agar anak bisa tumbuh secara normal mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. 

Masa anak adalah masa yang kritis. Karena di masa itulah semua potensi dikembangkan, baik fisik, emosional, kecerdasan, dan lain lain. Memberikan perlakuan yang salah pada mereka sama saja dengan membunuh masa depannya. Tetapi tidak jarang para orang tua tidak sadar dengan apa yang dilakukan terhadap anaknya, sehingga menimbulkan hal yang tidak baik dalam perkembangan anak. Untuk menghindari perlakuan-perlakuan yang tidak menguntungkan bagi perkembangan anak, maka sudah sepatutnya kita mengetahui perlakuan salah terhadap anak sehingga bisa jadi dapat membunuh masa depannya. 

Dalam sebuah situs Indonesia Interactive ,yang konsen terhadap permasalahan anak, mendeskripsikan perlakuan salah terhadap anak adalah sebagai berikut:

  • Menunjukkan ketidakpedulian kepada anak, jarang memberi tanggapan terhadap permintaan sekolah aau lembaga pendidikan anak tentang informasi, pertemuan-pertemuan atau kunjungan rumah.
  • Menolak keberadaan dan atau menyalahkan anak untuk masalah-masalah di sekolah atau di rumah.
  • Meminta guru untuk menggunakan disiplin fisik yang keras jika anak melakukan hal-hal yang menyimpang.
  • Memandang anak sebagai sesuatu yang benar-benar buruk, tidak berharga atau menjadi beban.
  • Menuntut kesempurnaan dari penampilan fisik atau akademis, yang tidak dapat dipenuhi anak.
  • Memenuhi kebutuhan emosional anak, seperti pengasuhan, perhatian dan kepuasan anak secara berlebihan.
  • Menunjukkan adanya konflik, ragu-ragu atau tidak mau memberikan penjelasan terhadap luka anak pada sekolah atau lembaga pendidikan tempat anak belajar.
  • Menggambarkan anak sebagai binatang, setan atau hal-hal negatif lainnya.
  • Menggunakan disiplin fisik yang kasar terhadap anak.
  • Tidak peduli terhadap anak.
  • Apatis atau depresi yang dapat mempengaruhi anak.
  • Bertingkah laku irasional atau aneh terhadap keinginannya yang menyebabkan anak menjadi korban.
  • Secara terus menerus menyalahkan, mengecilkan arti atau menyamaratakan anak.
  • Tidak memperhatikan anak dan menolak tawaran untuk dibantu menyelesaikan permasalahan anaknya di sekolah.
  • Secara nyata menolak anak.

 Dengan mengetahui beberapa deskripsi di atas, maka kita sebagai orang tua tentunya bisa menggunakan sebagai cerminan terhadap apa yang kita lakukan terhadap anak yang kita cintai. Jangan apa yang kita anggap benar  dalam memperlakukan anak selama ini malah memperburuk keadaan dan dapat membunuh masa depan mereka.

Strategi Sukses SNMPTN 2009

belajarDengan persaingan yang superketat dalam Seleksi masuk PTN, memenangkan persaingan diperlukan kerja keras, konsistensi dan strategi yang tepat, karena tanpa ini semua, bukan kesuksesan yang didapatkan tapi dipastikan kegagalan. Ada 4 faktor yang menentukan keberhasilan siswa dalam mengikuti Seleksi masuk PTN, yaitu memilih jurusan dan tempat kuliah, menguasai materi Seleksi PTN, menghindari kesalahan teknis, dan persiapan mental.

 MEMILIH JURUSAN DAN TEMPAT KULIAH
Hingga sekarangpun diantara kamu ketika ditanya: “Mau milih jurusan apa  ntar? Umumnya banyak yang menjawab “masih bingung”. Padahal waktu persiapan Seleksi masuk PTN semakin mepet, menetapkan jurusan tertentu sebagai sebagai pilihan merupakan keharusan. Olehnya, buatlah keputusan memilih jurusan di PTN sejak dini, tentunya dalam hal memilih jurusan harus disesuaikan dengan bakat dan minat. Untuk membuat semakin yakinnya keputusan yang kamu tersebut, mintalah dukungan dari orang tua, saudara, dan teman dekat/spesial yang nantinya dapat memberikan support atas pilihan yang kamu buat. Terlebih dengan Ortu yang nantinya akan membiayai kamu selama kuliah di PTN.

Apa kiat dalam memilih jurusan di suatu PTN? Harus disadari kesuksesan kamu dimasyarakat nantinya tidak tergantung pada jurusan atau PTN yang kamu pilih. Karenanya, ketika kamu memilih jurusan tidak harus memilih jurusan atau PTN yang lagi “ngetrend” atau “popular”, namun yang jauh lebih penting perlu dipikirkan besar-kecilnya daya tampung dan tingkat persaingannya.

Jika impian kamu dapat menembus PTN melalui SNMPTN, maka pada SNMPTN nanti, kamu setidaknya memilih 2 pilihan program studi, maka pada pilihan pertama, pilihlah jurusan yang betul-betul kamu inginkan, dan inilah sebenarnya impian kamu, sedang pilihan kedua: pilihlah jurusan yang saingannya tidak berat dan sesuai dengan kemampuan kamu. Untuk melihat tingkat persaingan tiap jurusan, kamu bisa memanfaatkan website SSC di www.sonysugemacollege.com dengan melihat nilai TO dan rangking pada program superintensif. Pilihlah jurusan dimana kamu masuk dalam 30% dari daya tampung di SNMPTN. Misalnya, jika kamu nantinya memilih jurusan FK UNPAD, dimana daya tampung di SNMPTN 150 mahasiswa, maka pilihan aman ketika nilai TO kamu termasuk 50 besar dari pserta TO yang milih FK Unpad. Agar peluang kelulusan besar, mintalah bantuan konsultan yang ada di SSC.

Selain itu, perlu juga dipertimbangkan tentang biaya hidup, tempat tinggal, keadaan lingkungan/sistem pergaulan di sekitar PTN yang kamu pilih. Ini perlu karena berhubungan dengan kemampuan finansial ortu dan lingkungan yang menunjang kesuksesan ketika kuliah.

 MENGUASAI MATERI SELEKSI MASUK PTN
Tidak ada kesuksesan yang dibangun dengan sim salabim. Semua orang sukses dibelahan bumi ini selalu melalui proses yang panjang dan melelahkan. Contohnya bagaimana  Thomas Alfa Edison dapat menemukan Listrik setelah ribuan kali percobaan. Don Jun Yong dengan perusahaan raksasa Hyundainya dibangun dengan kerja yang sangat keras. Bill Gates, manusia terkaya diplanet bumi setelah bertahun-tahun membangun perusahaan microsofnya sehingga menguasai software diseluruh dunia. Demikian halnya orang-orang yang sekarang sudah sukses di masuk PTN melalui proses belajar sangat keras. Ya, berarti kunci sukses di tembus PTN melalui proses belajar.

Dengan beban materi yang seambreg dan minimnya waktu, maka dalam proses belajar perlu strategi yang tepat. Banyak diantara kamu ketika mengerjakan soal berharap punya cara jitu / cepat (the fastest solution). Padahal cara tersebut  banyak yang menyesatkan, dan sering terjadi cara tersebut hanya untuk satu jenis soal saja, sehingga ketika berhadapan dengan soal yang berbeda kamu akan menemui kesulitan. Mulai sekarang, belajarlah konsep dan perkuat kuda-kuda sehingga kamu akan siap menghadapi berbagai tipe soal dan seleksi PTN apapun.

Kuasailah kisi-kisi seleksi masuk PTN tahun sebelumnya dengan mengerjakan tugas mandiri SSC. Buat juga target beberapa soal yang akan dikerjakan pada saat seleksi PTN nanti. Hal ini penting untuk menambah semangat belajar.

 HINDARI KESALAHAN TEKNIS
Dimateri profil SNMPTN kamu sudah tahu bahwa banyak peserta gagal bukan karena tidak dapat mengerjakan soal, tapi karena faktor teknis. Meskipun kelihatannya sepele, tapi peserta yang gagal karena kasus ini hampir sama dengan peserta yang lulus seleksi PTN. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menghindari kesalahan teknis.

  • – Pilihlah pensil 2B, serutan pensil dan penghapus dengan kualitas. Sedapat mungkin hindari menghapus, karena proses menghapus yang tidak bersih betul dapat terbaca oleh scanner dan Akibatnya menjadi fatal.
  • – Ketika kamu menerima LJK, perhatikan apakah LJK tersebut kualitasnya baik seperti cetakan jelas, tanpa coretan dan tidak terlipat.
  • – Jangan menghitamkan LJK kalau belum yakin itu sebagai pilihan jawaban. Setiap kali mengisi LJK berusahalah memeriksa kembali data yang kamu isikan tersebut, apakah sudah hitam benar, tidak berada dalam satu kolom dengan data lain dan sebagainya.

 
PERSIAPAN MENTAL
Tidak jarang peserta Seleksi PTN yang telah menguasai materi pelajaran dan tahu hal-hal teknis tentang Seleksi PTN menjadi gagal karena tidak adanya kesiapan mental pada diri peserta tersebut. Alasannya klasik, seperti merasa belum menguasai materi yang di seleksi kan, takut berbuat kesalahan, dan masih banyak lagi alasan yang digunakan. Berusahalah meniru sikap orang sukses didunia seperti halnya Michael Jordan. Pebasket legendaries dari AS tersebut setiap harinya berlatih dan ketika bertanding berkonsentrasi dengan apa yang dia lakukan ketika berlatih. Jordan tidak pernah mempedulikan bagaimana ribuan bahkan jutaan mata melihatnya ketika memasukkan bola basket ke keranjang. Dan hasilnya fantastic.

Demikian halnya ketika kamu mempersiapkan diri untuk seleksi masuk PTN. Jangan lagi berpikir tentang hasil. Serahkan semuanya pada Allah SWT. Yang terpenting buat kamu adalah berusaha maksimal agar mendapatkan hasil yang terbaik. Lebih perbanyak lagi berdoa pada Allah SWT, agar dipermudah ketika mengerjakan soal Seleksi masuk PTN. Sadari bahwa sepintar apapun kamu jika Allah SWT tidak mengijinkan, tidak akan lulus. Tetapi sebaliknya kamu biasa-biasa saja, kalau Allah berkehendak tetap akan lulus juga. Kuncinya JANGAN STRESS, karena stress akan menurunkan kemampuan otak. Usahakan setenang mungkin sehingga kamu dapat mempersiapkan Seleksi PTN secara optimal.

Ada banyak data menggambarkan bahwa otak manusia terdiri dari bermilyar-milyar sel aktif. Dan dari bermilyar-milyar sel aktif tersebut mampu membangun koneksi hingga 20.000 jalur setiap detiknya. Sambungan-sambungan inilah sebenarnya sumber dari kekuatan otak. Tetapi  kita umumnya  kesulitan memahami besarnya potensi tersebut.

Sebagai gambaran perbandingan, kita bisa mengambil data pada tahun 1997, ketika dunia terjadi booming internet, manusia dalam 3 hari hanya mampu membangun koneksi 200 juta diantara pengguna komputer didunia. Sedangkan otak kita mampu membuat jaringan 15 kali lebih besar dalam satu detik dibandingkan jaringan internet dalam 3 hari. Makanya sangatlah wajar Gordon Dryden menyatakan, “You’re the owner of the world’s most powerful computer“; Anda adalah pemilik komputer paling hebat di dunia.

Potensi otak memang luar biasa. Memahami besarnya potensi tersebut ibarat berwisata ke luar angkasa, sebuah wilayah yang tidak terpetakan. Padahal otak adalah sumber kecerdasan manusia. Untuk mengoptimalkan kerjanya tidak boleh tidak harus memahami sistem kerjanya. Para ahlipun menyatakan bahwa potensi otak tersebut dapat dioptimalkan, sehingga bisa mendapatkan hasil yang luar biasa, yang dalam konteks pendidikan adalah hasil belajar. Tetapi perlakuan yang salah dengan memberikan lingkungan dan sistem belajar yang tidak mendukung akan memenjarakan potensi otak tersebut, dan pada akhirnya berujung pada kegagalan dalam segala aspek.

Kelirumologi sistem pendidikan
Jika kita ingin melihat cara belajar yang baik, kita bisa berguru pada anak-anak. Mereka belajar dengan seluruh organ indra yang dimilikinya dan dilakukan dengan Fun, senang. Sehingga apapun yang mereka pelajari,  dengan mudah dapat memahami dan melakukannya dengan benar. Anak kita belajar tengkurap pada usia 8 bulan, belajar bicara pada usia 12 bulan, belajar berdiri pada usia 1,5 tahun, dan seterusnya. Mereka betul-betul mengalami proses belajar yang luar biasa. Tetapi sangat ironis ketika melihat sistem pendidikan kita, banyak hal-hal yang sebenarnya membunuh kreatifitas anak, ujungnya kita akan melahirkan banyak anak yang pasif, pesimis, takut dan lain-lain.

Meminjam istilah Jaya Suprana kita bisa melihat beberapa kelirumologi sistem pendidikan kita antara lain:

1.  Indoktrinasi
Banyak sekolah yang melakukan kegiatan belajar dengan sistem doktrin. Guru bertindak sebagai narasumber yang serba bisa. Perkataan guru tidak boleh dibantah karena selalu benar, sedangkan apapun yang dikatakan anak semuanya salah. Dalam kasus ini guru tak ubahnya seperti dokter atau dukun yang serba bisa. Belajar selalu berisi dengan kegiatan hafalan, dan tanpa kegembiraan. Kreatifitas anak harus ditindas dan dijinakkan. Logika kaku, dingin dan analistis dianggap sebagai satu-satunya jalan yang benar untuk mencari pengetahuan. Sehingga ujung-ujungnya anak menjadi tertekan, menderita mental, apatis dan pemurung. Bertanya pada guru merasa segan, dan otak anak menjadi terpenjara.

Sebaik apapun metode yang digunakan, jika dalam penyampaian materi tidak dalam keadaan Fun, akan mendapatkan hasil yang sangat sedikit. Kunci Akselerasi belajar adalah mengembalikan kegembiraan dalam belajar. Anak-anak akan belajar paling baik dalam lingkungan yang ditandai dengan adanya minat dan kebahagiaan pribadi dan bukan lingkungan penuh intimidasi, kebosanan dan stress. Kegembiraan dalam akselerasi belajar adanya kedamaian yang mendalam dan tenang serta perasaan saling terkait, utuh, dan terlibat. Jika ini dilakukan akan mendapatkan hasil belajar yang menakjubkan.

2. Sekolah Model Pabrik
Banyak pendidikan formal di-kita masih beranggapan bahwa sekolah tak ubahnya seperti pabrik. Siswa merupakan bahan produksi dan setelah diolah sekian tahun akan menjadi produk berkualitas. Peran guru disini tak ubah seorang ahli proses produksi. Model belajar yang digunakan biasanya satu jalur, standar, satu gaya, yang didasarkan pada waktu dan dibatasi ruang kelas. Tetapi dengan model ini sebenarnya sama saja dengan menciptakan rumah tahanan bagi anak. Anak belajar dengan terpaksa dan mengisi waktu selama beberapa tahun yang sudah ditentukan.

Dalam konsep Accerated Learning, jika mengoptimalkan belajar harus dengan berbagai gaya, atau bisa dianalogkan sebagai model penyajian makanan secara prasmanan akan lebih baik jika dibandingkan dengan model penyajian nasi rames. Meraih kesuksesan dalam belajar tidak cukup dengan satu cara, meskipun cara tersebut dianggap terbaik. Media apapun bisa digunakan, metode apapun juga sah dipakai. Membahas sebuah materi pelajaran harus dengan berbagai gaya, agar semua siswa bisa menerima sesuai dengan gaya belajarnya masing-masing. Siswa dibebaskan berkreasi mendapatkan cara terbaik dalam menerima materi pelajaran.  

 3. Paham Individualisme

Berkembangnya teknologi berimbas pada pandangan mendidik anak. Dulu, ketika komputer belum booming, anak-anak bermain cukup dengan gundu bersama anak lainnya dihalaman. Dalam kasus ini anak juga belajar berinteraksi dengan teman-temannya. Tetapi ketika komputer sudah dimiliki hampir setiap rumah, anak-anak terpolakan bermain game-game virtual. Belajar cukup sendiri, dan sosialisasi hanya dengan mesin. Akibatnya hasilnya tidak akan optimal.

Hasil penelitian di Community College Florida, belajar secara bersama-sama 300% lebih efektif jika dibandingkan belajar secara mandiri. Belajar dari pengalaman siswa lain akan lebih baik hasilnya. Jika diantara siswa saling membantu dalam proses belajar, pembelajaran akan meningkat pesat. Ini sebagai gambaran bahwa menumbuhkan sikap individualisme sangat tidak memberi keuntungan.              

4. Peran Media Cetak

Ketika Johannes Gutenberg pada tahun 1440 menemukan mesin cetak, secara global ternyata berpengaruh nyata pada pendidikan. Buku-buku jadi tersebar luas. Orang dalam belajar tidak harus menyelami sendiri dunia nyata atau bergaul dengan orang lain. Mereka dapat belajar sendiri dengan membaca buku, koran, majalah, dan lain-lain.  KATA-KATA adalah sarana satu-satunya untuk mendapatkan pengetahuan. Dan belajar menekankan pada proses mekanis dan linier. Akibatnya, otak kiri akan berkembang dengan baik, sementara otak kanan terpenjarakan.

Buku memang sarana yang baik dalam belajar. Tetapi,  buku itu sendirian, tanpa keseimbangan dari pengalaman seluruh otak, sehingga tidak memadai untuk menciptakan pengetahuan dan pemahaman sejati. Belajar yang benar meliputi bukan hanya dengan buku, tetapi juga pengalaman, tidak cukup dengan kata tetapi juga gambar, bukan hanya dengan otak kiri, tetapi juga otak kanan, tidak hanya melalui proses berurutan tetapi juga simultan.  Ada kata-kata bijak yakni “Jika Anda mencari informasi, bacalah kata-kata. Jika Anda memerlukan pemahaman, milikilah pengalaman“.

img_2725Lain ladang, lain ikannya. Lain anak, lain pula gaya belajarnya. Pepatah di atas memang pas untuk menjelaskan fenomena bahwa tak semua anak punya gaya belajar yang sama. Meskipun mereka bersekolah di sekolah atau bahkan duduk di kelas yang sama.

Kemampuan setiap anak dalam memahami dan menyerap pelajaran sudah pasti berbeda tingkatnya. Ada yang cepat, sedang dan ada pula yang sangat lambat. Karenanya, mereka seringkali harus menempuh cara berbeda untuk bisa memahami sebuah informasi atau pelajaran yang sama.

Sebagian siswa lebih suka jika belajar dengan cara membaca dari hasil tulisan guru di papan tulis. Tapi, sebagian siswa lain lebih suka menerima materi pelajaran dengan cara guru menyampaikannya secara lisan dan mereka mendengarkan untuk bisa memahaminya. Sementara itu, tidak sedikit siswa yang mempunyai model belajar dengan menempatkan guru tak ubahnya seorang penceramah. Guru diharapkan bercerita panjang lebar tentang beragam teori dengan segudang ilustrasinya, sementara para siswa mendengarkan sambil menggambarkan isi ceramah itu dalam bentuk yang hanya mereka pahami sendiri.

Apa pun cara yang dipilih, gaya belajar menunjukkan mekanisme setiap individu menyerap sebuah informasi dari luar dirinya. Karenanya, jika kita bisa memahami perbedaan gaya belajar setiap anak dan memberikan materi pelajaran yang sesuai dengan gaya belajarnya akan memberikan hasil yang optimal bagi dirinya.

Dalam buku Quantum teaching, ada beberapa tipe gaya belajar. Pertama, Gaya Belajar Visual. Gaya belajar seperti ini bercirikan harus melihat dulu buktinya baru bisa mempercayainya.

Karakteristik yang khas gaya belajar visual: pertama adalah kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual, kedua teratur, memperhatikan segala sesuatu dan menjaga penampilan, ketiga mudah mengingat jika dengan gambar, dan lebih suka membaca daripada dibacakan.

Pendekatan yang bisa digunakan agar anak bisa menerima  informasi / materi pelajaran secara optimal: pertama adalah menggunakan beragam bentuk grafis untuk menyampaikan informasi atau materi pelajaran. Perangkat grafis itu bisa berupa film, slide, gambar ilustrasi, coretan-coretan, kartu bergambar, catatan dan kartu-kartu gambar berseri yang bisa digunakan untuk menjelaskan suatu informasi secara berurutan.

Gaya belajar kedua disebut gaya belajar auditorial atau gaya belajar yang mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, anak harus mendengar, baru kemudian bisa mengingat dan memahami informasi yang diterimanya. Karakter yang lain bagi anak bertipe ini: perhatiannya mudah terpecah, dan jika belajar dengan cara menggerakkan bibir/bersuara saat membaca.

Pendekatan yang bisa dilakukan bila anak memiliki kesulitan belajar seperti di atas: pertama, menggunakan tape perekam sebagai alat bantu. Alat ini digunakan merekam bacaan atau catatan yang dibacakan atau ceramah pengajar di depan kelas untuk kemudian didengarkan kembali. Dan yang kedua adalah dengan wawancara atau terlibat dalam kelompok diskusi. Sedang pendekatan ketiga yaitu dengan mencoba membaca informasi, kemudian diringkas dalam bentuk lisan dan direkam untuk kemudian didengarkan dan dipahami. Langkah terakhir adalah dengan melakukan review secara verbal dengan teman atau pengajar.

Gaya belajar lain yang juga unik adalah yang disebut gaya belajar kinestetik yakni harus menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar bisa mengingatnya. Tentu saja, ada beberapa karekteristik gaya belajar seperti ini yang tak semua anak bisa melakukannya. Pertama adalah menerima informasi/pelajaran dengan cara menyentuh, berdiri berdekatan dan banyak bergerak. Sedang kedua, saat membaca sambil menunjuk tulisan. Karakter ketiga adalah anak tidak bisa/tahan duduk terlalu lama untuk mendengarkan pelajaran. Keempat, anak merasa bisa belajar lebih baik bila berjalan.

Untuk anak yang memiliki karakteristik seperti di atas, pendekatan belajar yang mungkin bisa dilakukan adalah belajar berdasarkan atau melalui pengalaman dengan menggunakan berbagai model atau peraga, bekerja di laboratorium atau bermain sambil belajar. Cara lain yang juga bisa digunakan adalah secara tetap membuat jeda di tengah waktu belajar. Tak jarang, orang yang cenderung memiliki karakter Kinestetik juga akan lebih mudah menyerap dan memahami informasi dengan cara menjiplak gambar atau kata untuk belajar mengucapkannya atau memahami fakta.

 

Penggunaan komputer bagi anak yang memiliki karakter kinestetik akan sangat membantu. Karena, dengan komputer ia bisa terlibat aktif dalam melakukan touch, sekaligus menyerap informasi dalam bentuk gambar dan tulisan. Selain itu, agar belajar menjadi efektif dan berarti, anak dengan karakter di atas disarankan untuk menguji memori ingatan dengan cara melihat langsung fakta di lapangan.

(Disarikan dari: Tempo Interaktif & Quantum teaching)

Rangking PTN Indonesia di Dunia

    Meskipun tidak mutlak, kualitas suatu PTN dapat dilihat dari rangking PTN tersebut jika dibandingkan PTN lainnya dalam suatu negara atau rangking didunia. World Class Universities (WCU) salah satu sistem pemeringkatan (rangking) yang dilakukan oleh lembaga Webometrics yang berpusat di Madrid, Spanyol. Kabar terkini dari lembaga ini, beberapa perguruan tinggi Indonesia berhasil masuk ke dalam peringkat WCU itu. Bangga jadi orang Indonesia.

 

   Berdasarkan hasil pemeringkatan Webometrics (sebuah lembaga pemeringkatan yang berpusat di Madrid, Spanyol yang didirikan atas inisiatif Cybermetrics lab, sebuah kelompok penelitian yang dimiliki Consejo Superior de Investigaciones Cientificas (CSIC) sebuah lembaga penelitian terbesar di Spanyol) adalah tiga perguruan tinggi Indonesia masuk ke dalam 1000 universitas terbaik dunia. UGM pada urutan 623, ITB pada urutan 676, dan UI pada urutan 906. UGM dan ITB masuk dalam top asia, masing-masing  di urutan 64 dan 71 Asia (dikti).

 

   33 universitas Indonesia masuk ke dalam 5000 universitas terbaik. Berbeda dengan THE dan QS dan Shanghai Jia Tong University, Webometric hanya focus pada  pemanfaatan ICT, pengembangan Website perguruan tinggi sebagai proxinya. Berikut rangking PTN dari Indonesia:

1.     Universitas Gadjah Mada urutan 623

2.     ITB Bandung urutan 676

3.     UI Jakarta urutan 906

4.     Universitas Gunadarma Jakarta urutan 1.604

5.     Institut Teknologi Sepuluh November urutan 1.762

6.     Sekolah Tinggi Teknologi Telkom urutan 1.960

7.     Universitas Kristen Petra urutan 2.013

8.     IPB Bogor urutan 2.063

9.     Universitas Brawijaya Malang urutan 2.152

10.  Universitas Sebelas Maret Surakarta urutan 2.159

11.  Universitas Airlangga Surabaya urutan 2.672

12.  Universitas Padjadjaran urutan 2.730

13.  Politeknik Electronik Surabaya urutan 3.016

14.   Universitas Bina Nusantara Jakarta urutan 3.026

15.  Universitas Diponegoro Semarang urutan 3.138

16.  Universitas Hasanudin Makassar urutan 3.198

17.  Universitas Sumatera Utara Medan urutan 3.254

18.  UNY Yogyakarta urutan 3.310

19.  Universitas Budi Luhur urutan 3.338

20.  UPI Bandung urutan 3.347

21.  Universitas Sanata Dharma Yogyakarta urutan 3.467

22.  Unila Lampung urutan 3.491

23.  Universitas Kristen Duta Wacana Yogya urutan 3.669

24.  UII Yogyakarta urutan 3.821

25.  Universitas Udayana urutan 3.950

26.  Universitas Kristen Maranatha Bandung urutan 3.983

27.  Universitas Riau urutan 4.160

28.  Unika Parahyangan Bandung urutan 4.394

29.  Universitas Mercubuana Jakarta urutan 4.430

30.  Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto urutan 4.572

31.  Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya urutan 4.623

32.  Universitas Jember urutan 4.780

33.  Unnes Semarang urutan 4.800

 

     Ada empat unsur penilaian yang ditetapkan oleh Webometrics, yaitu visibilitas (V) yang menghitung berapa banyak link eksternal yang terkandung website tersebut, ukuran (S) yang menghitung jumlah halaman yang tertangkap oleh mesin pencari seperti google, yahoo, live search dan exalead.

     Kemudian juga dihitung dari kekayaan file (R), yakni berapa banyak file jenis PDF (adobe acrobat), “Adobe PostScript“, “Word Document“, dan PPT (Presentation Document), serta “Scholar” (Sc) yang diambil dari data situs mesin pencari seperti disebutkan diatas terkait dengan tulisan-tulisan ilmiah dari perguruan tinggi bersangkutan.

     Seperti yang dikatakan oleh Ben Sowter dari THE dan QS (lihat World University Rankings, Methodology and Indonesia’s Performance, sebuah makalah yang dipresentasikan pada 10 Mei 2008 di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) dari tiga lembaga pemeringkatan (THE dan QS dan Shanghai Jia Tong University, dan termasuk Webometric) untuk posisi seratus besar dunia, premier league (dua ratus besar), sepuluh besar, selalu lahir hasil pemeringkatan yang konsisten dan tidak banyak perubahan. 10 besar dunia, misalnya masih diisi oleh nama-nama seperti Massachusetts Institute of Technology, Stanford University, Harvard University, University of California Berkeley, Cornell University, University of Michigan, California Institute of Technology, University of Minnesota, University of Illinois Urbana Champaign, University of Texas dan seterusnya. Bahkan dalam 50 besar masih didominasi oleh perguruan-perguruan tinggi Amerika.

     Sebetulnya hal ini menjadi wajar ketika kita melihat segala persyaratan-persyaratan yang dimiliki oleh perguruan-perguruan tinggi tersebut untuk membangun dan mempertahankan posisi perguruan tingginya. Misalnya kita ambil saja endowment Fund yang dimiliki oleh beberapa WCU. National Association of College and University Business Officers (NACUBO) Endowment Study  merilis pada tahun 2008, misalnya Harvard university memiliki dana abadi sebanyak 36,556,284,000 US$, Stanford University dengan nominal, 17, 200,000,000 US$, Massachusetts Institute of Technology dengan jumlah 10,068,800,000 US$. Dengan jumlah dana yang sangat besar ini, mereka bisa melakukan apa saja untuk membangun kampus. 

     Tidak salah kiranya apa yang dikatakan Charles M. Vest, the former President of the Massachusetts Institute of Tecnhology “ the factors I believe contribute the most to the excellence and competitive success of U.S. higher Education include:…a tradition of philanthropy, fostered by U.S. tax law, encourages alumni and others to support our colleges and universities. Nampaknya, perguruan tinggi Indonesia perlu juga mengembangkan dana abadi ini seperti yang sudah dimulai oleh beberapa perguruan tinggi seperti UI, ITB, UGM.

     Dengan dana abadi raksasa ini universitas-universitas bertaraf internasional menghidupkan dan menfasilitasi sivitas akademika mereka untuk melakukan penelitian, inovasi dan invensi, menghasilkan patent, buku, publikasi internasional. Kalau kita perhatikan profil pembiayaan universitas WCU ini pada sisi pengeluaran, maka pengeluaran terbesar (tentu diluar dana belajar mengajar, termasuk gaji) dialokasikan untuk riset (13-24 persen). Dan mereka melakukan riset yang relevan dan bermutu, sehingga tidak heran bukan hanya dana abadi, hasil riset pada akhirnya juga menjadi penyumbang pemasukan terbesar juga bagi universitas WCU. Sumber: dikti.go.id

Anda di Sini

IP

www.opulsa.com