begotsantoso.com

Untuk Pendidikan Yang Lebih Baik..

Archive for the ‘Dunia Pendidikan’ Category

Integrasi UN dan SNMPTN

Ganti Menteri, ganti kebijakan. Itulah ungkapan yang tepat untuk menyatakan kehebohan akhir-akhir ini terhadap rencana penggabungan antara UN (Ujian Nasional) SMA dan SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Mulai dari guru-guru di sekolah, orang tua, tentor di lembaga pendidikan, bahkan tak kalah seru dilingkungan siswa, topik yang satu ini selalu menjadi obrolan yang hangat. Ada yang mengatakan UN diintegrasikan dengan SNMPTN mulai tahun 2010 ini, sebagian lain menyatakan tahun 2011 dan ada juga yang 2012. Seperti halnya keberadaan UN sendiri, proses integrasi ini juga terjadi pro dan kontra. Bahkan forum guru, jelas-jelas menyatakan menolak.

Terlepas dari pro dan kontra integrasi, kita yang mengaku bagian dari civitas institusi pendidikan, musti mawas diri terhadap pelaksanaan UN selama ini. Bukan rahasia lagi, bagaimana UN dilakukan oleh sekolah penuh dengan kecurangan. UN yang tadinya bertujuan mulia, yakni dengan standarisasi mutu, hanyalah slogan belaka. Yang ada, guru, kepala sekolah dan bahkan pimpinan daerah secara kolektif bekerja sama, atas nama gengsi daerah dan sekolah  “mensukseskan UN”, meskipun dengan cara-cara yang mengabaikan norma kejujuran.

Apakah mungkin UN di integrasikan dengan SNMPTN?

Jika dilihat dari tujuannya, UN berbeda dengan SNMPTN. UN bertujuan untuk sarana evaluasi tingkatan pendidikan tertentu. Apa yang dievaluasi pada UN sudah tergambar dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Dari SKL inilah sebenarnya dapat dijabarkan dalam bentuk soal-soal. Siswa dinyatakan lulus jika dapat mengerjakan soal-soal yang diujikan dengan nilai minimal tertentu yang dari tahun ketahun meningkat. SNMPTN bertujuan untuk alat seleksi memasuki PTN tertentu. Desain soal yang ada di SNMPTN mempunyai daya beda yang tinggi, sehingga panitia SNMPTN dengan mudah dapat “memotong” nilai-nilai peserta SNMPTN sesuai dengan daya tampung di jurusan masing-masing PTN. Bahasa sederhananya, soal SNMPTN dibuat dari yang mudah (banyak siswa yang bisa mengerjakan), hingga yang sulit (hanya sedikit siswa yang bisa mengerjakan).

Melihat perbedaan tujuan yang akan dicapai UN dan SNMPTN, rasanya teramat riskan jika keduanya diintegrasikan. Terlebih jika ditelusuri alasan lainnya, seperti pelaksanaan UN yang diragukan akuntabilitasnya.

Bagaimana seharusnya UN dilaksanakan jika diintegrasikan dengan SNMPTN?

Seandainya pemerintah yang diwakili dengan menterinya tetap mengintegrasikan UN dan SNMPTN, maka pelaksanaan UN harus mempunyai persyaratan seperti halnya seleksi umumnya, diantaranya

a)       pola soal UN  dapat menjamin mutu yang siswa yang lulus dan sekaligus dapat diterima oleh perguruan tinggi, termasuk dimungkinkannya diterima oleh PTN lintas wilayah/daerah,

b)       skor UN dapat digunakan untuk evaluasi atau pengukuran terhadap kuliatas siswa yang masuk ke perguruan tinggi,

c)       obyektivitas tinggi  (termasuk mengurangi tekanan dari luar) dan sekaligus meningkatkan akuntabilitas UN terhadap masyarakat secara umum.

d)       melibatkan PTN, bukan hanya sebagai pengawas, tapi juga sekaligus pelaksana termasuk desain soal.

e)       meniadakan fungsi UN sebagai parameter kelulusan. Sebab sangat dimungkinkan jika nilai UN rendah dan dibawah pass in grade yang sudah ditentukan, ternyata lulus dalam SNMPTN.

f)        secara teknis, resiko kebocoran dipastikan tidak ada, dan sentralisasi pengolahan data secara komputerisasi.

Memang jika diintegrasikan,  pemerintah dan rakyat dapat menghemat dana yang sangat besar. Tetapi dengan persyaratan yang ketat seperti itu, mungkinkah dapat terlaksana? Belum lagi alasan lokasi SMA yang terdistribusi ke seluruh pelosok Indonesia sehingga butuh pengawasan ketat dan berapa dana yang harus dikeluarkan jika PTN secara fungsional ikut dalam pelaksanaan UN? Jangan sampai tujuannya menghemat dana, malah pada akhirnya membutuhkan dana yang lebih besar dan pelaksanaan UN masih seperti UN-UN sebelumnya.. Kita tunggu saja…

Program Studi di ITB

Meskipun penamaan kelompok program studi di ITB sudah berubah, tapi masih banyak siswa belum mengetahuinya. Ini terjadi karena sosialisasi pihak itb yang ‘mungkin’ dirasa masih kurang, atau mungkin karena masih terbiasa dengan pola lama. Di ITB sekarang, lebih popular nama fakultas dibandingkan dengan program studinya. Selain itu, di itb penamaan dimasing-masing kelompok program studi juga belum seragam, misalnya ada yang menggunakan fakultas, sebagian lainnya menggunakan istilah sekolah. Belum lagi ada dinamikan di fakultas atau sekolah tertentu misalnya, sudah dibuka beberapa program studi.

Strategi penerimaan di ITB pun dalam memilih program studi juga berubah. Dulu, ketika seorang calon mahasiswa akan mengikuti seleksi PTN dan memilih ITB, maka bisa langsung memilih program studi keinginannya, tetapi sekarang ketika seseorang ingin memilih jurusan tertentu maka harus memilih fakultas atau sekolah dimana program studi itu berada. “Penjurusan” sesuai program studi keinginannya, dilakukan setelah setahun kuliah di ITB, itupun jika yang bersangkutan memenuhi criteria yang dipersyaratkan program studi ITB. Berat juga ya perjuangan mahasiswa ITB untuk sesuai dengan program studi impiannya..

Inilah fakultas atau sekolah di ITB beserta program studi didalamnya:

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) :
Ø  Matematika (MA)
Ø  Fisika (FI)
Ø  Astronomi (AS)
Ø  Kimia (KI)

Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) :
Ø  Biologi (BI)
Ø  Mikrobiologi (BM)

Sekolah Farmasi (SF) :
Ø  Sains dan Teknologi Farmasi (FA)
Ø  Farmasi Klinik dan Komunitas (FKK)

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) :
Ø  Teknik Geologi (GL)
Ø  Teknik Geodesi dan Geomatika (GD)
Ø  Meteorologi (ME)
Ø  Oseanografi (OS)

Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) :
Ø  Teknik Pertambangan (TA)
Ø  Teknik Perminyakan (TM)
Ø  Teknik Geofisika (TG)
Ø  Teknik Metalurgi (MG)

Fakultas Teknologi Industri (FTI) :
Ø  Teknik Kimia (TK)
Ø  Teknik Fisika (TF)
Ø  Teknik Industri (TI)

Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) :
Ø  Teknik Mesin (MS)
Ø  Aeronotika dan Astronotika (AE)
Ø  Teknik Material (MT)

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) :
Ø  Teknik Elektro (EL)
Ø  Teknik Tenaga Listrik (EP)
Ø  Teknik Telekomunikasi (ET)
Ø  Sistem dan Teknologi Informasi (II)
Ø  Teknik Informatika (IF)

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) :
Ø  Teknik Sipil (SI)
Ø  Teknik Lingkungan (TL)
Ø  Teknik Kelautan (KL)

Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) :
Ø  Arsitektur (AR)
Ø  Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK)

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) :
Ø  Seni Rupa (SR)
Ø  Kria (KR)
Ø  Desain Interior (DI)
Ø  Desain Komunikasi Visual (DKV)
Ø  Desain Produk (DP)

Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) :
Ø  Manajemen (MB)

Inilah rangking perguruan tinggi negeri (PTN) Indonesia didunia terbaru versi webometric pada bulan juli 2009. World Class Universities (WCU) salah satu sistem pemeringkatan (rangking) yang dilakukan oleh lembaga Webometrics yang berpusat di Madrid, Spanyol. Kabar terkini dari lembaga ini, beberapa perguruan tinggi Indonesia seperti UGM, ITB dan UI masih merupakan perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Data rangking PTN selengkapnya di sini

572 Universitas Gadjah Mada
727 Institute of Technology Bandung
1010 University of Indonesia *
1080 Petra Christian University
1126 Gunadarma University
1617 Universitas Sebelas Maret
1643 Airlangga University
1849 Institut Teknologi Sepuluh Nopember
2215 Bogor Agricultural University
2590 Brawijaya University
2685 Universitas Muhammadiyah Surakarta
2779 Diponegoro University
2791 Universitas Negeri Malang *
2839 Indonesia University of Education *
3017 Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
3058 Universitas Islam Indonesia
3142 Universitas Padjadjaran
3276 Universitas Mercu Buana
3303 Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya
3446 Universitas Hasanuddin University
3453 Universitas Udayana
3468 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
3565 Atma Jaya Yogyakarta University
3642 Universitas Jember
3968 Yogyakarta State University
4084 Universitas Lampung
4220 Universitas Katolik Parahyangan
4406 Universitas Paramadina
4568 Universitas Sriwijaya
4713 Bina Nusantara University
4884 Universitas Sumatera Utara
5051 Duta Wacana Christian University
5109 Universitas Budi Luhur
5274 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
5495 Universitas Riau Beranda
5900 Informatics and Computer College Stmik Amikom
5943 Universitas Sanata Dharma
5975 Universitas Negeri Semarang
5996 Maranatha Christian University

Musik dan Kecerdasan

Beberapa hari yang lalu, Saya melihat disalah satu stasiun TV yang menceritakan bagaimana seorang Gita Gutawa bisa menjadi wanita monumental (atau anak-anak kali) yang di sekolahnya selalu “the best” serta menjelma menjadi sosok penuh bakat, dari memainkan alat music piano dan menyanyikan berbagai jenis lagu. Dalam ceritanya di acara yang mempunyai host serba bisa Farhan tersebut, diceritakan banyak hal, diantaranya perjalanan karir Gita Gutawa yang telah melanglang dibelahan eropa. Bahkan, atas prestasinya tersebut Gita gutawa mempunyai prestasi dan piala yang hampir menyamai ayahnya yang juga seorang maestro music, Ervin Gutawa. Tak lupa seorang Farhan pun mempertanyakan apa rahasianya mempunyai anak seperti Gita Gutawa? Dengan lugas jawabannya: “dari masih dalam kandungan selalu diperdengarkan musik”

Apa hubungan musik dengan kecerdasan? Berdasarkan pengamatan pada sejumlah anak, para peneliti dari Universitas California menyimpulkan bahwa belajar musik pada usia dini dapat meningkatkan kecerdasan seperti kemampuan bernalar dan berpikir dalam jangka panjang. Hasil penelitian ini begitu menarik perhatian sehingga buku The Mozart Effect karangan Don Campbell (1997), begitu monumental .

Menurut Ahli saraf dari Harvard University, Mark Tramo, M.D., getaran musik yang masuk melalui telinga dapat mempengaruhi kejiwaan, Ini terjadi karena didalam otak manusia, terdapat jutaan neuron dari sirkuit secara unik menjadi aktif ketika kita mendengar musik. Neuron-neuron ini menyebar ke berbagai daerah di otak, termasuk pusat auditori di belahan kiri dan belahan kanan. Mulai dari sinilah kaitan antara musik dan kecerdasan terjadi. Makanya tidak salah pada abad 19 seorang penulis di Inggris pernah berkata “Musik itu adalah nyanyian para malaikat”.

Penelitian bagaimana pengaruh musik terhadap kecerdasan juga dilakukan oleh psikolog Fran Rauscher dan Gordon Shaw dari University of California-Irvine, Amerika Serikat pada tahun 1994. Hasil penelitian yang dilakukan membuktikan bahwa erat kaitan antara kemahiran bermusik dengan penguasaan level matematika yang tinggi, dan keterampilan-keterampilan sains. Setelah delapan bulan, penelitian kedua pakar ini menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan program pendidikan musik, meningkat inteligensi spasialnya (kecerdasan ruang) sebesar 46% dibandingkan dengan anak-anak yang tidak diekspos oleh musik.

Bukan hanya sekedar kecerdasan spasial, musik juga meningkatkan kemampuan bahasa dan kosa kata anak serta logika yang pada akhirnya si anak mampu mengorganisasi ide dan mampu memecahkan masalah. Menurut ahli neuroscience dan penulis buku Early Childhood Connections: The Journal of Music and Movement-Based Learning, Dr. Dee Joy Coulter mengatakan, melalui kegiatan bermain dan mendengar musik, anak dapat memperoleh manfaatnya yang optimal.

Berbagai tulisan dan penelitian tentang bagaimana pengaruh musik terhadap kecerdasan tidak terbantahkan. Adalah sebuah kewajiban bagi komunitas pendidikan yang konsen terhadap perkembangan otak anak mengintegrasikan dalam proses pembelajaran dengan mendengarkan musik. (disadur dari berbagai sumber)

Cara Belajar Efektif

Seringkali dalam obrolan santai dengan siswa sering ditanya, bagaimana cara belajar biologi yang benar? Bagaimana cara memahami materi pelajaran agar tidak cepat lupa? Mengapa saya sulit mengerti ketika belajar? Dan banyak pertanyaan lain seputar cara yang paling efektif menyerap materi pelajaran.

Perlu dipahami bahwa setiap orang bersifat unik dalam proses menyerap materi pelajaran. Tidak bisa kita memaksakan cara kita paling efektif untuk proses belajar. Berbekal dari pengalaman mengajar dan membaca buku-buku tentang bagaimana otak bekerja, cara belajar efektif  dapat disimpulka:

1. Runut
Usahakan belajar materi pelajaran dari topik / materi termudah terlebih dahulu. Biasanya materi pelajaran disusun dengan pola seperti itu. Bahkan tidak jarang, untuk memahami materi tertentu harus mengerti materi lainnya. Jika merasa perlu, tanyakan ke guru atau tentor di mana Anda belajar, mana sebaiknya materi yang perlu dikuasai terlebih dahulu.
2. Tau Istilah
Setiap belajar suatu materi pelajaran, biasakan mulai dengan definisi. Dari judul bab, sub bab, atau ada istilah dalam materi tersebut. Jika perlu definisi istilah dalam materi pelajaran, tulislah di area khusus dalam lembar buku dengan spidol berwarna. Ini membantu Anda mengingat istilah tersebut. Tulisan berwarna biasanya melibatkan emosi dan mudah dikenali otak, terutama otak kanan, sehingga memudahkan Anda dalam proses mengingat kembali.
3. Tau Bendanya
Ada 3 tipe orang dalam menyerap materi pelajaran, yaitu visual, audiotorial, dan kinestetik. Tetapi, pada umumnya orang mempunyai tipe visual, disamping tipe lainnya. Olehkarenanya, menyertakan gambar atau video dalam proses belajar akan memudahkan memahami materi pelajaran. Manfaatkan gambar yang ada dalam buku-buku atau majalah, dan jika perlu gambar dari ensiklopedia atau internet.
Selamat Mencoba!!..
wap2qg7bn3

Meskipun terlambat, info tentang bagaimana putra bangsa meraih prestasi dalam ajang IBO masih menarik. 3 dari 4 peserta IBO dari Indonesia meraih medali, antara lain: 1 medali emas atas nama Anugerah Erlaut (SMA Kharisma Bangsa, Tangerang), 1 medali perak atas nama Irfan Haris (SMAN 1 Pringsewu, Lampung) dan 1 medali perunggu atas nama Elbert Wijaya (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta), sedang  1 siswa lainnya, Danang Chrysnanto belum berhasil meraih medali. Sukses buat peserta, dan sukses buat pa Dr. Agus Dana, sebagai pembimbingnya. Inilah press releasenya (diambil dari situs tobi).

20th INTERNATIONAL BIOLOGY OLYMPIAD (IBO)

Tsukuba, Japan – July 12-19, 2009

IBO ke 20 tahun 2009 telah diselenggarakan di Tsukuba, Jepang. Acara Olimpiade Biologi ini bertepatan dengan perayaan 200 tahun Charles Darwin serta 150 tahun publikasi “The Origin of Spesies”. Acara IBO tahun ini diikuti oleh delegasi dari 56 negara dengan jumlah siswa 221 orang, ditambah 4 negara sebagai observer.

Acara pembukaan hari Senin, 13 Juli 2009 dihadiri oleh Prince & Princess Akishimo sebagai Honorary President IBO ke 20. Chairperson Organizing Committee IBO ke 20, Dr. Hirro Imura dari Universitas Tsukuba mengawali acara pembukaan, dilanjutkan oleh sambutan dari Chairman IBO, Dr. Poonpipoe Kasemsap (Koordinator Tim IBO Thailand). Kemudian Menteri Pendidikan, Kultur, Sains & Teknologi Jepang, Mr. Ryu Shinoya; Chairman Japan Science Foundation, Dr. Akito Arima dan President University of Tsukuba, Dr. Nobuhiro Tamada. Prince & Princess Akishimo yang menghadiri acara pembukaan sejak 30 menit sebelum dimulainya acara juga memberikan sambutan sekaligus membuka acara IBO ke 20. Prince & Princess Jepang terus mengikuti acara hingga melakukan ramah tamah dan bersantap siang bersama dengan para peserta.

Empat (4) siswa IBO ke 20 yang mewakili Indonesia adalah:

1. Anugerah Erlaut, siswa kelas XII, SMA Kharisma Bangsa, Tangerang. Pada OSN 2007 di Surabaya meraih Medali Emas dan mendapatkan The Best Teori. Pada IBO ke 19 tahun 2008 di India, Anugerah memperoleh Medali Perak.

2. Irfan Haris, siswa kelas X, SMAN 1 Pringsewu, Lampung. Pada OSN 2008 di Makasar meraih Medali Perak. Tahun 2007, Irfan mengikuti IJSO di Taiwan dan memperoleh Medali Perak.

3. Danang Crysnanto, siswa kelas XI, SMAN 1 Wonogiri. Pada OSN 2008 di Makasar meraih Medali Perunggu.

4. Elbert Wijaya, siswa kelas XII, SMANK 1 Penabur Jakarta, Pada OSN 2008 di Makasar meraih Medali Perak.

tobi-2

TOBI 09 dari kiri: Anugerah Erlaut (medali Emas), Elbert Wijaya (medali Perunggu), Danang Chrysnanto, dan Irfan Haris (medali Perak)

Ke empat siswa didampingi Pembina Tim IBO Indonesia, yaitu: Dr. Agus Dana Permana; Dr. Maelita R. Moeis; Dr. Devi Nandita Choesin; dan Dr. Iriawati dari SITH – ITB, Dr. Sucipto Hariyanto dari Biologi UNAIR, serta Ir. Gunardi Sihhatmanahadi dari DEPDIKNAS.

Setelah pembukaan, sekitar pukul 14.00 waktu setempat para pembina yang bertindak sebagai Juri mulai melakukan diskusi dan penterjemahan 4 set soal Test Praktikum, yaitu : 1) Anatomi Hewan dan Tumbuhan : Anatomi ulat sutera (Bombix mori), bunga dan buah Vigna angularis (sejenis tanaman kacang); 2) Biokimia dan Biologi Molekuler : Penetuan aktifitas enzim asam fosfatase yang dilihat berdasarkan reaksi fosfatase dari perubahan absorbansi karena perubahan konsentrasi yang diukur dengan spektrofotometer; 3) Genetika : Karakter berbagai lalat buah yang sangat sering digunakan sebagai studi Genetika, serta pigmen matanya yang dilihat dengan cara kromatografi dan analisis proteinnya dengan elektroforesis; 4) Fisiologi Sel : Bentuk dan jumlah sel ragi yang berproliferasi, serta mekanisme pergerakan regenerasi alga uniseluler. Seluruh Test Praktikum dilakukan di Department of Biological Sciences, Universitas Tsukuba.

Para juri dari Indonesia selesai dengan menterjemahkan soal pada pukul 03.00. Selasa, 14-7-2009 Test Praktikum dimulai pukul 09.00 dan selesai pukul 17.00. Setiap bidang test harus diselesaikan oleh para siswa selama 90 menit.

Para siswa diberi kesempatan istirahat dengan melakukan tour ke Pusat Penelitian Roket Jepang, Science Center, serta salah satu Kuil yang menjadi World Heritage, yaitu Nikko Toshugu. Selama para siswa melakukan tour, para Juri menterjemahkan 2 set soal Test Teori. Diskusi dan penterjemahan soal berlangsung hari Rabu, 15-7-2009 dan diselesaikan selama sekitar 14 jam, walaupun ada beberapa delegasi yang bekerja hingga 18 jam.

Kamis, 16-7-2009, seluruh siswa melakukan Test Teori di Universitas Tsukuba selama 4,5 jam dengan diselingi istirahat 1 jam untuk makan siang.

Setelah melakukan koreksi hasil pemeriksaan Panitia setempat, para Juri melakukan moderasi dan berdiskusi mengenai penilaian serta jumlah medali yang akan diberikan.

Acara Penutupan IBO ke 20 dilakukan pada hari Sabtu, 18-7-2009, diawali dengan spesial seminar yang disampaikan oleh Prof. Dr. Makoto Asashima, salah satu ahli Biologi Perkembangan di dunia. Pada pukul 16.00 mulai diumumkan para pemenang yang meraih medali perunggu, perak dan emas. Dengan bangga, Tim IBO Indonesia 2009 berhasil mempersembahkan 1 Medali Emas yang diperoleh Anugerah Erlaut, 1 Medali Perak dari Irfan Haris dan 1 Medali Perunggu dari Elbert Wijaya. Hasil tersebut merupakan kerja keras para putra terbaik Indonesia, walaupun tidak lepas dari bantuan para pembina, pengajar, asisten, tutor, dan guru mereka, serta Departemen Pendidikan Nasional yang senantiasa membuat Program Olimpiade Internasional di bidang Biologi, Kimia, Fisika, Matematika, Komputer dan Astronomi berjalan dengan lancar.

Untuk mempersiapkan peserta IBO ke 21 tahun 2010 yang akan dilaksanakan di Korea Selatan, pada awal Agustus 2009, Depdiknas akan melakukan seleksi melakui ajang Olimpiade Sains Nasional yang akan diselenggarakan di Jakarta dari tanggal 3 – 9 Agustus 2009.

Dukung Terus Tim Olimpiade Biologi Indonesia
Koordinator TIM IBO Indonesia
Dr. Agus Dana Permana
email: agus@itb.ac.id

UNDIP Menolak Mahasiswa dari Malaysia

Semarang (ANTARA News) – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2009-2010, tidak lagi menerima mahasiswa yang berasal dari Malaysia.

“Kami melakukan itu sebagai wujud nyata dalam mengekspresikan rasa nasionalisme,” kata Rektor Undip Prof. Susilo Wibowo usai upacara penerimaan mahasiswa baru di kampus Undip Tembalang, Semarang, Selasa.

Menurut dia, selama ini Malaysia sering tidak menghargai harkat dan martabat bangsa Indonesia lewat berbagai cara, termasuk klaim Malaysia atas berbagai kebudayaan yang berasal dari Indonesia. Disinggung tentang kerja sama yang sering dilakukan Undip dengan perguruan tinggi di Negeri Jiran tersebut, ia mengatakan, untuk kerja sama memang masih ada yang dilakukan.

Namun, kata dia, kerja sama tersebut dilakukan untuk menyerap ilmu dan teknologi yang dimiliki untuk dimanfaatkan dan dikembangkan di Indonesia, berbeda dengan penerimaan mahasiswa. Karena itu, untuk penerimaan mahasiswa yang berasal dari Malaysia, pihaknya memutuskan untuk tidak melakukannya lagi, setidaknya dapat dilihat dalam penerimaan mahasiswa baru pada tahun ini.

Sementara itu, Kepala Humas Undip, Agus Naryoso juga membenarkan hal tersebut.  “Dulu, mahasiswa Malaysia banyak yang belajar di FK Undip, namun untuk saat ini sudah tidak ada lagi mahasiswa baru dari Malaysia,” katanya.

“Kalau mahasiswa Malaysia yang sudah masuk sebelum tahun ini memang masih ada, dan mereka tetap diberi kesempatan untuk menyelesaikannya, namun mahasiswa baru tidak ada lagi,” kata Agus.

Ia mengatakan, Undip pada tahun ajaran ini menerima sebanyak 9.151 mahasiswa baru, terdiri dari program doktor sebanyak 175 orang, magister sebanyak 1.298 orang, spesialis sebanyak 1.154 orang, dan profesi 222 orang.

“Jumlah terbesar mahasiswa baru adalah di program sarjana sebanyak 6.087 orang, dan diploma berjumlah 1.215 orang,” katanya. Menurut dia, untuk penerimaan mahasiswa tahun ini, Undip telah menyiapkan beberapa sarana dan prasarana yang menunjang, di antaranya rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

“Rusunawa tersebut terdiri dari empat unit dan setiap unit mampu menampung sekitar 252 orang, sehingga total mahasiswa yang akan tertampung berjumlah 1.008 orang,” katanya.

Selain itu, kata dia, para mahasiswa baru tersebut akan memeroleh jaminan kesehatan yang lebih baik dengan dibangunnya rumah sakit pendidikan, serta bendungan di kampus Tembalang yang juga dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi.

“Tahun ini, Undip juga direncanakan menjadi kampus terpadu dengan berpindahnya Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Ilmu Budaya yang semula di Pleburan ke Tembalang,” katanya.
(*)

Program Studi Apa Yang Terbaik?

Pertanyaan seperti judul diatas seringkali dipertanyakan oleh siswa. Pertanyaan lain juga, misalnya di FISIP jurusan apa yang bagus? Mana yang lebih bagus antara ekonomi UNPAD dan FMIPA ITB? Saya lebih baik masuk Ilmu Kesejahteraan UNPAD atau FK di PTS?

Wah bingung juga ngejawabnya. Kalo ukurannya kesejahteraan atau materi dimasa depan juga susah dibuat polanya. Faktanya, ada teman yang alumni STEI ITB jadi pengangguran, ada alumni jurusan peternakan yang kerja di PMA dengan gaji hampir seratus jutaan. Bahkan ada tetangga yang hanya lulusan SMA jadi pengusaha kaya raya.

Trus yang menjadi acuan apa? Menurutku ya apa yang benar2 diinginkan siswa. Ini berasal dari pengalaman curhat siswa yang DO dari ITB karena setelah masuk dijurusan tertentu ternyata mata kuliah yang dipelajari tidak sesuai dengan minatnya. Biasanya kalau dari awal siswa sudah tau apa yang mereka inginkan, setelah menjalani kuliah ya enjoy dan mampu berbicara banyak. Intinya bisa jadi yang terbaik..

So, jurusan apapun jika dapat jadi yang terbaik akan memudahkan dalam mencari pekerjaan (itupun kalo parameternya finansial). Berarti, jurusan apapun ya jadi terbaik, yang penting sesuai dengan skenario pingin jadi apa dimasa depan.. Pilihlah jurusan sesuai dengan cita-cita nantinya.. Begin From the ENd..

Seleksi PTN setelah SNMPTN 2009

Ada yang masih pesimis dengan seleksi SNMPTN 2009, dan ingin mencoba seleksi PTN lainnya? Jangan kuatir, tahun 2009 ini banyak sekali PTN yang seleksi mandirinya dilakukan setelah SNMPTN. Anda berminat? Saya sudah mengumpulkan infonya dari web masing2 PTN disini.atau klik tabulasi-seleksi-ptn-2009-setelah-snmptn

Sukses UN 2009 (Finishing Touch)

cartoon-books-clipartUN benar-benar membuat panik siswa, sekalipun berasal dari SMA favorit. Setiap hari, ketika mengadakan tambahan ntah siang atau malam selalu dijubeli dengan siswa. Meski Saya memberi tambahan untuk mata pelajaran Biologi. Harusnya, jika dipersiapkan dengan betul, hari ini hingga waktu UN berlangsung, sudah waktunya siswa menghadapi minggu tenang. Apa yang perlu Anda persiapkan seminggu ini, sebelum menghadapi UN?

Persiapkan peralatan

Jangan meremehkan peralatan, meskipun hal sepele. Jika Anda tidak mempersiapkan dengan baik, maka akan membuat segalanya menjadi buyar. Usahakan membeli pensil , penghapus, penggaris, ballpoint, dan serutan. Karena Anda akan berkonsentrasi selama ujian, usahakan hal-hal yang kecil tersebut menjadi sandungan Anda. Membeli pensil harusnya lebih satu dan semuanya dalam keadaan sudah di serut. Hindari ketika mengerjakan soal Anda direpotkan dengan tumpulnya pensil, sehingga Anda menyerut selama ujian berlangsung. Untuk pensil, sebaiknya ujung yang satu runcing, sedangkan ujung lainnya tumpul. Ujung yang runcing digunakan untuk membulatkan bagian pinggir, sedangkan ujung yang tumpul untuk ditengah.

Jangan Stress

Setiap siswa akan menghadapi hal yang sama, yakni merasa belum siap ujian yang pada akhirnya membuat stress. Padahal stress dapat mengurangi tingkat kemampuan dalam mengerjakan soal hingga 50%. Hindari stress. Anggap persiapan selama 3 tahun ini sudah cukup. Tidak pernah dalam sejarah UN, siswa yang mampu mengerjakan seluruh mata pelajaran seratus persen benar. Ini yang perlu Anda pahami. So, tidak ada gunanya Anda stress yang justru akan merugikan Anda sendiri.

Hindari Masalah

Seperti ujian pada umumnya, UN juga membutuhkan persiapan mental yang baik agar dapat mengerjakan setiap soal secara optimal. Olehkarenanya, setiap ada masalah dengan teman, sahabat, orang tua, saudara dan lain-lain hendaknya secepatnya diselesaikan, sebelum pelaksanaan UN. Selain itu hindari percakapan atau perilaku apapun yang mendatangkan masalah baru. Ini penting, terutama untuk persiapan mental, sehingga Anda dapat mengerjakan setiap soal dengan menyenangkan dan tidak dibayangi dengan masalah.

Jaga Kesehatan

Percuma saja jika Anda mati-matian belajar tetapi pas hari H UN sakit. Olehkarenanya, jaga kesehatan. Jangan melakukan olahraga atau aktivitas yang berlebihan sehingga membuat badan menjadi sakit. Lakukan olahraga ringan untuk menjaga kebugaran. Konsumsi vitamin dan buah-buahan untuk menjada stamina. Jangan di forsir lagi belajar. Jangan sampai pada hari H UN Anda malah jenuh ketika menghadapi soal.

Apa yang perlu dipersiapkan menjelang UN

Yang perlu dipersiapkan terutama mental. Sehari menjelang ujian jangan mengerjakan lagi soal yang sifatnya hitungan, apalagi jika tidak di damping oleh pengajar/guru. Jika Anda merasa kesulitan mengerjakan akan menambah ke-stress-an Anda. Lebih baik mengulang pelajaran yang bersifat ingatan. Jika besuknya mau UN materi hitungan, Anda cukup mencoba mengingat rumus-rumus yang akan digunakan. Kecuali Anda sudah siap mental ketika tidak bisa mengerjakan soal tertentu.

Sikap terbaik setelah UN

Setiap selesai mengerjakan soal UN, pada siang hari tidak perlu membuka kembali soal yang sudah diujikan. Karena itu tidak akan pernah membantu menyelesaikan masalah. Lebih baik, mempersiapkan untuk UN di hari berikutnya. Jangan juga mencocokkan jawaban. Tinggalkan itu semua, dan persiapkan untuk menghadapi ujian dihari berikutnya.

Setelah semua rangkaian UN selesai, pasrahkan semua hasil pada Allah. Semoga apa yang Anda lakukan, mendapatkan hasil optimal. Jangan menunggu hasil UN dengan santai, karena setelah UN Anda akan menghadapi UAS dan even yang sangat menentukan hidup Anda, yakni seleksi PTN.

Anda di Sini

IP

www.opulsa.com