begotsantoso.com

Untuk Pendidikan Yang Lebih Baik..

kopiAnda penggemar kopi pekat? Menurut penelitian produsen alat-alat dapur De’Longhi di Jepang, ini berarti Anda puas akan kehidupan Anda sekarang. Tak hanya karier, percintaan dan selera fashion Anda juga baik. Lantas, bagaimana dengan pecinta kopi jenis lain?

De’Longhi melakukan survei terhadap 400 relawan berusia 30-50 tahun terkait kopi dan gaya hidup. Pertanyaan pertama adalah tentang seberapa besar perubahan gaji yang mereka rasakan dalam tiga tahun terakhir.

Di antara peserta survei yang mendapatkan peningkatan gaji besar, 25% memiliki ketertarikan kuat terhadap kopi dan proses pembuatannya. Menurut berita yang dilansir Rocket News 24 (11/06/13), kenaikan gaji mereka lebih dari 100 juta yen (Rp 10,3 miliar).

Ketika ditanyai berapa gaji mereka per tahun, ternyata para pecinta kopi cenderung mendapat penghasilan yang jauh lebih besar. Namun, besaran gaji tergantung jenis kopi dan cara menyeduhnya.

Penggemar espresso memiliki peringkat gaji tertinggi dibanding yang lain. Kelompok ini disusul oleh orang-orang yang menyeduh kopinya dengan kertas penyaring kopi (coffee filter). Di urutan terakhir ada para pengguna coffee maker dan drip machine.

Mungkin hal ini terjadi karena para pecinta espresso merasa aktif dan termotivasi saat bekerja. Dibanding penggemar kopi jenis lain, inilah kelompok terbesar (19%) yang menjawab ‘ya’ pada pertanyaan ‘Apakah Anda terlibat secara positif dalam pekerjaan Anda?’.

Kehidupan percintaan pria-pria pecinta kopipun tampak menyenangkan. Sebanyak 14,3% peminum espresso menganggap mereka cukup populer di kalangan wanita. Angka ini jauh berbeda dengan pengguna coffee maker yang hanya 2,7% dan pemakai coffee filter yang cuma 1,4%.

Sekitar 40% penggemar espresso mengatakan bahwa mereka pernah berkencan dengan lebih dari tujuh wanita di masa lalu. Tidak diketahui apakah gaya kencan mereka sama seperti espresso yang mereka minum, yakni hubungan singkat namun bergairah.

Selanjutnya, De’Longhi menanyakan tentang cara mereka mendekorasi rumah. Lagi-lagi para penikmat espresso yang memimpin, dengan 47.6% peserta survei menjawab bahwa mereka memiliki selera khusus dalam menghias rumah. Hal ini juga berlaku untuk bidang interior dan area fashion lainnya.

Tak heran jika pada akhir survei, 33% penikmat espresso menjawab mereka memiliki kehidupan yang memuaskan. Apakah hal ini juga terjadi pada Anda? Sumber tulisan dari sini.

  • 0 Comments
  • Filed under: Serba-serbi
  • Minum Kopi, Tubuh Makin Sehat

    Siapa bilang minum kopi itu berbahaya. Banyak penelitian menunjukkan bahwa minum kopi dapat mencegah berbagai macam penyakit, dari penyakit ringan hingga berat seperti diabetes (kencing manis) hingga gagal jantung. Tulisan ini diambil dari blog ini

    Menurut medicalnewstoday.com, manusia di seluruh dunia mengonsumsi kopi 400 miliar cangkir setiap tahun. Kopi sangat populer di dunia, lalu apa yang membuatnya spesial?

    Menurut laman medicalnewstoday itu, kopi ternyata mengandung kalori yang rendah, tetapi jika Anda menambahkan gula ya jelas kalorinya bertambah. Jadi, lebih baik kopi hitam saja.

    Kopi juga mengandung antioksidan. Hasil riset Universitas Scranton, AS, baru-baru ini menunjukkan kopi adalah sumber antioksidan nomor satu di AS.

    Karena dua kandungan ini, kopi bermanfaat bagi manusia untuk lima hal berikut:

    1. Kopi bisa melindungi tubuh dari diabetes tipe 2
    Riset Universitas California di Los Angeles (UCLA) menyebutkan meminum kopi meningkatkan tingkat plasma dari globulin pengikat hormon sex (SHBG) yang mengendalikan aktivitas biologis dari hormon-hormon sex (testosteron dan estrogen) yang berperan dalam mengembangkan diabetes tipe 2.

    2. Kopi bisa mencegah penyakit Parkinson
    Para peneliti di AS menyimpulkan bahwa “asupan kopi dan kafein yang tinggi berkaitan dengan turun signifikannya insiden penyakit Parkinson”.

    3. Kopi bisa menurunkan risiko kanker hati
    Para peneliti Italia mendapati kesimpulan bahwa mengonsumi kopi dapat menurunkan risiko terkena kanker hati sampai sekitar 40 persen. “Penelitian kami memastikan bahwa kopi bagus untuk kesehatan, khususnya hati,” kata Dr. Carlo La Vecchia dari Instito di Ricerche Faramacologiche Mario Negeri di Italia.

    4. Kopi bisa mencegah penyakit liver
    Mengonsomsi kopi secara reguler berkaitan dengan menurunnya risiko penyakit liver otoimun yang biasa disebut primary sclerosing cholangitis (PSC). Para peneliti menyimpulkan bahwa kopi memiliki kandungan yang bisa melindungi dari sirosis, terutama sirosis alkohol.

    5. Kopi baik untuk kesehatan jantung
    Para peneliti dari Beth Israel Deaconess Medical Center dan Fakultas Kesehatan Universitas Harvard menyimpulkan bahwa meminum kopi pada tingkat moderat akan melindungi tubuh dari kesalahan jantung.

  • 0 Comments
  • Filed under: Serba-serbi
  • Seringkali ketika kita berpergian menggunakan jasa angkutan kereta api (KA) dan membawa barang yang tidak sedikit,maka jalan yang ditempuh menggunakan jasa PORTER yang memang sudah ada distasiun. Tetapi tentu jika tidak ada tarif yang ditentukan oleh pihak stasiun membuat kita menjadi bingung mau ngasih berapa. Ujung-ujungnya tidak sedikit kasus pemerasan, karena harga ditentukan oleh porter setelah tugas mereka selesai. Contohnya saya sendiri pernah suatu waktu harus membayar Rp 50 ribu yang sebenarnya karena kemalasan membawa barang bawaan yang jumlahnya sedikit..

    Kemaren, ketika saya menggunakan jasa kereta api, baru tau jika tarif porter sudah ditentukan oleh pihak stasiun. Di stasiun Surabaya Gubeng misalnya,pengumuman tentang tarif Porter terpampang di depan pintu masuk, meskipun ukurannya kecil. Tapi tarif Porter ini tidak di temukan di Stasiun Bandung. Ternyata dan ternyata, tarif Porter cukuplah murah yakni antara 10.000,- sd 20.000,- . Coba langkah yang dilakukan stasiun Gubeng Surabaya juga di ikuti oleh stasiun KA lainnya, pengguna jasa Porter di stasiun tidak akan pernah ragu lagi menggunakan jasa ini, selain juga membantu perekonomian keluarga si Porter.

    Inilah pengumuman di Stasiun KA Gubeng Surabaya:

    porter

  • 0 Comments
  • Filed under: Serba-serbi
  • Pengemis Terkya di Indonesia

    Ini luar biasa. Tulisan yang saya temukan di salah satu blog dan saya ambil tanpa edit karena emang informasi yang sangat menarik. Bayangkan saja, profesi pengemis bisa mengantarkan Cak To mendapatkan segala kemewahan dunia. Baca saja infonya.

    Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah. Berikut kisah hidupnya. Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ”karir”-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya. Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong. Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta. 5373large Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang. Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004. *** Tidak mudah menemui seorang bos pengemis. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik. Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ”orang mampu”. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar. Dengan bahasa Madura yang sesekali dicampur bahasa Indonesia, pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun, pria asal Bangkalan tersebut tidak peduli. ”Yang penting halal,” ujarnya mantap. Cak To bercerita, hampir seluruh hidupnya dia jalani sebagai pengemis. Sulung di antara empat bersaudara itu menjalani dunia tersebut sejak sebelum usia sepuluh tahun. Menurut dia, tidak lama setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI. Maklum, emak dan bapaknya dulu pengemis di Bangkalan. ”Dulu awalnya saya diajak Emak untuk meminta-minta di perempatan,” ungkapnya. Karena mengemis di Bangkalan kurang ”menjanjikan”, awal 1970-an, Cak To diajak orang tua pindah ke Surabaya. Adik-adiknya tidak ikut, dititipkan di rumah nenek di sebuah desa di sekitar Bangkalan. Tempat tinggal mereka yang pertama adalah di emprean sebuah toko di kawasan Jembatan Merah. Bertahun-tahun lamanya mereka menjadi pengemis di Surabaya. Ketika remaja, ”bakat” Cak To untuk menjadi bos pengemis mulai terlihat. Waktu itu, uang yang mereka dapatkan dari meminta-minta sering dirampas preman. Bapak Cak To mulai sakit-sakitan, tak kuasa membela keluarga. Sebagai anak tertua, Cak To-lah yang melawan. ”Saya sering berkelahi untuk mempertahankan uang,” ungkapnya bangga. Meski berperawakan kurus dan hanya bertinggi badan 155 cm, Cak To berani melawan siapa pun. Dia bahkan tak segan menyerang musuhnya menggunakan pisau jika uangnya dirampas. Karena keberaniannya itulah, pria berambut ikal tersebut lantas disegani di kalangan pengemis. ”Wis tak nampek. Mon la nyalla sebet (Kalau dia bikin gara-gara, langsung saya sabet, Red),” tegasnya. Selain harus menghadapi preman, pengalaman tidak menyenangkan terjadi ketika dia atau keluarga lain terkena razia petugas Satpol PP. ”Kami berpencar kalau mengemis,” jelasnya. Kalau ada keluarga yang terkena razia, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk membebaskan. Cak To tergolong pengemis yang mau belajar. Bertahun-tahun mengemis, berbagai ”ilmu” dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya. Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi pengemis yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ”Pokoknya sudah enak,” katanya. Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ”Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan TV 14 inci,” kenangnya. Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis. Dia mulai mengumpulkan anak buah. Cerita tentang ”keberhasilan” Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ”Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,” ujarnya enteng. Sebelum ke Surabaya, Cak To mengajari mereka cara menjadi pengemis yang baik. Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ”Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,” tegasnya. Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur. Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ”pos khusus”, Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan. Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri. Pada 1996 itu pula, pada usia ke-36, Cak To mengakhiri masa lajang. Dia menyunting seorang gadis di kampungnya. Sejak menikah, kehidupan Cak To terus menunjukkan peningkatan… Setiap tahun, jumlah anak buah Cak To terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To. Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari. Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut. Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan. Menurut Cak To, dia tidak memasang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ”Ya alhamdulillah, anak buah saya masih loyal kepada saya,” ucapnya. Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada masjid dan musala di mana dia singgah. Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah masjid di Gresik. ”Amal itu kan ibadah. Mumpung kita masih hidup, banyaklah beramal,” katanya. Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ”Saya ingin naik haji,” ungkapnya. Bila segalanya lancar, Cak To akan mewujudkan itu pada 2010

  • 1 Comment
  • Filed under: Serba-serbi
  • Sopir Juga Manusia

    Siapa yang mau hidup didunia ini berprofesi sopir, Saya yakin tidak banyak orang yang bercita-cita jika dalam hidupnya menjadi sopir. Jika ada pilihan, pasti memilih pekerjaan yang jauh dari resiko dan mempunyai penghasilan melimpah.

    Sopir, terutama sopir bus adalah pekerjaan dilematis. Hidup dijalan dengan kondisi jalan yang amburadul, undang-undang perlindungan yang tidak berpihak padanya, perilaku pengguna jalan belum empati ke pengguna jalan lain, serta penegak keadilan (baca polisi) yang seringkali menambah ruwet kondisi,ditambah lagi KIR kendaraan penuh dengan aroma kong kalikong. menambah profesi sopir menjadi lebih menderita. Apalagi profesi sopir tidak mendapat tunjangan hidup semestinya.

    Akhir-akhir ini,peristiwa kecelakaan ada diberbagai daerah dan menyebabkan korban jiwa baik penumpang bus maupun pengguna jalan lain. Dan hampir semua sama alasannya,karena rem blong, tidak berfungsi. Lagi2 sopir menjadi orang yang paling disalahkan. Bahkan, seringkali terjadi sopir jika ada kecelakaan dikejar-kejar, dipukulin bak maling dan mobilnya di bakar.

    Logikanya, ketika suatu kecelakaan disebabkan masalah teknis, harusnya pihak perusahaan  dan pemerintah bertanggung jawab. Kok pemerintah. La petugas dishub korup. Semua persyaratan kendaraan biar laik jalan dapat di beli. Sopir-sopirr.. tanggung jawabmu besar, resiko besar, gaji super kecil…

    Gambar kecelakaan lalulintas dari sumber detiknews

  • 0 Comments
  • Filed under: Serba-serbi
  • Anda sedang mencari mikroskop multimedia yang sesuai dengan JUKNIS TIK SMP 2011?  Mikroskop multimedia, merupakan mikroskop siswa lanjutan yang di beri kamera sebagai pengganti lensa okuler. Pemasangan kamera sebagai pengganti eyepiece ini bertujuan untuk pengamatan obyek dan sekaligus pengambilan data baik dalam bentuk image maupun movie.  Olehkarenanya dengan  mikroskop multimedia ini, pengamat tidak membutuhkan lagi mekanisme menggambar atau mencatat dari hasil pengamatan, karena dapat melihat hasil pengamatan pada lcd dan menyimpannya dalam personal computer (pc) atau laptop.

    Mikroskop multimedia, sesuai perangkat yang digunakan sangat cocok untuk proses pembelajaran dari tingkat SD, SMP, SMA dan PT pada tingkat dasar. Untuk mengetahui bagaimana spesifikasi mikroskop ini dapat dilihat disini.

  • 2 Comments
  • Filed under: Serba-serbi
  • Download file di Ziddu.com

    Seringkali mungkin Anda merasa kesal jika download larinya ke ziddu.com. Bukan maksud Saya untuk mencari dollar dengan cara melarikan file2 ke ziddu.com. Karena faktanya untuk mendapatkan 50 dollar butuh download ribuan file, jadi lumayan ribet. File-file di blog www.begotsantoso.com di simpan melalui faasilitas ziddu karena kapasitashosting terbatas.Maunya sich disimpan langsung, tetapi gimana lagi.

    Sebenarnya Saya juga sewa hosting dengan kapasitas tanpa batas (unlimited), tetapi karena tempatnya di USA tetap aja jika di download dari Indonesia juga relatif lama, dan juga web www.begotsantoso.com sudah lumayan populer, jadi akhirnya ditaruh di ziddu.

    Ada cara download ziddu supaya lebih cepat. Cara ini sangat sederhana dan menunjukkan hasil lumayan cepat. Cara yang biasa Saya pakai yakni login ke ziddu.com. Bagi Anda yang tidak punya acount ke ziddu.com musti daftar dulu, dengan cukup klik image ziddu. Setelah login,barulah download dari link suatu website.. Cukup mudah khan, selamat mencoba

  • 4 Comments
  • Filed under: Bisnis Online
  • Aku tuh kok paling males berurusan dengan birokrasi di Indonesia.. berlipet, njlimet, basa-basi, dan duit… Kalo ngga kepaksa banget, suka males banget… termasuk waktu ngurus perpanjangan SIM di kota Bandung.

    Ketika usia SIM hampir kolaps ( 5 hari lagi) dengan terpaksa aku mempersiapkan diri untuk berurusan birokrasi. Apalgi rencana mengganti alamat di SIM, yang dulunya alamat kosan (masih kuliah) yakni di BKM (belakang Kandang Macan) di daerah seputaran bonbin (kebon binatang), pindah ke daerah pasirimpun,masih sama kota madya sih, meski alamat baru digunung. Biasa langkah pertama searching di google, gimana caranya kalo ganti alamat,termasuk di mana aja bisa ngurus… dulu di poltabes, dan siapa tau ada yang lebih deket dari rumah.

    Hasil searching di mbah google, aku dapetin 2 alamat, yang pertama sim keliling di gedung sate gasibu, yang kedua di BTC (Bandung Trade Center). Dan dengan berbagai pertimbangan jadinya ke BTC. Asumsi SIM keliling pasti bukanya ngga lama, trus tempat tidak begitu ok.

    BErangkat dari rumah jam 9, sampai BTC jam 09.30, dan langsung ngantri di oulet pengurusan SIM. Sangat gampang deket parkiran, dan banyak banget kerumunan. Sistem ngantrinya agak aneh, kita nulis nama di kertas yang ditempelin di deket pintu, dan nanti dipanggil.. Dan alhasil jam segitu aku dapet nomor 83. Cukup besar mengingat dalam benakku ngurus SIM lama, dan apalagi aku memperpanjang SIM A dan SIM C sekaligus…

    Ada yang menggembirakan buat aku…biayanya ngga mahal, dan tidak ada calo di situ.. BEda di POLTABES Bandung, baru masuk pintu gerbang yang nyalo ya polisi sendiri.. di Outlet BTC harga sudah terpampang di tembok:

    Untuk ngurus SIM A:

    • Biaya = Rp. 80.000,-
    • Kesehatan = Rp.25.000,-
    • Asuransi = Rp. 30.000,-
    • Sumbangan PMI = Rp 10.000,-

    Untuk ngurus SIM C:

    • Biaya = 75.000,-
    • Kesehatan = Rp. 25.000,-
    • Asuransi =Rp. 30.000,-
    • Sumbangan PMI = Rp.10.000,- (Seikhlasnya..)

    Ngurusnya sangat simpel. Meskipun ada biaya kesehatan, disitu juga tidak di periksa sama sekali. Cuman ada papan huruf yang biasanya tuktes mata, cuman tidak dipake juga. Bahkan saya liat sendiri, orang tua yang pendengarannya sangat sulitpun juga lolos dalam proses perpanjangan SIM (kok bisa ya… kalo di bel orang di jalan gimana..). Setelah ngisi formulir trus setor tunggu panggilan, sidik jari dan foto 10 menit kemudian kedua SIM pun jadi… Wah layanan super cepat.. dan total dengan antri sekitar 1,5 jam.. dan ngantripun rileks,.. karena di depan outlet ada kafe2 yang akusempet minum Milo dan piakacang merah.. etung2 sarapan.. Pengalaman yang cukup menggembirakan daripada harus berhadapan dengan biro atau calo yang kita harus mengeluarkan biaya lebih besar..

    Syarat pengurusan perpanjangan SIM:

    • foto copy KTP
    • SIM yang akan diperpanjang (SIM A/SIM C)

    Data yang perlu dipersiapkan dalam pengisian formulir (yang penting):

    • data diri kita (nama, alamat, pekerjaan, golongan darah, BB, tinggi badan,
    • alamat yang bisa dihubungi..

    Ini pengalaman yang menurutku bagus untuk disharingkan, siapa tau ada teman-teman yang mau ngurus perpanjangan sim dan masih ragu-ragu…

  • 6 Comments
  • Filed under: Serba-serbi
  • Ini cuman ngetes apa pengaruh home title untuk kepentingan SEO masih ada apa ngga. Makanya mencoba mengubah home title dan membuat tulisan sedikit yakni Begot Santoso – pengajar Terbaik di Indonesia. Saya sendiri penasaran, karena ada blog saya sudah di setting home titlenya dengan benar,di tambah backling berbayar serta tulisan-tulisan yang berhubungan dengan keywords tetap saja tidak terindeks di mesin pencari google. Padahal Saya sudah mendaftarkan web tersebut beberapa kali, baik secara otomatis maupun dengan manual.

    Hari ini Saya mencoba dengan memberikan home title Begot Santoso -Pengajar Terbaik di Indonesia, dengan bantuan plugin All in Seo Pack, apakah masih bisa terindek dengan baik.. terlebih ini web berbahasa Indonesia. Jika ini nantinya terindeks dengan baik berarti pengaruh home title terhadap SEO masih besar… kita tunggu aja.  Ehm..tapi sebenarnya juga Begot Santoso emang pengajar terbaik di Indonesia.

  • 2 Comments
  • Filed under: Bisnis Online
  • Takbir Ala Kota Gandrung..

    Kampung Muncar, tempat dimana Saya dilahirkan memang berubah total, dari mulai perwajahan hingga adab yang berkembang. Dulu namanya penjual makanan boro-boro laku,sekarang sudah muncul banyak warung semacam kafe lesehan yang menawarkan berbagai menu.. Dan itupun laris manis.

    Bukan hanya makanan dan kafe yang berkembang, tahun-tahun belakangan ini yang namanya takbir juga berubah total. Dimasa kecil, namanya takbir cukup membawa “oncor” (bambu yang ujungnya di beri sumbu dan berbahan bakar minyak gas), keliling kampung. Itupun sudah sangat semarak, apalgi ditambah atraksi niup minyak pada bara api. Sekarang, namanya takbir polanya sudah berubah. Semua dilakukan cukup dengan kaset yang diputar dengan sound system yang diletakkan pada mobil tronton (bukan truk). Suara sound system menggelegar dan membuat kaca2 rumah penduduk bergetar jika tronton tersebut lewat..

    Kabarnya, menurut Deni Koying, salah satu penggiat takbir ala kaset ini, tiap tahun dilakukan perlombaan suara sound system dan juga di ramaikan oleh kembang api yang berharga puluhan juta. Dan pesertapun bukan hanya puluhan tapi bisa sampai ratusan tronton. Anda bisa ngebayangkan jika tronton ini lewat bersamaan.. Anak Saya ze2 aja langsung terbangun seketika daritidur lewatnya.. Gimana ngga bangun, la sound systemnya menggelegar hingga berkilo meter.

    Hanya saja disayangkan, karena sebelum mereka takbir menurut dedengkot Gandrung Hills (bukan Hell ya..) deni Koying, sound system ini digunakan untuk keliling kampung dan memutar lagu dangdut atau lagu banyuwangen… dan itupun sehari semalam, waktu yang lebih lama daripada prosesi takbirnya… Mungkin maklumlah, orang kampung yang ingin mengekspresikan diri seperti halnya orang kota, jadi begitulah jadinya… Apakah budaya ini akan terus langgeng, dan tidak dimakan usia? Kita lihat aja.. minimal dapat menjadi hiburan buat Saya yang haus akan hiburan kampung.Dan itu pula yang membuat Saya kangen untuk selalu mudik..

    Deni Koying, salah satu dedengkot Gandrung Hills, kelompok anak muda yang mencoba mengekspresikan diri..

  • 4 Comments
  • Filed under: Serba-serbi
  • Anda di Sini

    IP

    Komentar ya disini!!!

    Nama :
    Website :
    Komentar :

    Kunjungi Sponsor

    Paid Review Indonesia
    Adsense Indonesia