UN dari tahun ke tahun memang menjadi momok bagi siswa.. Meski even ini tiap tahunnya membuat banyak siswa takut dan bahkan penuh emosi, terlebih jika tidak lulus, tetap saja siswa tidak mau belajar dari pengalaman ini. Yang terjadi, setelah pengumuman UN barulah berteriak-teriak.

UN memang menjadi buah simalakama bagi siswa. Ini karena semua usaha siswa selama 3 tahun hanya dinilai dalam 1 kali ujian dan dilakukan selama seminggu. Olehkarenanya wajar, jika tidak sedikit siswa yang gagal mungkin karena kesehatan atau bahkan ketidaksiapan. Karena memang proses UN dilakukan dalam waktu yang sama seluruh Indonesia. Hal inilah sebenarnya bertentangan dengan kerangka sistem pendidikan Indonesia yang ingin mengabdopsi sistem SKS (belajar tuntas per satuan pelajaran). Harusnya dengan kerangka ini setiap siswa mempunyai ketuntasan berbeda-beda, sehingga peranan satuan pendidikan (sekolah) dalam proses kelulusan adalah mutlak.

Bukan rahasia lagi, selain menyimpan banyak masalah, akuntabilitas UN juga dipertanyakan. Di Bandung sendiri, di SMA terbaik saja, pada pelaksanaan UN tahun 2010, saya bertanya pada siswa, apakah diantara kalian ada yang mendapatkan kunci sebelum pelaksanaan UN berlangsung? Jawabannya mengejutkan, banyak diantarannya sudah mendapatkannya. Dan bahkan di SMA Cimahi (menurut teman yang kebetulan anaknya sedang mengikuti UN), anaknya diberi nomor simpati dan anak tersebut dijadikan koordintor tim sukses.. Belum lagi kasus kebocoran kunci jawaban UN yang beredar via SMA dari SMA swasta tertentu, dan menurut info mempunyai kesamaan kunci hingga 80 persen.

Trus, mau dibawa kemana hasil UN yang akuntabilitasnya dipertanyakan? Bagaimana mau meningkatkan mutu pendidikan jika civitas pendidikan yang menghancurkannya sendiri? Harusnya dari tahun ke tahun pemerintah, diknas, kepsek, guru dan siswa sama-sama belajar arti kejujuran.. Teramat sayang dana yang lebih 500 milyar untuk hajatan UN, ujung-ujungnya tidak berarti apapun. Idealnya nilai UN siswa Indonesia bisa menjadi barometer kemajuan pendidikan, tetapi sangat disayangkan dengan hasil UN melalui proses yang tidak baik, bangsa ini telah memboongi dirinya sendiri.. melihat ini saya hanya bisa bilang “Capek deh..”