begotsantoso.com

Untuk Pendidikan Yang Lebih Baik..

Archive for June, 2009

Sistem Penilaian SNMPTN 2009

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, SNMPTN 2009 menggunakan sistem penilaian persentil per bidang studi sebelum dijumlahkan. Penilaian detilnya panitia SNMPTN tidak pernah terbuka, tetapi dari press release yang dilakukan panitia SNMPTN 2009, dapat di tafsirkan sebagai berikut:

Mata pelajaran yang diujikan SNMPTN 2009 terdiri atas: TPA (tes potensi akademik) dan Tes Bidang Studi Prediktif (TBSP) yang meliputi: matematika dasar, bahasa indonesia, bahasa inggris, matematika ipa, biologi, kimia, fisika. Setiap bidang studi ini nanti di nilai berdasarkan aturan betul kali 4 dan salah dikali -1. Setelah skor didapat, maka dilakukan pembobotan dimana TPA dikali 0,3 (atau sama dengan 30% sedang TBSP masing-masing dikali 0,1 (total 70%, karena ada 7 bidang studi).  Inilah yang saya sebut sebagai nilai mentah. Dari skor ini peserta mendapatkan rangking per bidangstudi di program studi yang dipilihnya.

Nilai mentah ini yang kemudian dipersentilkan menggunakan rumus 100 (1-rangking/jumlah peserta). Rangking dan jumlah peserta disini adalah rangking dan jumlah peserta yang memilih jurusan tertentu. Karena menggunakan persentil, maka hati-hati bagi yang nilainya minus atau nol. Dari nilai persentil perbidang studi ini dijumlahkan dan didapatkan nilai tertentu. Nilai tertentu yang didapatkan perbidang studi inilah nanti dijumlahkan dan dirangking kemudian dipotong sesuai daya tampung jurusan tersebut.

Jadi sesuai uraian diatas, maka setiap siswa nantinya akan mendapatkan rangking jurusan yang dipilihnya. Artinya jika siswa X memilih 2 jurusan/program studi, maka akan mendapatkan 2 rangking. Kelihatannya rumit ya, tapi komputerisasi ya ngga masalah. Yang jelas, sistem penilaian apapun yang digunakan tetap saja menggunakan 2 hal, yakni:
– Rangking
– Daya tampung
Kesimpulannya: Jadi yang terbaik merupakan modal utama dalam sistem penilaian apapun..

  • 2 Comments
  • Filed under: Seleksi PTN
  • Viva SNMPTN 2009 (Finishing Touch)

    Tidak terasa dua hari lagi pelaksanaan SNMPTN 2009 diadakan. Hampir dua bulan sudah, berkonsentrasi  mengajar dan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu pemahaman siswa. Saya yang oleh bigbos ditugasi ngurusi Supercamp melakukan segala upaya, dari mulai motivasi, outbond, klinik belajar, micro teaching dan proses pembelajaran dikelas. Tujuannya satu, bisa menghantarkan kelulusan siswa sebanyak-banyaknya.

    Hari ini minggu, dan dua hari setelahnya rabu dan kamis, tanggal 1 – 2 juli 2009, SNMPTN berlangsung. Apa sebenarnya yang perlu dilakukan siswa dalam dua hari terakhir? Apapun kondisinya, setiap siswa harus melakukan afirmasi SIAP SNMPTN 2009. Tidak boleh ada kata-kata belum atau tidak siap.  Anggap persiapan selama ini sudah cukup. Dan sadari tidak pernah ada peserta SNMPTN yang bisa menjawab soal SNMPTN seratus persen benar. Hal-hal lain yang perlu dilakukan:

    1.         Normalkan kembali siklus biologi

    Bagi Anda yang habis-habisan belajar hingga larut malam atau mungkin sampai pagi, hati-hati dengan siklus biologi ini. Jangan sampai kebiasaan ini terbawa hingga hari H SNMPTN. Belajar hingga larut malam atau pagi sangat bagus, tapi mendekati hari H SNMPTN, siklus biologi ini harus dinormalkan kembali. Ini tak lain bertujuan agar pas hari H SNMPTN bisa bangun pagi-pagi dan fresh, sehingga dapat mengerjakan soal SNMPTN secara optimal.

    2.         Jangan belajar soal hitungan

    Jangan lagi belajar soal hitungan jika tidak didampingi oleh tentor. Soal-soal hitungan membutuhkan waktu yang panjang, dan jika Anda tidak dapat mengerjakan soal dengan baik, nanti ada perasaan bahwa belum siap SNMPTN. Belajarlah soal-soal yang sifatnya pemahaman atau hapalan. Berusaha ingat kembali rumus-rumus yang digunakan dalam setiap mata pelajaran.

    3.         Lengkapi peralatan

    Lengkapi peralatan sekarang juga! Ini penting, jangan sampai Anda hingga hari H lupa membeli peralatan, seperti pensil, penghapus, serutan, ballpoint, dan pengalas (jika perlu). Serut semua pensil dan hindari menyerut ketika SNMPTN berlangsung, karena dapat mengurangi waktu pengerjaan terhadap soal.

    4.         Lihat lokasi sehari sebelum tes

    Sehari sebelum tes berlangsung, surveylah lokasi dimana Anda SNMPTN besuk harinya. Ketika survey jangan lupa ukur jarak tempuh, ini penting karena pada hari H biasanya jalanan macet karena peserta SNMPTN. Ketika survey ke lokasi ujian, jangan lupa lihat WC (water close)nya, siapa tahu besuk Anda membutuhkannya.

    5.         Jangan tidur terlalu malam

    Ketika besuk ujian, jangan tidur diatas jam 22.00, agar besuk bisa bangun sepagi mungkin dengan fresh. Jika Anda kesulitan tidur, berusahalah menghilangkan bayang-bayang terhadap SNMPTN. Jangan meminum obat-obat penenang, yang mungkin  malah merusak tubuh Anda, kecuali atas rekomendasi dokter.

    6.         Jangan cocokan jawaban

    Di hari H SNMPTN, berangkatlah ke lokasi sepagi mungkin, agar Anda tidak stress karena terlambat ujian. Sepulangnya dari ujian, jangan pernah mencocokan jawaban Anda, karena tidak ada gunanya sama sekali. Lakukan target dengan mengerjakan soal SNMPTN sebanyak mungkin.

    7.         Jangan stress

    Hindari stress karena apapun. Tidak ada gunanya stress. Karena dengan stress anda akan kesulitan dalam mengakses informasi dari otak yang akhirnya merugikan diri sendiri. Lakukan segala sesuatunya serileks mungkin.

    8.         Berdoa

    Jangan lupa berdoa. Dengan berdoa membuat Anda menjadi tenang. Jangan pernah berpikir hasil dan lebih baik pasrahkan hasilnya pada Allah SWT. Jalani prosesnya. Toh meskipun sepinter apapun Anda, jika Allah tidak berkehendak lulus, ya akhirnya gagal juga. Tetapi sebaliknya jika Anda biasa-biasa saja, tetapi Allah sudah menilai bahwa perjuangan Anda cukup, bisa saja Anda lulus.

    Akhirnya selalu ada jalan bagi mereka yang berusaha keras untuk mencapai impiannya.

  • 0 Comments
  • Filed under: Seleksi PTN
  • Prediksi materi Biologi SNMPTN 2009

    Tanggal 1 dan 2 adalah tanggal menentukan buat yang sekarang baru lulus SMA. Karena di tanggal itu SNMPTN 2009 dilangsungkan. Terlebih tahun ini seleksi mandiri yang dilakukan masing-masing PTN semakin marak, yang berakibat daya tampung di SNMPTN semakin berkurang. Ini berarti, persaingan untuk untuk lulusa dalam seleksi tersebut semakin ketat.

    Miris memang, tapi ya gimana, itu fakta yang harus dihadapi siswa. Sebagai tentor biologi yang selalu  mengamati perubahan dan tipologi soal seleksi, saya mencoba menyusun prediksi soal yang keluar di SNMPTN. Mau? (kayak iklan profider GSM ya.. klik di  Prediksi materi biologi di SNMPTN 2009

  • 0 Comments
  • Filed under: Seleksi PTN
  • Seleksi PTN setelah SNMPTN 2009

    Ada yang masih pesimis dengan seleksi SNMPTN 2009, dan ingin mencoba seleksi PTN lainnya? Jangan kuatir, tahun 2009 ini banyak sekali PTN yang seleksi mandirinya dilakukan setelah SNMPTN. Anda berminat? Saya sudah mengumpulkan infonya dari web masing2 PTN disini.atau klik tabulasi-seleksi-ptn-2009-setelah-snmptn

    Yang Berbeda di SNMPTN 2009

    Ini informasi yang penting bagi Anda yang mau ikut SNMPTN 2009.dilaporkan oleh: Ratih Anbarini (di ambil dari websitenya Unpad).

    Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) tahun ini mengalami sejumlah perbedaan. Perbedaan tersebut di antaranya terjadi pada cara penilaian ujian, pelaksanaan ujian keterampilan, jenis ujian yang diujikan, dan syarat peserta paket C.

    Demikian disampaikan Penjamin Kualitas SNMPTN, Ir. Adang Surahman, M.Sc., Ph.D. dalam Jumpa Pers Sosialisasi SNMPTN 2009 yang diselenggarakan di Ruang Rapim B Gedung Rektorat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jln. Taman Sari 34 Bandung, Senin (1/06). Perbedaan tersebut dilakukan dengan pertimbangan khusus untuk memperoleh calon mahasiswa yang diinginkan.

    Untuk perubahan cara penilaian ujian misalnya, Ir. Adang mengatakan bahwa hasilnya akan dilakukan dengan pemeringkatan dari skala 0 hingga 100. “Bila tahun-tahun sebelumnya penilaiannya dilakukan dengan menjumlahkan semua soal, untuk tahun ini penilaian akan dilakukan pada setiap mata pelajaran yang diujikan,” papar Ir. Adang.

    Dengan demikian, lanjut Ir. Adang, peserta ujian tidak dapat hanya mengandalkan satu mata pelajaran dan mengabaikan yang lain. Peserta harus mengerjakan soal-soal pada mata pelajaran lain dengan sebaik mungkin. “Kami memilih calon mahasiswa yang bagus di setiap mata pelajaran, meski tidak luar biasa. Dengan cara ini, kami yakin dapat merekrut calon mahasiswa dengan kemampuan dasar yang komprehensif,” lanjut Ir. Adang.

    Perbedaan lainnya terletak pada pelaksanaan ujian keterampilan. “Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang hanya diselenggarakan di UPI, ujian keterampilan tahun ini dapat dilakukan di PTN penyelenggara uji keterampilan terdekat yang memiliki (prodi) yang sama dengan prodi di PTN yang jadi pilihannya,” jelas Adang.

    Wakil Rektor Senior bidang Akademik ITB ini juga mengungkapkan bahwa ujian tulis tahun ini akan ditambah dengan Tes Potensi Akademik (TPA). Menurut Ir. Adang, tes ini menjadi alat ukur yang tepat dalam menjaring mahasiswa dengan kemampuan alamiah. TPA ini akan mengukur tiga hal, yaitu kemampuan berkomunikasi, menganalisis, dan menghitung. “Hal ini berbeda dengan ujian kognitif yang hanya mengukur tingkat pengetahuan calon mahasiswa yang mungkin saja telah terkontaminasi dengan bimbingan belajar,” kata Ir. Adang.

    Selain itu, kata Adang, materi yang diujikan juga mengalami pengurangan. Bila sebelumnya kelompok IPA dan IPS menyertakan materi IPA dan IPS terpadu, maka untuk tahun ini materi tersebut ditiadakan. Tes bidang studi IPA terdiri atas mata ujian Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika, sementara tes bidang studi IPS terdiri atas mata ujian Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi. Untuk mata ujian bidang studi dasar masih tetap sama, yaitu Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

    Dalam kesempatan itu pula, Ir. Adang menekankan syarat bagi peserta paket C yang harus menyertakan fotokopi rapor tiga tahun terakhir. Ini dilakukan untuk mencegah peserta SNMPTN yang melebihi batas usia untuk mengikuti ujian ini. Ir. Adang juga mengingatkan bahwa calon peserta yang memiliki hak untuk memilih dua program studi dapat hanya mencantumkan satu pilihannya. Panitia tidak memaksakan calon peserta untuk mengisi dua pilihan tersebut.

    Calon peserta yang memilih satu program studi boleh memilih program studi (prodi) dari PTN wilayah mana saja (lintas wilayah). Sementara calon peserta yang memilih dua prodi atau lebih, salah satu prodi tersebut harus merupakan prodi dari PTN yang berada dalam satu wilayah dengan tempat calon peserta mengikuti ujian. Pilihan lain dapat merupakan prodi dari PTN di luar wilayahnya (lintas wilayah). Untuk keterangan mengenai wilayah-wilayah tersebut, silakan kunjungi situs www.snmptn.ac.id. (eh)*

  • 2 Comments
  • Filed under: Seleksi PTN
  • Tanggal Penting!!!

    1. Hasil USM ITB Terpusat 2009 diumumkan tanggal 12 juni 2009 melalui web itb (www.itb.ac.id)
    2. Hasil SMUP Unpad 2009 diumumkan tanggal 25 juni 2009 melalui website atau pengumuman di Kampus Unpad Jl Dipatiukur No 35 Bandung
    3. Hasil UMB UI 2009 diumumkan tanggal 29 Juni 2009 di sini, dengan menggunakan account pendaftaran setiap peserta.
    4. SNMPTN dilaksanakan tanggal 1 dan 2 juli 2009, sedangkan pengumuman tanggal 1 Agustus 2009 melalui website snmptn atau koran dikampus2.

  • 7 Comments
  • Filed under: Seleksi PTN
  • Banyaknya pertanyaan tentang Beasiswa Mengikuti Ujian (BMU) terjawab sudah. Bagi adik dan sivitas sekolah yang menginginkan pengumumannya bisa di snmptn.ac.id atau klik disini. Semoga bagi yang mengajukan sukses diterima.

    Siapa tau teman2 masih penasaran dengan kasus menghebohkan Prita muliasari. Inilah surat Ibu Prita yang mengantarkannya ke dakwaan melanggar UU ITE yang di ancam hukuman 6 tahun penjara.
    Menurutku, surat ini sangat wajar. Coba saja dibaca. diambil dari detik.com.

    RS Omni Dapatkan Pasien dari Hasil Lab Fiktif
    Prita Mulyasari – suaraPembaca


    /ist. Jakarta – Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

    Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

    Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

    dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

    Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

    Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

    Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

    Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

    Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

    Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

    Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

    Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi.  Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.

    dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

    Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

    Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

    Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

    Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.

    Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.

    Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

    Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

    Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.

    Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas.  Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

    Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.

    Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.

    Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.

    Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.

    Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.

    Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

    Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.

    Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

    Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

    Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

    Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.

    Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.

    Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.

    Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

    Salam,
    Prita Mulyasari
    Alam Sutera
    prita.mulyasari@yahoo.com
    081513100600

  • 0 Comments
  • Filed under: Serba-serbi
  • Anda di Sini

    IP

    Komentar ya disini!!!

    Nama :
    Website :
    Komentar :

    Kunjungi Sponsor

    Paid Review Indonesia
    Adsense Indonesia

    www.opulsa.com