begotsantoso.com

Untuk Pendidikan Yang Lebih Baik..

Archive for October, 2009

Penerimaan CPNS di Lingk. Depag 2009

PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN  AGAMA TAHUN 2009

Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 277 Tahun 2009 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil Departemen Agama Tahun 2009, Panitia Pengadaan CPNS Departemen
Agama
memberikan kesempatan kepada mereka yang memenuhi syarat untuk mengisi lowongan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2009, sebagai berikut :

I. FORMASI PADA UNIT ESELON I PUSAT
A. PERSYARATAN
1. Warga Negara
Indonesia
;

2. Berusia serendah-rendahnya 18 Tahun
dan
setinggi-tingginya 35 tahun (pada tanggal 1 Desember 2009).

3. Bagi pelamar yang berusia lebih dari 35 Tahun sampai dengan 40 Tahun harus melampirkan bukti wiyata bakti sampai dengan tanggal 1 Desember 2009 minimal 12 Tahun 8 bulan secara terus menerus
dan
tidak terputus pada instansi pemerintah / lembaga swasta yang berbadan hukum;

4. Ijazah yang diperoleh dari Perguruan Tinggi Swasta yang belum memperoleh izin penyelenggaraan sebagaimana Keputusan Mendiknas Nomor184/U/2001 tanggal 23 November 2001 harus disahkan oleh Kopertis / Kopertais;
5. Ijazah yang diperoleh dari Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidikan Tinggi Luar Negeri, harus melampirkan Surat Keputusan Penetapan tentang Penyetaraan /tanda sah dari Ditjen Pendidikan Tinggi Diknas/Ditjen Pendidikan Islam Departemen
Agama
;

6. Legalisir copy ijazah Universitas/Institut ditandatangani oleh Rektor, Dekan atau Pembantu Dekan Bidang Akademik, sedangkan legalisir copy ijazah Sekolah Tinggi ditandatangani oleh Ketua atau Pembantu Ketua Bidang Akademik;
7. Tanggal penetapan ijazah harus sebelum tanggal lamaran, sedangkan surat keterangan atau pernyataan lulus tidak dapat digunakan untuk melamar;
8. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap;
9. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai Pegawai BUMN/BUMD atau Pegawai Swasta;
10. Tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil;
11. Bersedia ditempatkan di seluruh Wilayah Republik
Indonesia
atau negara lain yang ditentukan oleh Pemerintah;

12. Tidak menjadi anggota/pengurus PARPOL;
13. Bersedia memenuhi peraturan
dan
perundang-undangan/ketentuan yang berlaku di lingkungan Departemen
Agama
.

B. CARA MENDAFTAR
1. Menyampaikan lamaran yang ditulis tangan sendiri dengan tinta hitam
dan
ditandatangani oleh pelamar dengan melampirkan :

a) Foto copy ijazah yang dilegalisir sesuai dengan kualifikasi pendidikanyang dibutuhkan;
b) Pas photo hitam putih/berwarna ukuran 3 x 4 cm sebanyak dua lembar;
c) Foto copy KTP yang masih berlaku.
2. Lamaran pada unit eselon I pusat dialamatkan ke Kotak Pos 22339 Jakarta 10000 dengan mencantumkan satuan kerja unit eselon I yang dituju
dan
jenis ketenagaan yang dilamar di sudut kiri atas pada amplop lamaran;

3. Pelamar wajib melampirkan amplop balasan yang telah ditempel perangko kilat dengan menuliskan nama, alamat
dan
kode pos.

C. WAKTU PENDAFTARAN
Waktu pendaftaran mulai tanggal 5 Oktober 2009 sampai dengan stempel pos tanggal 20 Oktober 2009.

II. FORMASI SATUAN KERJA DAERAH
Bagi Pelamar yang ada di daerah, dapat melihat pengumuman
dan
mengajukan lamaran sesuai dengan formasi pegawai yang ada pada satuan kerja daerah masing-masing yang meliputi :

1. Kantor Wilayah Departemen
Agama
Provinsi

2. Kantor Departemen
Agama
Kabupaten/Kota

3. Institut
Agama
Islam Negeri

4. Institut Hindu Dharma Negeri
5. Universitas Islam Negeri
6. Sekolah Tinggi
Agama
Islam Negeri

7. Sekolah Tinggi
Agama
Kristen Negeri

8. Sekolah Tinggi
Agama
Hindu Negeri

9. Sekolah Tinggi
Agama
Buddha Negeri

10. Balai Diklat Keagamaan
11. Balai Penelitian
dan
Pengembangan
Agama

Jakarta, 5 Oktober 2009

Panitia Pengadaan CPNS
Departemen
Agama
RI

Pelajaran dari Es Teller 77

Apa sih hebatnya es teller 77? Kalo dipikir-pikir dibandung ada es teller yang jauh lebih nikmat meski hanya dipinggir jalan. Coba rasakan diujung jln bungur, dekat karang setra. Disamping es legit, susu yang banyak dengan buah yang segar. Belinya juga ngantri-ngantri. Dan teman yang pernah dikenalin dengan rasa es teller ini selalu bilang uenak. Tapi mengapa es teller 77 lebih familiar di telinga kita. Dan bahkan saya pernah jalan-jalan ke Sorong, Papua Barat, es Teller ini sudah ada disana.

Mengenal es teller 77 tidak dapat dilepaskan dengan nama Sukyatno. Gambaran otobiografi Sukyatno, mengharu biru. Ijazah yang Ia punyai hanya sampai SMP dan hidupnya bertahun-tahun serba semrawut. Pengalaman bisnisnya pun termasuk “asal-asalan”. Ia pernah menjadi salesman kondom, obat cina, bahan kimia, dan barang-barang teknik. Ia belum pernah diterima sebagaipegawai bulanan. Makanya tidak salah di setiap ada kesempatan seminar dia menyebut dirinya mempunyai gelar MBA (Manusia Bisnis Asal-asalan). Tetapi ia pernah menjadi pemborong bangunan, reklame, leveransir, percetakan, biro jasa sekaligus tukang catut serabutan. Bangkrutpun pernah dialami sampai habis-habisan. Bahkan pada tahun 1978, Sukyatno terpuruk hutang. Hutangnya dibanding kekayaan yang dipunyai ketika itu adalah 10 : 1. Untungnya isteri mempunyai keahlian masak dan berjualan bakmi di garasi rumahnya. Pernah siwirausaha ini meneteskan air matanya karena dari hasil jualan bakminya waktu itu tidak mampu untuk membayar sekolah anaknya. Dan dengan bekal turun kelapangan dari bisnis-bisnis sebelumnya, Sukyatno mampu mengembangkan Es Teler 77 dengan cepat dan kini sudah memasuki tahapan stabil. Bahkan saat ini Es Teller 77 sudah menjadi perusahaan yang diwaralabakan.

Ide Es Teler 77 JuaraIndonesia sendiri, sebenarnya bermula dari keberhasilan mertua Sukyatno, Ny Murniati Widjaja,yang memenangkan Juara I Lomba membuat es teler se-Indonesia pada tahun 1982. Peluang itulah yang diambil Sukyatno untuk menancapkan bisnisnya. Hal-hal yang dapat dipelajari dari es teller 77 adalah:

1. Mental pemenang. Dilihat dari riwayat hidupnya, Sukyatno adalah orang yang pantang menyerah. Berbagai usaha telah dia lakukan tanpa mengenal lelah dan bahkan tiada hentinya mencoba sesuatu hal yang baru. Meski usahanya pernah terpuruk bahkan hutangnya over dosis, Sukyatno tidak pantang menyerah dengan terus berwirausaha. Ini membuktikan bahwa
dia mempunyai mental sebagai pemenang. Tidak peduli halangan apapun didepan, tetapi tetap melakukannya. Orang mampu seperti ini kalau mempunyai ‘dream’ yang kuat. Di pikirannya sudah membayangkan dia sukses. Dia mulai sesuatu dari ‘finish’.

2. Merk dagang. Es teller yang saya rasakan di jl bungur bandung rasanya enak. tapi tidak mempunyai merk dagang apa-apa. sehingga orang akan kesulitan mengenalnya. Tetapi Es Teller 77 dibuat dan diekspos besar-besaran, sehingga tertanam dalam image bawah sadar setiap orang yang mendengar yaitu Es Teller yang rasanya enak. Ketika Es Teller ini sudah dikenal banyak orang, maka secara otomatis mempunyai nilai jual (brand equity).

3. Diferensiasi. Dimanapun daerahnya kalo kita menemukan orang yang berjualan es Teller, umunya warung tenda dengan lingkungan yang kumuh. Tapi Sukyatno mempunyai kiat lain, yaitu mengubah tampilan ‘warung’ es Teller menjadi semacam ‘kafe’ dengan cat dan standar pelayanan yang khas, sehingga terkesan nyaman dan hiegin. Pelajaran yang dapat diperoleh adalah bahwa diferensiasi dalam bisnis mutlak diperlukan, karena jika bentuk penyajian es Teller ini sama dengan produk yang lain, maka bisnis itu sudah seperti bisnis komoditi, artinya beli dimanapun tempatnya ya sama saja. Jika mempunyai diferensiasi dengan produk lain yang sejenis, maka orang akan rela untuk datang meski ditetangganya mungkin ada warung yang sejenis. Inilah yang oleh Tung Desem Waringin disebut dengan “nilai tambah”

4. Bisnis yang diwaralabakan. Menarik sekali, Es Teller diwaralabakan. Selama ini kita familiar mengenal waralaba dari Amerika yang sukses, seperti McD, KFc, dan lain-lain. Meski secara akademis Sukyatno tidak berpendidikan tinggi, namun pikirannya sudah sangat maju dengan cara bisnis waralaba. Membesarkan bisnis bukan dengan cara membesarkan warung yang kita punya. Cara waralaba adalah sarana yang efektif. Kuncinya ada di sistem. Sukyatno pasti membuat sistem yang khas bagi warung Es Tellernya dan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi wirausahawan lain untuk mengikuti jejaknya. Dengan ‘initial fee’ dan ‘management fee’ yang akan dia peroleh dari setiap waralaba yang dia buka, Sukyatno dipastikan bisnisnya semakin besar dan memasuki dunia “passive income’. Inilah yang disebut dengan aset, yang banyak orang mengharapkannya. Kesuksesan Es Teller 77 tidak terlepas dari motto yang dia pegang: * Hidup ini harus dilakoni (dijalani), bukan hanya di khayalkan. * Kegagalan dalam hidup adalah kesuksesan yang tertunda. * Hidup harus diisi dengan kerja keras, dengan menggunakan akal, bukan Sekedar Okol.” Sukyatno dengan es teller 77nya memanfaatkan dengan betul hukum “faktor kali”.

  • 4 Comments
  • Filed under: Serba-serbi
  • Anda di Sini

    IP

    www.opulsa.com