begotsantoso.com

Untuk Pendidikan Yang Lebih Baik..

Pengemis Terkya di Indonesia

Ini luar biasa. Tulisan yang saya temukan di salah satu blog dan saya ambil tanpa edit karena emang informasi yang sangat menarik. Bayangkan saja, profesi pengemis bisa mengantarkan Cak To mendapatkan segala kemewahan dunia. Baca saja infonya.

Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah. Berikut kisah hidupnya. Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ”karir”-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya. Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong. Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta. 5373large Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang. Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004. *** Tidak mudah menemui seorang bos pengemis. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik. Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ”orang mampu”. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar. Dengan bahasa Madura yang sesekali dicampur bahasa Indonesia, pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun, pria asal Bangkalan tersebut tidak peduli. ”Yang penting halal,” ujarnya mantap. Cak To bercerita, hampir seluruh hidupnya dia jalani sebagai pengemis. Sulung di antara empat bersaudara itu menjalani dunia tersebut sejak sebelum usia sepuluh tahun. Menurut dia, tidak lama setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI. Maklum, emak dan bapaknya dulu pengemis di Bangkalan. ”Dulu awalnya saya diajak Emak untuk meminta-minta di perempatan,” ungkapnya. Karena mengemis di Bangkalan kurang ”menjanjikan”, awal 1970-an, Cak To diajak orang tua pindah ke Surabaya. Adik-adiknya tidak ikut, dititipkan di rumah nenek di sebuah desa di sekitar Bangkalan. Tempat tinggal mereka yang pertama adalah di emprean sebuah toko di kawasan Jembatan Merah. Bertahun-tahun lamanya mereka menjadi pengemis di Surabaya. Ketika remaja, ”bakat” Cak To untuk menjadi bos pengemis mulai terlihat. Waktu itu, uang yang mereka dapatkan dari meminta-minta sering dirampas preman. Bapak Cak To mulai sakit-sakitan, tak kuasa membela keluarga. Sebagai anak tertua, Cak To-lah yang melawan. ”Saya sering berkelahi untuk mempertahankan uang,” ungkapnya bangga. Meski berperawakan kurus dan hanya bertinggi badan 155 cm, Cak To berani melawan siapa pun. Dia bahkan tak segan menyerang musuhnya menggunakan pisau jika uangnya dirampas. Karena keberaniannya itulah, pria berambut ikal tersebut lantas disegani di kalangan pengemis. ”Wis tak nampek. Mon la nyalla sebet (Kalau dia bikin gara-gara, langsung saya sabet, Red),” tegasnya. Selain harus menghadapi preman, pengalaman tidak menyenangkan terjadi ketika dia atau keluarga lain terkena razia petugas Satpol PP. ”Kami berpencar kalau mengemis,” jelasnya. Kalau ada keluarga yang terkena razia, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk membebaskan. Cak To tergolong pengemis yang mau belajar. Bertahun-tahun mengemis, berbagai ”ilmu” dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya. Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi pengemis yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ”Pokoknya sudah enak,” katanya. Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ”Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan TV 14 inci,” kenangnya. Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis. Dia mulai mengumpulkan anak buah. Cerita tentang ”keberhasilan” Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ”Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,” ujarnya enteng. Sebelum ke Surabaya, Cak To mengajari mereka cara menjadi pengemis yang baik. Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ”Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,” tegasnya. Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur. Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ”pos khusus”, Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan. Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri. Pada 1996 itu pula, pada usia ke-36, Cak To mengakhiri masa lajang. Dia menyunting seorang gadis di kampungnya. Sejak menikah, kehidupan Cak To terus menunjukkan peningkatan… Setiap tahun, jumlah anak buah Cak To terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To. Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari. Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut. Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan. Menurut Cak To, dia tidak memasang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ”Ya alhamdulillah, anak buah saya masih loyal kepada saya,” ucapnya. Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada masjid dan musala di mana dia singgah. Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah masjid di Gresik. ”Amal itu kan ibadah. Mumpung kita masih hidup, banyaklah beramal,” katanya. Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ”Saya ingin naik haji,” ungkapnya. Bila segalanya lancar, Cak To akan mewujudkan itu pada 2010

  • 0 Comments
  • Filed under: Serba-serbi
  • Sopir Juga Manusia

    Siapa yang mau hidup didunia ini berprofesi sopir, Saya yakin tidak banyak orang yang bercita-cita jika dalam hidupnya menjadi sopir. Jika ada pilihan, pasti memilih pekerjaan yang jauh dari resiko dan mempunyai penghasilan melimpah.

    Sopir, terutama sopir bus adalah pekerjaan dilematis. Hidup dijalan dengan kondisi jalan yang amburadul, undang-undang perlindungan yang tidak berpihak padanya, perilaku pengguna jalan belum empati ke pengguna jalan lain, serta penegak keadilan (baca polisi) yang seringkali menambah ruwet kondisi,ditambah lagi KIR kendaraan penuh dengan aroma kong kalikong. menambah profesi sopir menjadi lebih menderita. Apalagi profesi sopir tidak mendapat tunjangan hidup semestinya.

    Akhir-akhir ini,peristiwa kecelakaan ada diberbagai daerah dan menyebabkan korban jiwa baik penumpang bus maupun pengguna jalan lain. Dan hampir semua sama alasannya,karena rem blong, tidak berfungsi. Lagi2 sopir menjadi orang yang paling disalahkan. Bahkan, seringkali terjadi sopir jika ada kecelakaan dikejar-kejar, dipukulin bak maling dan mobilnya di bakar.

    Logikanya, ketika suatu kecelakaan disebabkan masalah teknis, harusnya pihak perusahaan  dan pemerintah bertanggung jawab. Kok pemerintah. La petugas dishub korup. Semua persyaratan kendaraan biar laik jalan dapat di beli. Sopir-sopirr.. tanggung jawabmu besar, resiko besar, gaji super kecil…

    Gambar kecelakaan lalulintas dari sumber detiknews

  • 0 Comments
  • Filed under: Serba-serbi
  • Anda sedang mencari mikroskop multimedia yang sesuai dengan JUKNIS TIK SMP 2011?  Mikroskop multimedia, merupakan mikroskop siswa lanjutan yang di beri kamera sebagai pengganti lensa okuler. Pemasangan kamera sebagai pengganti eyepiece ini bertujuan untuk pengamatan obyek dan sekaligus pengambilan data baik dalam bentuk image maupun movie.  Olehkarenanya dengan  mikroskop multimedia ini, pengamat tidak membutuhkan lagi mekanisme menggambar atau mencatat dari hasil pengamatan, karena dapat melihat hasil pengamatan pada lcd dan menyimpannya dalam personal computer (pc) atau laptop.

    Mikroskop multimedia, sesuai perangkat yang digunakan sangat cocok untuk proses pembelajaran dari tingkat SD, SMP, SMA dan PT pada tingkat dasar. Untuk mengetahui bagaimana spesifikasi mikroskop ini dapat dilihat disini.

  • 2 Comments
  • Filed under: Serba-serbi
  • Download file di Ziddu.com

    Seringkali mungkin Anda merasa kesal jika download larinya ke ziddu.com. Bukan maksud Saya untuk mencari dollar dengan cara melarikan file2 ke ziddu.com. Karena faktanya untuk mendapatkan 50 dollar butuh download ribuan file, jadi lumayan ribet. File-file di blog www.begotsantoso.com di simpan melalui faasilitas ziddu karena kapasitashosting terbatas.Maunya sich disimpan langsung, tetapi gimana lagi.

    Sebenarnya Saya juga sewa hosting dengan kapasitas tanpa batas (unlimited), tetapi karena tempatnya di USA tetap aja jika di download dari Indonesia juga relatif lama, dan juga web www.begotsantoso.com sudah lumayan populer, jadi akhirnya ditaruh di ziddu.

    Ada cara download ziddu supaya lebih cepat. Cara ini sangat sederhana dan menunjukkan hasil lumayan cepat. Cara yang biasa Saya pakai yakni login ke ziddu.com. Bagi Anda yang tidak punya acount ke ziddu.com musti daftar dulu, dengan cukup klik image ziddu. Setelah login,barulah download dari link suatu website.. Cukup mudah khan, selamat mencoba

  • 3 Comments
  • Filed under: Bisnis Online
  • Aku tuh kok paling males berurusan dengan birokrasi di Indonesia.. berlipet, njlimet, basa-basi, dan duit… Kalo ngga kepaksa banget, suka males banget… termasuk waktu ngurus perpanjangan SIM di kota Bandung.

    Ketika usia SIM hampir kolaps ( 5 hari lagi) dengan terpaksa aku mempersiapkan diri untuk berurusan birokrasi. Apalgi rencana mengganti alamat di SIM, yang dulunya alamat kosan (masih kuliah) yakni di BKM (belakang Kandang Macan) di daerah seputaran bonbin (kebon binatang), pindah ke daerah pasirimpun,masih sama kota madya sih, meski alamat baru digunung. Biasa langkah pertama searching di google, gimana caranya kalo ganti alamat,termasuk di mana aja bisa ngurus… dulu di poltabes, dan siapa tau ada yang lebih deket dari rumah.

    Hasil searching di mbah google, aku dapetin 2 alamat, yang pertama sim keliling di gedung sate gasibu, yang kedua di BTC (Bandung Trade Center). Dan dengan berbagai pertimbangan jadinya ke BTC. Asumsi SIM keliling pasti bukanya ngga lama, trus tempat tidak begitu ok.

    BErangkat dari rumah jam 9, sampai BTC jam 09.30, dan langsung ngantri di oulet pengurusan SIM. Sangat gampang deket parkiran, dan banyak banget kerumunan. Sistem ngantrinya agak aneh, kita nulis nama di kertas yang ditempelin di deket pintu, dan nanti dipanggil.. Dan alhasil jam segitu aku dapet nomor 83. Cukup besar mengingat dalam benakku ngurus SIM lama, dan apalagi aku memperpanjang SIM A dan SIM C sekaligus…

    Ada yang menggembirakan buat aku…biayanya ngga mahal, dan tidak ada calo di situ.. BEda di POLTABES Bandung, baru masuk pintu gerbang yang nyalo ya polisi sendiri.. di Outlet BTC harga sudah terpampang di tembok:

    Untuk ngurus SIM A:

    • Biaya = Rp. 80.000,-
    • Kesehatan = Rp.25.000,-
    • Asuransi = Rp. 30.000,-
    • Sumbangan PMI = Rp 10.000,-

    Untuk ngurus SIM C:

    • Biaya = 75.000,-
    • Kesehatan = Rp. 25.000,-
    • Asuransi =Rp. 30.000,-
    • Sumbangan PMI = Rp.10.000,- (Seikhlasnya..)

    Ngurusnya sangat simpel. Meskipun ada biaya kesehatan, disitu juga tidak di periksa sama sekali. Cuman ada papan huruf yang biasanya tuktes mata, cuman tidak dipake juga. Bahkan saya liat sendiri, orang tua yang pendengarannya sangat sulitpun juga lolos dalam proses perpanjangan SIM (kok bisa ya… kalo di bel orang di jalan gimana..). Setelah ngisi formulir trus setor tunggu panggilan, sidik jari dan foto 10 menit kemudian kedua SIM pun jadi… Wah layanan super cepat.. dan total dengan antri sekitar 1,5 jam.. dan ngantripun rileks,.. karena di depan outlet ada kafe2 yang akusempet minum Milo dan piakacang merah.. etung2 sarapan.. Pengalaman yang cukup menggembirakan daripada harus berhadapan dengan biro atau calo yang kita harus mengeluarkan biaya lebih besar..

    Syarat pengurusan perpanjangan SIM:

    • foto copy KTP
    • SIM yang akan diperpanjang (SIM A/SIM C)

    Data yang perlu dipersiapkan dalam pengisian formulir (yang penting):

    • data diri kita (nama, alamat, pekerjaan, golongan darah, BB, tinggi badan,
    • alamat yang bisa dihubungi..

    Ini pengalaman yang menurutku bagus untuk disharingkan, siapa tau ada teman-teman yang mau ngurus perpanjangan sim dan masih ragu-ragu…

  • 4 Comments
  • Filed under: Serba-serbi
  • Ini cuman ngetes apa pengaruh home title untuk kepentingan SEO masih ada apa ngga. Makanya mencoba mengubah home title dan membuat tulisan sedikit yakni Begot Santoso – pengajar Terbaik di Indonesia. Saya sendiri penasaran, karena ada blog saya sudah di setting home titlenya dengan benar,di tambah backling berbayar serta tulisan-tulisan yang berhubungan dengan keywords tetap saja tidak terindeks di mesin pencari google. Padahal Saya sudah mendaftarkan web tersebut beberapa kali, baik secara otomatis maupun dengan manual.

    Hari ini Saya mencoba dengan memberikan home title Begot Santoso -Pengajar Terbaik di Indonesia, dengan bantuan plugin All in Seo Pack, apakah masih bisa terindek dengan baik.. terlebih ini web berbahasa Indonesia. Jika ini nantinya terindeks dengan baik berarti pengaruh home title terhadap SEO masih besar… kita tunggu aja.  Ehm..tapi sebenarnya juga Begot Santoso emang pengajar terbaik di Indonesia.

  • 2 Comments
  • Filed under: Bisnis Online
  • Takbir Ala Kota Gandrung..

    Kampung Muncar, tempat dimana Saya dilahirkan memang berubah total, dari mulai perwajahan hingga adab yang berkembang. Dulu namanya penjual makanan boro-boro laku,sekarang sudah muncul banyak warung semacam kafe lesehan yang menawarkan berbagai menu.. Dan itupun laris manis.

    Bukan hanya makanan dan kafe yang berkembang, tahun-tahun belakangan ini yang namanya takbir juga berubah total. Dimasa kecil, namanya takbir cukup membawa “oncor” (bambu yang ujungnya di beri sumbu dan berbahan bakar minyak gas), keliling kampung. Itupun sudah sangat semarak, apalgi ditambah atraksi niup minyak pada bara api. Sekarang, namanya takbir polanya sudah berubah. Semua dilakukan cukup dengan kaset yang diputar dengan sound system yang diletakkan pada mobil tronton (bukan truk). Suara sound system menggelegar dan membuat kaca2 rumah penduduk bergetar jika tronton tersebut lewat..

    Kabarnya, menurut Deni Koying, salah satu penggiat takbir ala kaset ini, tiap tahun dilakukan perlombaan suara sound system dan juga di ramaikan oleh kembang api yang berharga puluhan juta. Dan pesertapun bukan hanya puluhan tapi bisa sampai ratusan tronton. Anda bisa ngebayangkan jika tronton ini lewat bersamaan.. Anak Saya ze2 aja langsung terbangun seketika daritidur lewatnya.. Gimana ngga bangun, la sound systemnya menggelegar hingga berkilo meter.

    Hanya saja disayangkan, karena sebelum mereka takbir menurut dedengkot Gandrung Hills (bukan Hell ya..) deni Koying, sound system ini digunakan untuk keliling kampung dan memutar lagu dangdut atau lagu banyuwangen… dan itupun sehari semalam, waktu yang lebih lama daripada prosesi takbirnya… Mungkin maklumlah, orang kampung yang ingin mengekspresikan diri seperti halnya orang kota, jadi begitulah jadinya… Apakah budaya ini akan terus langgeng, dan tidak dimakan usia? Kita lihat aja.. minimal dapat menjadi hiburan buat Saya yang haus akan hiburan kampung.Dan itu pula yang membuat Saya kangen untuk selalu mudik..

    Deni Koying, salah satu dedengkot Gandrung Hills, kelompok anak muda yang mencoba mengekspresikan diri..

  • 3 Comments
  • Filed under: Serba-serbi
  • Cerita Mudik

    Sudah cerita lama, kalo mudik itu menjadi kewajiban tiap tahunnya.. Dari masih bujang, hingga sekarang ma keluarga, namanya mudik tetap dilakukan. Dari naik angkutan umum kelas ekonomi,bisnis hingga eksekutif pernah dilakuin. Setelah punya kendaraan sendiripun, nyetir sendiri juga dijabani. Padahal apa sih untungnya mudik? Kenapa orang-orang seperti Saya, yang bahkan sudah tidak punya ortu, tetap saja mudik dilakukan…

    Kampung halaman, memang mempunyai cerita sendiri. Meskipun teman-teman sudah mempunyai kehidupan sendiri, tetap saja pulang ke kampung halaman menumbuhkan kenangan dimasa kecil. Padahal, yang namanya mudik tidak hanya butuh persiapan uang semata, fisik dan mentalpun juga harus siap. Terlebih perjalanan menuju kampung halaman menyusuri semua daerah dijawa. Aku yang sekarang tinggal di Bandung, ketika mudik menempuh perjalanan 1200 km ke arah Muncar, daerah paling timur di ujung pulau Jawa.

    Minusnya Mudik?

    Ritual mudik memang mengasikkan. Tetapi bukan berarti mudik hanya melulu menyenangkan. Banyak hal-hal yang menurutku semacam kerugian kalau hitung-hitungan.

    (1) Mudik menguras kantong. Bukan rahasia lagi untuk mudik perlu persiapan super ekstra, dari kondisi fisik mobil, bekal selama perjalanan, baju baru tuk keluarga untuk merayakan hari raya, uang foya-foya untuk berbagi ke keluarga (ponakan, adik ipar, dan lain-lain). Realnya:
    - Mobil : cek kaki2, ganti ban sepasang depan, sporing balancing, ganti oli, tune up, dll Rp. 5.000.000,-
    - Bensin, wisata pas pulang, makan diperjalanan, belanja di Jogja, oleh2 dll, Rp. 4.000.000,-
    - Kadeudeuh (angpao), buat ponakan, adik ipar, bibi, nenek,Rp 2.000.000,-
    - Makan, wisata dikampung, bensin tranportasi lokal, dll, Rp 2.000.000,-

    (2) Mudik bikin tenaga terkuras abis. Anda bisa bayangkan menyetir mobil dengan jarak 1200 km. Saya berangkat dari bandung biasanya sampai tujuan bisa 3 hari 3 malam, karena dalam perjalanan ada jalan-jalannya.. Dan semua kegiatan per-setiran saya lakukan sendiri tanpa ada yang inval..

    (3) Mudik berimbas pada kondite dan penghasilan. bagaimana tidak, saya yang masih juga bekerja pada orang lain, dengan jarak yang super jauh membuat Saya sampai ke kantor paling belakang, akibatnya kondite menjadi buruk dan penghasilan bulan setelah mudik juga menurun draktis..

    Untungnya Mudik..

    Apa ya… Yang jelas gini lo. Saya di Bandung dalam keseharian super sibuk, Kerja di tempat orang lain, ngurus perusahaan sendiri dan lain-lain, akibanya…ya stresslah.. terlebih bandung tuh macetnya minta ampun.. Dengan mudik, seolah2 saya itu di pitstop sehingga me refresh kesibukan harian..Meski secara finansial, waktu, tenaga rugi, tapi dengan mudik, membuat pikiran jadi fresh ketika di Bandung lagi.. So.. Kutunggu mudik di lebaran mendatang, amin…

  • 2 Comments
  • Filed under: Serba-serbi
  • Anggaran beasiswa naik lagi..asik..

    detik.com. Tahun ini pemerintah menyiapkan dana Rp 2 triliun untuk memberikan beasiswa kepada 6 juta siswa. Jumlah ini naik 100% dari rencana di awal yang sebanyak 3 juta siswa. Demikian disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Jalal saat ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (2/8/2011).

    “Kalau beasiswa, malahan kalau APBN-P dinaikkan, beasiswa itu dari 3 juta siswa bisa menjadi 6 juta siswa,” katanya.
    Dirinya mengatakan, dibutuhkan dana Rp 2 triliun untuk dapat meningkatkan jumlah siswa penerima beasiswa menjadi 6 juta siswa tersebut. “Mendekati toal hampir Rp 2 triliun lah untuk di APBN-P,” ungkap Fasli.

    Dilanjutkan olehnya, pemerintah juga akan menambah anggaran untuk program BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Rencana sudah disetujui oleh pihak DPR dan Bappenas. “BOS itu untuk biaya yang diperlukan sekolah, sedangkan biaya individunya kita tutup dengan beasiswa,” lanjut Fasli. Namun, kenaikan anggaran untuk BOS tersebut perlu dibahas lebih lanjut. Jika nantinya anggaran total pendidikan tidak cukup, maka pihaknya akan mengurangi anggaran untuk program yang bisa dihemat.

    Untuk diketahui, pemerintah dan DPR sepakat untuk menaikkan anggaran pendidikan di APBN Perubahan 2011 menjadi Rp 266,94 triliun, dari sebelumnya Rp 245,92 triliun. Ini untuk menjaga syarat persentase tetap 20% dari belanja APBN sesuai dengan undang-undang.

    Alokasi anggaran pendidikan ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

    Alokasi anggaran pendidikan melalui belanja pemerintah pusat sebesar Rp 105,356 triliun

    • Alokasi anggaran pendidikan melalui transfer ke daerah sebesar Rp 158,966 triliun
    • Alokasi anggaran pendidikan melalui pengeluaran pembiayaan sebesar Rp
  • 1 Comment
  • Filed under: Beasiswa
  • Seleksi Jalur Mandiri PTN 2011

    Mo cari info seleksi mandiri PTN tahun 2011,  semuanya ada di sini, so ngga usah repot  nyari per web..

  • 10 Comments
  • Filed under: Seleksi PTN
  • Anda di Sini

    IP

    Komentar ya disini!!!

    Nama :
    Website :
    Komentar :

    Kunjungi Sponsor

    Paid Review Indonesia
    Adsense Indonesia