Siapa yang mau hidup didunia ini berprofesi sopir, Saya yakin tidak banyak orang yang bercita-cita jika dalam hidupnya menjadi sopir. Jika ada pilihan, pasti memilih pekerjaan yang jauh dari resiko dan mempunyai penghasilan melimpah.

Sopir, terutama sopir bus adalah pekerjaan dilematis. Hidup dijalan dengan kondisi jalan yang amburadul, undang-undang perlindungan yang tidak berpihak padanya, perilaku pengguna jalan belum empati ke pengguna jalan lain, serta penegak keadilan (baca polisi) yang seringkali menambah ruwet kondisi,ditambah lagi KIR kendaraan penuh dengan aroma kong kalikong. menambah profesi sopir menjadi lebih menderita. Apalagi profesi sopir tidak mendapat tunjangan hidup semestinya.

Akhir-akhir ini,peristiwa kecelakaan ada diberbagai daerah dan menyebabkan korban jiwa baik penumpang bus maupun pengguna jalan lain. Dan hampir semua sama alasannya,karena rem blong, tidak berfungsi. Lagi2 sopir menjadi orang yang paling disalahkan. Bahkan, seringkali terjadi sopir jika ada kecelakaan dikejar-kejar, dipukulin bak maling dan mobilnya di bakar.

Logikanya, ketika suatu kecelakaan disebabkan masalah teknis, harusnya pihak perusahaan  dan pemerintah bertanggung jawab. Kok pemerintah. La petugas dishub korup. Semua persyaratan kendaraan biar laik jalan dapat di beli. Sopir-sopirr.. tanggung jawabmu besar, resiko besar, gaji super kecil…

Gambar kecelakaan lalulintas dari sumber detiknews